25/02/14

BELUM ADA UNTA JINAK DI ISRAEL


BELUM ADA UNTA JINAK DI ISRAEL

Oleh: Jum’an

Dalam Kitab Kejadian 24, bagian dari Perjanjian Lama (Injil Ibrani) diceritakan bahwa suatu ketika Abraham (Nabi Ibrahim a.s.) mengutus hambanya untuk mencarikan jodoh bagi puteranya Ishak. Kemudian hamba itu berangkat, dengan membawa 10 unta tuannya sarat dengan muatan segala barang-barang berharga. Ia pun berangkat menuju ke Aram-Mesopotamia dan berjalan ke kota Nahor. Dia menyuruh unta-unta itu berhenti dekat sumur di luar kota, pada waktu itu petang hari, ketika perempuan-perempuan keluar untuk menimba air…… dst. Ada 21 referensi  tentang unta dlm Kitab Kejadian (Genesis). Unta digambarkan dalam kisah-kisah Perjanjian Lama tentang Ibrahim, Yusuf dan Yakub sebagai hewan peliharaan (jinak) untuk kendaraan dan pembambawa muatan. Meskipun tidak ada bukti arkeologi dari kehidupan zaman Ibrahim, banyak orang dlm komunitas ilmiah dan agama,  berdasarkan petunjuk ayat-ayat Injil, informasi arkeologi dari situs-situs di Irak, serta prasasti dari Syria memperkirakan Nabi Ibrahim hidup antara 2000 dan 1500 tahun sebelum Masehi.

Dr. Erez Ben-Yosef dan Dr. Lidar Sapir-Hen, dua orang ahli arkeo-zoologi dari Universitas Tel Aviv telah mengadakan penelitian dengan menggunakan metode pelacak umur radiokarbon (radiocarbon dating) dan berkesimpulan bahwa unta pelihaaraan (unta jinak) baru dikenal di Israel pada sepertiga terakhir abad ke-10 SM, ber abad-abad sesudah zaman Nabi Ibrahim sebagaimana yang disebut dalam Perjanjian Lama. Kedua arkeolog itu telah mengadakan ekskavasi di Lembah Araba di Israel dan di Wadi Finan di Yordania untuk mencari tulang unta, yang dapat ditentukan umurnya menggunakan teknik radiokarbon. Dr Sapir-Hen dapat membedakan tulang unta peliharaan dari unta liar dengan ciri tulang kaki yang menebal karena terbiasa membawa beban berat. Para arkeolog mengatakan bahwa unta mula-mula mungkin dijinakkan di Semenanjung Arab dan dibawa oleh bangsa Mesir ketika mengeksploitasi sumber tembaga di lembah Araba dan memperkenalkan unta sebagai pengangkut beban. Sebelumnya, orang-orang di wilayah ini bergantung pada bagal dan keledai sebagai pengangkut beban mereka. Hasil penelitian yang diterbitkan akhir tahun lalu di dalam Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University itu sangat merisaukan bagi kaum Yahudi Israel serta mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Pertama karena penelitian ini menunjukkan ketidak-cocokan (anakroni) antara isi Perjanjian Lama dengan sejarah dan sekaligus membuktikan bahwa Injil Ibrani itu ditulis berabad-abad setelah kejadian itu diceritakan. (Menempatkan unta dalam kisah Abrahim sama tidak-nyambungnya dengan menceritakan Robin Hood mengendarai mobil balap). Ada pula yang menuliskan Perjanjian Lama tidak akurat dan bertentangan dengan bukti sejarah…, bukti kekeliruan Bible…, bahwa unta-unta dalam kisah Ibrahim adalah karangan dan fiktif…, dan menjadi titik balik dalam hubungan Israel dengan seluruh dunia.

Bila hasil penelitian itu benar, berarti gagasan tentang “negri yang dijanjikan” yang menjadi andalan eksistensi serta hak Israel untuk menduduki tanah Palestina, menjadi diragukan. Jelas itu membuat kaum fundamentalis Yahudi marah. Kisah tentang Ibrahim dan penyebutan unta dalam Perjanjian Lama yang dipercayai fiktif dan rekaan ternyata menjadi masalah bagi Zionisme! Menurut The Guardian, orang lain telah mengetahuil selama puluhan tahun bahwa kebenaran sejarah Perjanjian Lama lebih rendah daripada nilai sejarah dari Al-Qur'an. Dr Robert Harris, Professor pada Seminari Teologi Yahudi (JTS) New York, mengatakan hasil penelitian ini tidak mengejutkan bagi komunitas teologis. Kami dikalangan dalam sudah lama mengetahui kenyataan seperti itu. Ini hanyalah salah satu dari banyak anakroni dalam Bible, tetapi ini tidak mengurangi kesucian, karena Bible merupakan sumber spiritual, bukan  sumber sejarah. William G. Dever arkeolog Amerika dengan spesialisasi Sejarah Israel kuno menyatakan: Menurut saya kisah-kisah Bible memang 'cerita,' sering bersifat khayalan dan propaganda, tetapi di sana sini mengandung beberapa informasi sejarah yang valid. Arkeologi harus mampu mengkonfirmasi dan juga membantah cerita-cerita dalam Bible. Beberapa diantaranya benar-benar terjadi, tetapi yang lain-lain tidak. Narasi tentang Abraham, Musa, Solomon mungkin mencerminkan kenangan sejarah, tapi gambaran Bible yang berlebihan tidak realistis dan bertentangan dengan bukti arkeologi. Dr. Noam Mizrahi, sarjana Injil Ibrani dari Universitas Tel Aviv mengatakan, orang harus berhati-hati untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa temuan arkeologi baru secara otomatis menyangkal nilai sejarah dari cerita-cerita Alkitab. Kisah tentang unta zaman Abraham ini harus diartikan sebagai kilas balik dari periode yang jauh lebih kini.

Nabi Ibrahim a.s. adalah tokoh yang dihormati dan diakui oleh ketiga agama samawi Islam, Nasrani dan Yahudi sebagai Bapak Monotheisme. Nama Ibrahim a.s. disebut dalam lebih dari 20 Surat dalam Al-Qur’an, dan sebuah surat tersendiri bernama Surat Ibrahim. Saya yakin akan kebenaran isi Al-Qur’an sebagai, “hudal-linnas (petunjuk bagi manusia) dan Rasulullah  diutus “liutammima makarimal akhlak” (untuk meneyempurnakan akhlak). Saya pernah menterjemahkan “Sejarah Geografi Qur’an” karya Sayid Muzaffarudin Nadvi (Pustaka Firdaus), tetapi belum pernah membaca pembahasan tentang bukti-bukti arkeologi Qur’an. Mungkin blog tentang “Fakta Sejarah dalam Al-Qur'an ini memberikan sedikit gambaran tentang nilai kesejarahan Al-Qur’an. Wallohu a’lam bissawab.

Sumber-sumber:

  1. Camel archaeology contradicts the Bible
  2. Camel bones suggest error in Bible, archaeologists say
  3. Camels Had No Business in Genesis
  4. Domesticated Camels Came to Israel in 930 B.C., Centuries Later Than Bible Says
  5. Finding Israel's First Camels
  6. How the camel disproved the Bible as literal truth
  7. Oldest Camel Bones Undergo Carbon Dating, ‘Direct Proof’ Bible Was Written Centuries After Events Described
  8. The Bible Is Inaccurate And Camels Prove It, Archaeologists Claim
  9. The Old Testament's made-up camels are a problem for Zionism!

12/02/14

PRESIDEN SBY DAN ILMU SIHIR


PRESIDEN SBY DAN ILMU SIHIR
Oleh: Jum’an

Suatu pagi pada hari Minggu sebelum Pemilu 2009, Ibu Negara Ani Yudoyono sedang duduk-duduk membaca majalah diruang tamu dirumahnya di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor sementara Presiden SBY sedang sibuk diperpustakaan.Tiba-tiba Ibu Ani menjerit dan memanggil suaminya. SBY berlari untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata ada asap hitam tebal mengambang dibawah langit-langit, mencoba memasuki kamar SBY. SBY kemudian meminta semua orang yang ada untuk berdoa untuk minta pertolongan Allah. Ia menutup pintu kamarnya tetapi membiarkan pintu-pintu yang lain terbuka lebar. Asap yang berputar-putar itu akhirnya bergerak menuju keluar rumah. "Alhamdulillah. Keluarga saya selamat. Kejadian itu seperti film horror. Tapi ini benar-benar terjadi. Itu nyata" kata SBY dalam bukunya “Selalu Ada Pilihan” dalam bab yang berjudul "Ancaman kepada Presiden dapat mencapai tingkat pembunuhan”. Kisah SBY hampir menjadi korban ilmu sihir diatas muncul dalam beberapa website Luar Negri dengan judul “Presiden SBY mengakui percaya pada Ilmu Sihir (witchcraft). Mungkin karena ilmu sihir, black magic, klenik dan mistik saling berdekatan, berita itu merembet dengan menceritakan bahwa alasan mengapa SBY memilih tinggal di Cikeas adalah karena Istana Negara dianggapnya angker; hanya Presiden Sukarno dan Presiden Abdurrahaman Wahid yang pernah tinggal disana. Bahkan menurut WikiLeaks, pada September 2010, SBY mangkir dari pertemuan AS dan para pimpinan ASEAN yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, karena desas-desus ilmu hitam yang menghantui ruangan gedung pertemuan yang digunakan.

Sihir dilarang dalam Islam. Tetapi banyak dilakukan orang di Indonesia. Banyak orang, termasuk para pemimpin, meminta bantuan peramal untuk melacarkan dengan karir, memperoleh kekayaan dan urusan perjodohan. Tetapi seorang Presiden menceritakan kisah seperti ini kepada publik, belum pernah terjadi sebelumnya. Dikatakan bahwa SBY mungkin merupakan Presiden Indonesia pertama yang mengakui secara terbuka bahwa ia percaya pada ilmu sihir. Sebuah survey tahun 2012 oleh Pew Research Center, yaitu sebuah think-tank Amerika yang melakukan berbagai penelitian pendapat publik untuk memahami sikap dunia terhadap berbagai isu) menunjukkan bahwa 69 % Muslim Indonesia percaya ilmu sihir adalah nyata. Permistikan diantara para pemimpin dunia bukannya tidak sering terdengar. Nancy Reagan yang diduga sangat berpengaruh terhadap suaminya di Gedung Putin, terkenal selalu berkonsultasi dengan seorang peramal. Lebih-lebih di negeri voodoo Haiti. Tetapi pernyataan seperti yang dilakukan SBY manimbulkan pertanyaan yang menarik, misalnya bagaimana kepercayaannya terhadap dunia mistik mempengaruhi bagaimana ia memerintah Negara.

Kepedulian SBY terhadap ilmu sihir tercermin dalam rencana perubahan KUHP dan KUHAP yang telah diajukan oleh Pemerintah. Salah satu pasal dalam RUU itu menyatakan bahwa menggunakan ilmu hitam yang menyebabkan seseorang menderita sakit, penderitaan fisik atau mental diancam hukuman lima tahun penjara atau denda sebesar 300 juta rupiah. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang menginformasikan, mendorong atau menawarkan layanan sihir kepada orang lain. Pasal ini dimaksudkan untuk mengatasi kecemasan masyarakat tentang ilmu hitam yang sulit untuk dapat dibuktikan di depan hukum dan untuk mencegah dan mengakhiri main hakim sendiri terhadap seseorang yang diduga mempraktekkan ilmu sihir atau ilmu hitam.

Presiden SBY tidak sendirian dalam upaya untuk melarang penggunaan sihir di negaranya, tahun lalu Mohammed Buqais, seorang anggota Parlemen Bahrain, mengkritik pemerintah negaranya karena tidak berbuat lebih banyak untuk mendidik tentang bahaya ilmu hitam dan sihir. Bugais mengatakan kepada The Gulf Daily News: "Saya belajar di sekolah selama 12 tahun dan bekerja sebagai guru selama 15 tahun, tapi tidak pernah menjumpai subjek yang membahas ilmu sihir atau guna-guna.... Ini berarti pemerintah gagal untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya." Menjelang Pemilu 20014 Presiden SBY sekali lagi mengingatkan bahaya ilmu sihir dihadapan tiga ribu jamaah dzikir dan pengajian di Cikeas. Beliau menyimpulkan: “Tidak ada yang lebih tepat untuk mengalahkan ilmu sihir, kecuali dzikir”. Dengar dan saksikan sendiri disini!


01/02/14

KITA DAN FUNDAMENTALIS AMERIKA


KITA DAN FUNDAMENTALIS AMERIKA
Oleh: Jum’an

Barna Group, sebuah perusahaan survey Kristen Injili di California dan American Bible Study (ABS) melakukan penelitian terhadap 100 kota di AS, dan memperingkatnya menurut “Bible-mindedness” mereka, yaitu seberapa sering responden membaca Bible dan seberapa akurat kitab suci itu menurut pikiran mereka. Data-data didasarkan pada wawancara telepon dan online dengan 46.000 lebih sampel acak orang dewasa, selama 7 tahun sampai dengan Agustus 2013. ABS mencantumkan 10 kota paling Bible-minded diantaranya Chattanooga di Tennesee dan Jackson di Mississippi. Sedangkan 10 kota paling tidak Bible-minded diantaranya Providence (Rhode Island) dan Portland (Maine). Hasil penelitian ini banyak mendapat komentar dan tanggapan. Salah satu diantaranya dari James Peron, presiden Moorfield Storey Institute, sebuah think-tank independen yang berjudul “Bible-mindedness, Morality and Crime” . Ia menghubungkan hasil survey Barna Group dan ABS dengan tingkat kejahatan dari ke 20 kota tersebut untuk melihat aspek praktisnya dalam kehidupan. Menurut Peron, penelitian Barna Group dan ABS dapat dikatakan memberikan gambaran kota-kota yang paling banyak, dan paling sedikit penganut Kristen fundamentalisnya.

Dalam hubungannya dengan data-data pembunuhan, pemerkosaan dan perampokan dari 10 kota paling bible-minded dengan 10 kota yang paling tidak Bible-minded, Peron menemukan: Untuk setiap 100.000 penduduk kota Bible-minded tercantum rata-rata 1,2 pembunuhan. Di kota yang paling tidak Bible-minded hanya 0,7 pembunuhan per 100.000 orang. Dengan kata lain, anda hampir dua kali lebih mungkin terbunuh di kota yang paling Bible-minded daripada dikota yang paling tidak Bible-minded. Tingkat pemerkosaan per 100.000 orang adalah 5,4 di 10 kota paling fundamentalis dan 3,9 di 10 kota paling sekuler (tidak Bible–minded). Di 10 kota paling fundamentalis tercatat 127,7 pencurian per 100.000 orang, sementara untuk 10 kota sekuler rata-rata adalah 109. Degan kata lain lebih aman untuk tinggal dikota-kota sekuler, termasuk bebas dari gangguan para pendakwah yang menyebalkan yang selalu mengetuk pintu untuk menyelamatkan jiwa anda.

Penelitian Barna Group tentang pandangan kaum fundamentalis terhadap diri-sendiri, pandangan sekulkaris terhadap mereka serta bagaimana kenyataan kehidupan mereka, menunjukkan bahwa makin banyak orang memandang negatif terhadap para fundamentalis, dan orang luar mengatakan mereka sebagai terlalu suka menghakimi, dan kebanyakan munafik. Parahnya lagi, kaum muda mereka yang secara teratur pergi kegereja, sering mempuyai persepsi negatif yang sama seperti orang luar.

Jika kota-kota yang Bible-minded lebih rawan kejahatan, artinya membaca dan percaya pada Bible tidak memiliki pengaruh positif pada bagaimana orang berperilaku, dan mungkin justru memiliki pengaruh negatif. Jika persentase orang yang percaya pada Bible lebih tinggi, dan jika kepercayaan pada Bible berarti meningkatkan moralitas, maka tingkat kejahatan umum harusnya lebih rendah, bukan lebih tinggi. Itulah sebabnya orang luar memandang kaum fundamentalis kebanyakan munafik.

Dalam buku terbitan Barna Group “Un-Christian” diakui bahwa orang Kristen tidak lebih bermoral dalam bagaimana mereka hidup daripada yang lain. Sebagian besar gaya hidup orang Kristen fundamentalis sama dengan yang sekuler. Mereka sama-sama mungkin bertaruh atau berjudi, mengunjungi situs porno, mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, mempercayai peramal dan cenayang, berkelahi atau memaki, minum dan mabuk, menggunakan obat terlarang, berbohong, merebut hak dan memfitnah orang lain. Tetapi meskipun mereka tidak lebih bermoral dari orang lain, mereka percaya bahwa orang lain tidak mau mengikuti aliran mereka karena “tidak sanggup mengikuti standar yang ketat untuk mengikuti Kristus." Ini membuat mereka merasa seolah-olah “lebih baik dari pada orang lain" meskipun kenyataannya tindakan mereka tidak berbeda dari orang yang tak beriman. Dalam penilaian Peron, mereka adalah orang-orang yang membutuhkan rasa lebih super dari orang lain dan menggunakan "iman" mereka sebagai alasan. Tidak berarti mereka lebih bermoral dalam arti apapun, hanya merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Meskipun kita tidak dapat menyamakan umat Islam di Indonesia dengan umat Kristen di Amerika, keduanya sama-sama terlibat masalah fundamentalisme. Bahkan penganut semua agama. Kita juga menengarai adanya kelompok-kelompok orang-orang yang tersirat merasa lebih baik dari orang lain karena yakin bahwa Allah berpihak kepada mereka. Sikap memonopoli Allah, tanpa disadari dapat melambungkan rasa takabur dan sekaligus mengecilkan arti kebesaran Allah. Ini adalah jebakan setan yang berbahaya. Ini adalah kesempitan hati yang menyamar sebagai ketaatan beragama.


Tapi ada pula segi positip aliran fundamentalis, seperti saya tulis dalam Teka-teki Pewaris Dunia, umumnya kaum fundamentalis hidup tidak konsumtif, mereka senang berkorban, tidak mementingkan hidup “kini dan disini”. Mereka bekerja keras untuk membangun dunia tersendiri yang berbeda dari mainstream dengan membangun sekolah-sekolah dan pusat-pusat kegiatan sendiri. Mereka mempunyai rasa kebersamaan yang kuat, dan bekerjasama demi kebaikan bersama kelompok mereka. Rasa keagamaannya kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ideologi orang lain.

23/01/14

KONTROVERSI PENGUBURAN OBL


KONTROVERSI PENGUBURAN OSAMA BIN LADEN
Oleh: Jum’an

Osama Bin Laden, Pemipin Al-Qaeda ditembak mati oleh pasukan khusus Angkatan Laut Amerika (US Navy SEAL) pada 1 Mei 2011 di rumah persembunyiannya di Abbottabad Pakistan. Untuk menyakinkan bahwa yang mereka tembak benar-benar Osama Bin Laden agen-agen CIA mengambil sample DNA-nya untuk dibandingkan dengan profil dari beberapa anggota keluarganya. Istri Bin Laden yang tinggal dirumah itu juga menyaksikan jenazah suaminya. Demikian pula Safiyah putri Bin Laden yg waktu itu berusia 10 tahun. CIA juga membandingkan foto-foto jenazah dengan foto-foto Bin Laden yang ada. Menurut penasehat antiterorisme Presiden Obama, John O. Brennan, berbagai bentuk identifikasi ditempuh untuk meyakinkan diri sebelum memberitahu rakyat Amerika dan dunia bahwa Bin Laden benar-benar sudah tewas.  Foto-foto jenazah tidak segera  dirilis; meskipun perlu untuk menuntaskan spekuklasi bahwa pria yang tewas itu benar-benar Bin Laden, tetapi ditakutkan bahwa foto-foto itu justru akan merangsang kebangkitan para jihadis. Jasad Osama segera diterbangkan dengan helikopter ke markas Amerika di Afghanistan selanjutnya ke kapal induk USS Carl Vinson untuk untuk ditenggelamkan kedasar Laut Arabia Utara. Brennan menegaskan bahwa penguburan dilakukan sepenuhnya secara Islam dan tidak melewati 24 jam dari saat kematiannya. Jenazah dimandikan, dibungkus kain kafan putih, dimasukkan dalam kantong mayat yang diberi pemberat dan dibacakan doa dalam bahasa Arab. Kantong jenazah itu diletakkan diatas papan lalu diluncurkan kelaut dari dek kapal paling bawah. Kata John Brennan, perencanaan penguburan bin Laden sudah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya untuk berjaga-jaga dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan termasuk apakah Osama akan tertangkap hidup atau mati. Pemerintah AS telah berkonsultasi dengan ahli-ahli Islam tentang seluk beluk penguburan menurut Islam. Adapun alasan mereka menguburnya di laut adalah untuk mencegah agar makamnya tidak dijadikan tempat keramat oleh para pengikut dan simpatisannya kelak.

Secara umum Islam mengizinkan penguburan di laut dalam keadaan tertentu seperti untuk orang yang meninggal dalam perjalanan laut dan terlalu jauh dari darat untuk memungkinkan penguburan. Sehingga beberapa cendekiawan dan ulama Islam berbeda pendapat mengenai apakah penguburan di laut untuk Osama sesuai atau justru merupakan penghinaan terhadap umat Islam. Sebagian mengatakan, Bin Laden yang mati didarat seharusnya dikubur didarat dengan kuburan sederhana, dengan muka dihadapkan  kearah kiblat (Mekkah). Daily Mail Inggris tanggal 3 Mei 2011 memuat beberapa komentar  tentang penguburan Osama Bin Laden. Tokoh radikal hizbut-tahrir, Omar Bakri Mohammed yang dilarang tinggal di Inggris mengatakan: “Amerika ingin menghina umat Islam melalui pemakaman ini". Mufti Besar Dubai, Mohammed al-Qubaisi mengatakan: “Penguburan di laut diperbolehkan bagi umat Islam dalam keadaan luar biasa. Ini tidak termasuk diantaranya. Amerika boleh mengatakan menguburnya di laut, tapi mereka tidak bisa mengatakan melakukannya menurut Islam”. Ulama Sunni dari Baghdad, Abdul Sattar al-Janabi menambahkan: "Apa yang dilakukan oleh Amerika dilarang oleh Islam dan menjengkelkan sebagian kaum Muslimin. Tidak dapat diterima dan hampir merupakan kejahatan untuk melemparkan tubuh seorang Muslim ke laut." Tetapi Mohammed Qudah, profesor hukum Islam Universitas Jordan, berpendapat pemakaman di laut tidak dilarang. “Tanah dan laut milik Allah, yang mampu melindungi dan membangkitkan orang mati pada hari kiyamat kelak.”

Dari sudut lain, apakah Bin Ladin berhak untuk memperoleh penguburan Islam? Ada juga yang berpendapat tidak. Pada tahun 2005 Komisi Islam Spanyol pada dasarnya telah mengkucilkan Bin Laden, dan menyatakan bahwa dia tidak harus diperlakukan sebagai seorang Muslim.  Mereka pasti merasa bingung sekarang, mengapa Amerika bersikukuh dan bersusah-susah untuk memberikan kehormatan dengan melaksanakan penguburan secara Islam. Fatwa Komisi Islam Spanyol itu mengutuk bin Laden dan anggota Al Qaeda sebagai murtad karena mereka menggunakan kekerasan, dan mengajak umat Islam untuk memerangi secara aktif melawan terorisme. Fatwa ini secara khusus mengecam Bin Laden, dan sebagai pengingat bahwa hampir 1 juta umat Islam Spanyol mengutuk terorisme. Mansur Escudero, Sekjen Komisi Islam Spanyol mengatakan: "Ini adalah kontribusi kami komunitas Muslim Spanyol yang menyatakan bahwa bin Laden dan Al Qaeda bukan Muslim; mereka berada di luar Islam" Fatwa tersebut menyebut-nyebut Alquran dan Sunnah Nabi dalam mengkucilkan bin Laden. "Sejak Bin Laden dan organisasinya membela legalitas terorisme dan mendasarkan pembelaan itu pada Alquran dan Sunnah  ... [mereka] telah membuat dirinya murtad." Fatwa ini nampaknya tidak terlalu bergaung dan tidak mempunyai dampak yang berarti, kecuali bagi menjaga hubungan muslimin Spanyol dari friksi-friksi dengan kaum Nasrani dan Yahudi di sana. Tidak urung Escudero yang banyak berperan dalam fatwa ini menjadi target ancaman dari kelompok Al-Qaeda di Irak.


Di sisi lain ada kaum Muslimin yang percaya bahwa kematian Bin Laden adalah syahid dan ia akan masuk sorga. Dari perspektif teologis, tidak begitu penting bagaimana cara Amerika membuang mayat dari kapal induk USS Carl Vinson. Rasanya tidak penting-penting amat untuk diperdebatkan…….

14/01/14

FAUSTIAN BARGAIN DAN BULUS JIMBUNG


FAUSTIAN BARGAIN DAN BULUS JIMBUNG
Oleh: Jum’an

Faust adalah seorang ilmuwan yang menjual jiwanya kepada setan. Meskipun hanya merupakan fiksi dalam karya sastra (Goethe 1749-1832), legenda Faust sebenarnya didasarkan pada tokoh nyata, seorang penyihir yang hidup di Jerman pada abad ke 15. Ia telah belajar bertahun-tahun tanpa prestasi yang memuaskan, sehingga kehilangan iman dan idealisme. Dia ingkar kepada Tuhan dan membuat kesepakatan berbahaya dengan Iblis di mana ia menyerahkan jiwanya pada kutukan abadi dengan imbalan memperoleh kekuasaan dan pengetahuan dalam kehidupan. Legenda ini telah menginspirasi banyak penulis besar, musisi, dan seniman lainnya. Banyak sekali variasi pada tema dalam teater, musik, film, puisi, seni, dan sastra. Kini nama "Faust" telah melekat pada citra tokoh yang berkuasa yang kesombongan dan keangkuhannya menyebabkan kehancurannya. Istilah “Faustian bargain” menunjuk pada kesepakatan aib untuk memperoleh kekuasaan duniawi dengan mengorbankan nilai spiritual yang lebih tinggi.

Dr Johann Georg Faust adalah seorang ahli kimia yang lahir di Jerman pada 1466. Ia meninggalkan jabatannya sebagai pengajar di Kreuznach setelah menganiaya beberapa anak laki-laki di sana. Dia pindah Universitas Heidelberg untuk belajar, dan memperoleh gelar dalam theology pada 1509, lalu hijrah ke Polandia untuk mempelajari ilmu sihir di Universitas Kraków. Pendeta Martin Luther yakin bahwa Faust mengikat kesepakatan dengan setan. Setelah itu Faust muncul di Universitas Erfurt di Jerman tengah. Dia diusir oleh Pendeta Katedral Dr Klinge karena menolak untuk bertobat. Ia mengaku telah menandatangani perjanjian dengan Iblis, dan bahwa ia lebih percaya Iblis daripada Tuhan. Sementara itu kejeniusan serta ketenarannya makin tersohor. Faust telah meramal dengan tepat bahwa Uskup Franz von Waldeck akan berhasil merebut kota Münster, dan prediksinya tentang hasil ekspedisi Philipp von Hutten ke Venezuela terbukti benar. Sekali ketika berada di penjara, ia berkata kepada pendeta penjara bahwa ia dapat menghilangan rambut diwajahnya tanpa pisau cukur asalkan di diberi sebotol anggur. Setelah sang pendeta menyediakan anggur, Faust memberinya salep arsenik, yang ketika dicoba bukan hanya rambut, kulit muka pendeta itupun terkelupas. Faust meninggal pada 1540. Dalam legenda dikatakan ia mati mengerikan, Iblis telah mencabik-cabik tubuhnya, membuangnya keatas kotoran dan matanya terpaku di tembok.

Perjanjian dengan iblis untuk memperoleh kekayaan dengan tebusan jiwa adalah yang di Jawa disebut upaya nyupang atau pesugihan. Jika Faust menjual jiwanya untuk memperoleh kekuasaan dan pengetahuan tak-terbatas (meski setan hanya memberinya sedikit) dan tidak melibatkan nyawa orang lain sebagai tebusan, penganut ilmu pesugihan biasanya hanya menuntut kekayaan berupa harta, dan mengorbankan jiwanya serta nyawa anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Di Klaten (Jateng) ada ilmu pesugihan yang disebut “bulus jimbung”.  Pelakunya selain menjadi kaya dalam waktu singkat dan misterius, badannya ditandai belang-belang yang makin lama makin menjalar. Ia juga harus merelakan anaknya meninggal tiap tahun, atau orang lain serumah yang dipelihara sebagai tumbal. Konon roh pelakunya akan berubah menjadi “kura-kura belang”. Lokasi untuk membuat kesepakatan nista ini ada di Desa Jimbung, Kalikotes, Kabupaten Klaten. Tempat-tempat menuntut pesugihan yang lain misalnya Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah, Gunung Kawi Jawa Timur, Parangtritis Yogyakarta serta Gunung Gede Cibodas Jawa Barat.


Orang Jawa yang santun dan andap-asor maupun orang Amerika yang gagah perkasa dapat sama-sama musyriknya, menjual jiwanya kepada setan, rela masuk neraka abadi. Bukan sekedar dalam arti kiasan tetapi nyata demi kekayaan, kekuasaan, ketenaran dan kenikmatan hidup didunia. Dengan tumbal dan teknik yang sedikit berbeda, dalam era masa kini, Faustian bargain ataupun budaya pesugihan nampaknya juga ditempuh oleh banyak politisi, penguasa maupun pengusaha. Mereka mengorbankan kepentingan rakyat untuk ambisi pribadi, mencuri uang negara untuk kampanye, korupsi untuk kemenangan partai. Para pengusaha menyengsarakan karyawannya dan mengemplang pajak untuk menebalkan kantong mereka. Semua tidak jauh berbeda dari perilaku Faust atau Pesugihan Bulus Jimbung yang musyrik itu bukan?

05/01/14

NIKAH DINI BUKAN SUNAH NABI


NIKAH DINI BUKAN SUNAH NABI
Oleh: Jum’an

Batas usia nikah untuk perempuan, menurut UU Perkawinan No.1 Th.74 adalah 16 tahun dan untuk pria 19 tahun. Dalam Peraturan Menteri Agama No.11 th.2007, bila calon suami belum 19 tahun dan calon isteri belum 16 tahun, mereka harus mendapat dispensasi dari pengadilan. Jika calon suami dan dan calon isteri belum genap berusia 21 tahun, harus ada izin dari orang tua atau wali mereka. Bila keduanya sudah lewat 21 tahun, mereka bebas menikah tanpa izin orang tua masing-masing. Agar tidak membingungkan, intinya batas usia nikah perempuan di Indonesia adalah 16 dan laki-laki 19 tahun. Di India batas untuk prempuan adalah 18 tahun, pria 21 tahn. Orang Islam yang melanggar undang-undang itu baik di Indonesia maupun di India kebanyakan beralasan bahwa Nabi Muhammad juga menikahi Aisyah pada usia muda. Sementara kita tahu efek negatif dari pernikahan terlalu muda, untuk menghadapi alasan para pelanggar mungkin perlu diberikan keterangan yang lebih dapat mereka terima. Dibawah ini sebagian penjelasan dari Dr. Amina Wadud  Professor Emerita (pari-purna) Studi Islam dalam blognya yang berjudul “Early Marriage and Early Islam”  yang menjelaskan bahwa Sunah sebagai alasan utuk nikah dini adalah keliru. Bulan Oktober yang lalu, Sembilan Organisasi Islam di Kerala, India, dimana Dr. Amina tinggal, telah mengadakan pendekatan dengan Mahkamah Agung untuk dapat mengecualikan perempuan Muslim dari undang-undang yang mengatur usia perkawinan minimum. Menurut mereka, larangan  Pernikahan Anak 2006 yang berlaku sekarang, yang mengatur usia minimum 18 tahun untuk perempuan dan 21 th untuk laki-laki, melanggar hak dasar kaum Muslimin untuk mempraktekkan agama mereka.

India adalah negara berpenduduk lebih dari 1 miliar dengan tingkat kemiskinan sebesar 22%, negara terburuk ke-55 dalam angka kematian ibu (450 per 100.000), dan angka kematian bayi, 44-55 per 1000. Semua ini berhubugan langsung terhadap pernikahan anak (dini): kemiskinan, angka kematian ibu, dan dengan demikian kematian bayi secara langsung berkaitan dengan usia perkawinan nasional. Dengan demikian salah satu cara mengentaskan kemiskinan, menyelamatkan ibu, dan bayi adalah dengan mencegah perkawinan dini. Sejak diberlakukannya UU Perkawinan Anak di India pada 2006, angka kematian ibu dan bayi telah menurun dari tahun ketahun. Tetapi organisasi Islam di Kerala justru meminta Mahkamah Agung agar kaum muslimin dikecualikan karena "melanggar hak dasar untuk mempraktekkan agama mereka "! Mereka juga tidak memberikan bukti bahwa pernikahan anak adalah "fundamental" bagi agama kita, yang tanpanya akan "menghalangi" upaya kita untuk menjalankan agama. Karena tidak adanya bukti-bukti seperti itu Dr. Amina berusaha untuk menggambarkan secara obyektif proses sejarah dan budaya yang mungkin menyebabkan kesalah-pahaman seperti itu.

Cukup bukti bahwa salah satu istri Rasulullah berusia di bawah 18 ketika mereka menikah. Hal itu tidak aneh dan tidak aib disana pada waktu itu. “Ibu saya belum berusia 18 ketika menikah dengan ayah saya, dan terjadi pada abad 20 di Amerika yang Demokratis” tulis Dr. Amina. “Sementara saya mengakui bahwa ini memang terjadi, saya tidak menetapkan itu sebagai model untuk seterusnya. Yang ingin saya tunjuk adalah cara berfkir miring yang memaksakan bahwa peristiwa seperti ini merupakan model untuk seterusnya. Kita ambil contoh Rasulullah. Kita mengikuti Sunnah Rasul sebagai salah satu sumber utama hukum, etika dan perilaku. Sunnah artinya "perilaku normatif Nabi Muhammad saw.” Kita berkata, "normatif", karena Nabi juga dikenal mempunyai perilaku istimewa dalam praktek spiritualnya, ibadah, dan kedudukan sosial. Kekecualian ini tidak memiliki kekuatan pada masyarakat dan tidak pernah dikodekan menjadi undang-undang sebagai rekomendasi, persyaratan, ataupun "fundamental". Misalnya, Nabi menikah 9 kali. Semua, kecuali satu dari istri-istrinya sebelumnya pernah menikah, dan mengingat waktu di mana mereka tinggal, mereka cukup tua. Istri pertamanya, Khadijah, yang beliau nikahi pada saat ia menerima panggilan kenabian, adalah 15 tahun lebih tua darinya: Nabi 25, Khadijah 40. Pernikahan mereka berlangsung selama lebih dari 25 tahun, sampai Khadijah meninggal. Mereka menghasilkan empat anak perempuan yang hidup. Selama itu Nabi tetap melakukan monogami, meskipun kebiasaan poligami pada waktu itu sudah berjalan. Karena pernikahan ini adalah yang terpanjang bagi Nabi, mengapa bukan ini yang dijadikan standar kita mengukur normatif atau Sunnah?

Selain itu, semua istrinya, kecuali satu, adalah wanita yang lebih tua, sudah menikah sebelumnya, (baik bercerai atau janda). Karena itu, menjadikan pernikahan Nabi dg Aisyah yang masih muda sebagai preseden (kejadian awal dan dapat dipakai sbg contoh selajutnya) adalah jelas miring. Menurut Dr. Amina juga keji, memutar-balik citra Nabi, menghina nama Islam dan jelas berbahaya……. Syech Puji, ketahuilah itu!


29/12/13

KESAHAJAAN SEORANG MUJAHID


KESAHAJAAN SEORANG MUJAHID
Oleh: Jum’an

Zainal Abidin Muhamad Husain Abu Zubaidah atau Abu Zubaidah atau Zain atau Hani adalah tokoh Al-Qaeda yang sekarang berumur 42 tahun dan sudah lebih dari 10 tahun berada dalam kamp tahahan Guantanamo, Cuba. Menurut versi Amerika Abu Zubaidah adalah dedengkot teroris yang sangat berbahaya. Ia dinyatakan sebagai orang nomor 3 dalam Al-Qaeda. Menurut dokumen Departemen Pertahanan Abu Zubaidah terlibat dalam semua perencanaan aksi teror terhadap Amerika ketika ia menjadi petugas logistik Al Qaeda. Ia adalah konspirator serangan 11 September 2001, tangannya ada di setiap operasi penting Al–Qaeda. PBB menjulukinya rekan terkemuka Osama bin Laden dan Al-Qaeda. George Bush menamai Abu Zubaidah pimpinan perencanaan operasi pembunuhan dan penghacuran." CIA mengakui Abu Zubaidah adalah sosok yg penuh keyakinan, percaya diri dan berwibawa. Selama interogasi pada zaman Bush berkuasa, Abu Zubaidah menjalani 83 kali siksaan water-boarding dan mengalami banyak teknik interogasi yang kejam termasuk penelanjangan paksa, kurang tidur, disekap diruang sempit dan gelap, tidak diberi makan, posisi stres , dan siksaan fisik lainnya.

Belum lama ini Jason Leopold dari Aljazeera menerima terjemahan resmi buku harian milik Abu Zubaidah dari seorang mantan pejabat intelijen Amerika. Buku harian enam jilid yang ditulis selama 20 tahun itu ditemukan ketika Abu Zubaidah ditangkap pada 2002 di Pakistan. Bagi pejabat keamanan Amerika buku harian Abu Zbaidah merupakan sumber informasi yang sangat berharga untuk menemukan kelemahan mental dari tokoh yang menurut mereka memegang informasi penting rencana masa depan Al-Qaeda. Buku harian ini tidak hanya penting dari segi intelejen, karena isinya menunjukkan potret paling rinci dari kehidupan pribadi seorang mujahid berdedikasi yang pernah kita lihat. Isinya memperkuat kejelasan bahwa Amerika telah membuat kesalahan dasar yang signifikan dalam menghadapi peristiwa serangan 11 September 2001 dan menghadapi ancaman Islam radikal. Hani, nama panggilan Abu Zubaidah dalam keluarganya, adalah warga Palestina kelahiran Riyadh 12 Maret 1971. Anak ke 5 dari 10 bersaudara - 5 laki-laki dan 5 perempuan dari suami-istri Muhamad Abu Zubaidah (pengusaha kelas menengah dan guru bahasa Arab) dan Malikah;  Sang ayah ingin anak-anaknya memiliki kehidupan yang lebih baik dan menekankan pentingnya pendidikan. Hani dikuliahkan di Fakultas Teknik jurusan komputer di India. Menurut adiknya Hisham, Hani sehari-hari mengenakan bluejean yang merisaukan ayahnya, yang menginginkan anak-anaknya berpakaian tradisional Arab. Hani juga berbakat musik dan pelindung Hisyam dari kenakalan teman-temannya. "Hani adalah kakak yang baik," kata Hisyam. "Dia selalu ada ketika saya butuh pertolongan. Jika anak-anak lebih tua mulai mempermainkan saya waktu bermain sepak-bola, Hani datang menantang mereka. Hani selalu menekankan agar saya jangan mau dipermainkan orang lain.” Menurut  Hisyam, Hani tidak menunjukkan tanda-tanda ekstrimisme agama (Menurut versi Amerika dia termasuk pemuda Islam Saudi yang radikal). "Dia tidak pernah religius," kata Hisyam. "Dia suka merokok, bermain musik dan bersenang-senang." Hani lulus SMA dan meninggalkan Saudi pada umur 16 tahun dan sejak itu terpisah hingga kini. "Saya dan Hani adalah kambing hitam keluarga," kata Hisyam. "Semua saudara-saudara saya yang lain adalah dokter, profesor, psikolog. Aku tidak mampu bersaing dengan mereka." Ketika remaja Hani pernah pindah ke West-Bank bergabung dalam perjuangan melawan Israel. Abu Zubaidah telah bergabung dengan Taliban sebagai sejak awal 90-an, setelah mundurnya Soviet dari Afganistan dan tetap berada disana bersama Mujahidin melawan pemberontak komunis dan sisa-sisa mantan rezim Soviet, dan belakangan memimpin kamp pelatihan Al-Qaeda di Khalden Afganistan.

Tergantung orang menyebutnya, Teroris ataupun Mujahid, bukanlah superman, mereka bukan ahli taktik yang brilian atau prajurit yang sangat terlatih. Seringkali mereka adalah orang-orang sederhana yang berdebat dengan satu sama lain tetang hal-hal remeh, seperti terbaca dalam buku harian Hani. Tetapi Amerika menghadapinya secara all-out dengan biaya keuangan dan politik yang sangat besar.  Buku harian Hani mengungkapkan bahwa dia adalah seorang pria yang sangat anti Amerika, sekaligus menyenangi budaya Barat seperti music pop dan soft-drink. Setelah invasi AS ke Afghanistan 2001, Abu Zubaidah mencatat "Saya ingin melihat kejatuhan dan kehancuran Amerika dan Israel. Musuh-musuh Islam yang menduduki negeri kami, menghina bangsa kami, dan tdak menghargai agama kami.” Belum pernah terpikir dalam benak Amerika bahwa seorang penggemar Pepsi Cola dan lagu-lagu Barat bersedia melakukan tidakan yang begitu berani dan yakin disetujui oleh iman mereka. Ken Ballen, penasehat think tank Terror Free Tomorrow mengatakan: "Jika kita tidak mengerti apa yang memotivasi orang, bagaimana kita akan efektif berurusan dengan mereka? Jika kita dapat memahami, kita dapat menanggapi. Menyerbu Afganistan tidak sedikitpun mencegah serangan lebih lanjut. Perang Irak yang sangat mahal juga kontraproduktif.”

Hani sangat menyukai lagu-lagu Chris de Burgh, penyanyi Irlandia terutama lagu "The Lady in Red". Ia mengeluhkan bahwa lagu-lagu Chris membuatnya merasa haru – meskipun lembut dan indah tetapi membawa kesedihan dan kegelisahan jiwa, tulisnya pada 1990 dalam buku hariannya yang pertama. Hani juga penggemar film-film India. Ia menulis bahwa film Rambo III - di mana Sylvester Stallone bergabung dengan pasukan Afghanistan untuk melawan Soviet – adalah konyol.... saya tak kuat menawan tawa menonton film ini. Dia juga sering menulis tentang keluarganya dan kerinduan yang mendalam untuk mempunyai istri dan keluarga sendiri - sesuatu yang tidak sejajar dengan gairahnya mencari kesyahidan. Suatu kali ia membayangkan hidup berumah tangga, bermain dan menyayangi anaknya dan bahkan menamparnya bila perlu. “Ya! Menamparnya, kenapa tidak?" Pada tanggal 20 Maret 2002, Abu Zubaidah menulis catatan harian terakhirnya: "Tidak ada yang baru." Delapan hari kemudian, tepat pukul 2 pagi, CIA, FBI dan intelijen Pakistan menggerebek 14 rumah di Faisalabad, Pakistan, dan menangkap 52 tersangka, termasuk Abu Zubaidah.


Setelah bertahun-tahun Amerika melihat Abu Zubaidah sebagai tokoh utama bahkan orang nomor 3 dalam Al-Qaeda, pada 2007 CIA menyatakan menyadari bahwa Abu Zubaidah tidaklah signifikan: “Maaf, kami menemukan bahwa anda bukan Nomor 3, bukan mitra, bahkan bukan seorang pejuang," Menurut pengacara Brent Mickum dari The Guardian, ''Dia tidak pernah terbukti menjadi anggota Taliban atau Al-Qaeda ataupun menjadi anggota atau pendukung dari angkatan bersenjata yang bersekutu melawan Amerika.” Tidak menghargai kesahajaan mereka telah membuat Amerika salah membayangkan mereka yang sebenarnya. Jika anda membaca buku harian Abu Zubaidah, ternyata mereka adalah laki-laki biasa.