Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan

07/05/15

PILIH SEGERA! PERCAYA SOMAT ATAU TIDAK


PILIH SEGERA! PERCAYA SOMAT ATAU TIDAK
Oleh: Jum’an

Ada peribahasa Afrika yang mengatakan: Berhati-hatilah jika ada orang telanjang menawari anda baju! Orang yang tidak menghargai dirinya, mustahil akan mencintai orang lain! Mengapa tak dipakainya baju itu untuk menutupi auratnya sendiri. Artinya jangan percaya kepada niat baik yang sulit diterima akal sehat. Ada pula peribahasa: Jangan mempercayai wanita yang menjawab dengan jujur berapa umurnya. Wanita macam itu akan mengatakan apa saja kepada orang lain. Sudah biasa usia wanita adalah rahasia mereka. Mengapa harus diobral kepada orang lain kalau mengelak juga mudah dan aman? Wajar kalau kita kurang percaya kepada orang yang berperilaku menyimpang dari adat kebiasaan. Orang telanjang yang menawarkan baju dan wanita yang merahasiakan usianya mengingatkan kita bahwa tidak semua orang mudah dipercaya. Berprasangka baik adalah anjuran Rasulullah s.a.w, sebagai bekal untuk berinteraksi dengan orang lain. Selanjutnya akal sehat dan hati nurani kitalah yang akan menilainya. Kata pengarang Ernest Hemingway, cara terbaik untuk membuktikan seseorang bisa dipercaya atau tidak ialah dengan mempercayainya. Karena khianat baru terjadi sesudah ada kepercayaan lebih dahulu; atau orang cenderung bertindak jujur bila dipercaya. Bagaimanapun akhirnya kita harus memilih untuk mempercayai atau tidak mempercayai seseorang. Bila tidak kita akan terus merasa ragu dan curiga dalam menjalin hubungan, terutama dimana kepercayaaan merupakan syarat utama.

Keluarga saya menjadi tegang gara-gara perbedaan kepercayaan. Bukan kepercayaan Agama tetapi kepercayaan kepada seseorang montir. Beginilah nasib saya. Mobil tua terus dipelihara: mogok didorong, peot dikenteng, karatan didempul. Montir andalan kami seorang berperawakan kecil berwajah brewok bernama Somat. Satu-satunya montir yang saya kenal. Ia adalah langganan keponakan saya Po In selama bertahun-tahun sehingga saya yang baru belakangan memakai hanya numpang percaya. Tapi terbukti ia memang ahli mobil tua. Oli rembes, rem blong, mesin ngadat semua bisa diselesaikan dengan mudah. Ganti onderdil yang sudah jarang penjualnya dia tahu kemana mencarinya. Bila perlu dikikir sedikit agar pas masuknya. Ketrampilannya yang lengkap memudahkan ia mengambil keuntungan dari segala penjuru. Kadang-kadang selesai bekerja ia mengucapkan kata-kata bernada filsafat dengan gratis. Seperti ketika selesai memperbaiki pembuka jendela yang macet, ia mengingatkan saya supaya pelan-pelan memutarnya sambil berkata: Kalau mobil tua, kita harus mengikuti dia; kalau mobil baru, dia harus menuruti kita. Siapa yang bisa berkata begitu kalau bukan mereka yang berpelngalaman menggeluti mobil tua?

Somat memang kreatif dalam menjual ketrampilannya. Sambil menggarap order, dia selalu mnemukan kerusakan lain dan menayakan apakah mau diperbaiki juga. Saya bekali dia uang 500 ribu untuk membeli onderdil, ia tukar tambah 200 ribu dengan onderdil bekas yang masih bagus dan dikembalikannya yang 300 ribu. Katanya yang untuk Honda Civic th 90 sudah jarang ada. Cara begini jelas tidak transparan, manipulatif dan …., dilematis! Kalau diminta nota pembelian selalu lupa atau, tar dulu Pak, tangan saya sedang kotor tapi akhirnya tidak juga. Ketika saya tanyakan berapa ongkosnya ia bilang ini sisa tadi masih ada 50 Pak, tambah 100 lagi saja. Mobil pun rapih, garansi. Siapa lagi kalau bukan jasa Somat. Tetapi ia jelas meninggalkan tanda tanya yang sulit diawab: jujurkah dia, pantaskah ia kita percaya? Beberapa tahun saya meragukan kejujurannya: tetap meminta bantuanya tetapi dengan curiga dan diam-diam mengutuknya. Ini tidak sehat. Harus diakhiri, saya harus memilih percaya atau tidak percaya pada kejujuran Somat. Selanjutnya teruskan dengan ikhlas atau cari montir lain. Memangnya dia satu-satunya montir mobil di Jakarta?

Masalah yang terlalu lama dipendam, seperti bisul di pantat akan pecah sendiri.  Belum lama ini datang saatnya untuk kembali minta bantuan Somat. Menghidupkan aki yang mati karena dua hari kunci kontak tidak dicabut. Dari kantor saya tilpun kerumah, apakah Somat sudah selesai kerjanya. Ternyata belum, dia sedang menyewa aki penolong ke bengkel sambil membeli oli. Membeli oli? Siapa yang menyuruh, oli untuk apa? Katanya oli power steering tinggal sedikit perlu ditambah. Liciknya dia!  Saya naik darah sambil mengumpat. “Oke, turuti saja dia lalu bayar dan suruh pergi maling itu!” Saya pikir inilah saatnya memilih untuk tidak mempercayai Somat. Saya bertemu muka dengan dia tepat didepan rumah ketika saya pulang kantor dengan taksi dan dia baru selesai bekerja. Saya tanya ongkosnya berapa dan jawabnya: “Ini uang yang tadi (uang sewa aki dan beli oli) masih sisa lima puluh. Tambah 50 lagi saja Pak.” Ketika saya merogoh kantong ternyata dompet saya tidak ada. Saya segera sadar ketinggalan ditaksi sementara taksi itu sudah agak jauh. Somat lalu cepat-cepat lari dan masih dapat terkejar karena macet di ujung gang. Dalam dompet itu ada KTP, kartu kridit, kartu ATM dan uang lebih dari satu juta yang baru saya ambil dari ATM.


Setelah saling mengucapkan terima kasih, saya merenung meneteskan air mata. Orang yang baru saya sumpahi “maling” itu telah menyelamatkan saya! Isi dompet utuh, aki tok cer dan setir enteng karena oli power steering penuh. Alhamdulilah, astagfirullah. Saya memutuskan utuk mempercayai Somat dan saya terima ia apa adanya. Selama ada Somat, saya tidak akan minta bantuan sipapun! Po In bilang Somat memang jujur. Ia sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Tetapi anaknya tetap curiga. Ibunya memang terlalu mudah mempercayai orang dan sering tertipu! 

20/09/14

DOA SIAPA YANG TERKABUL DI CALIFORNIA?


DOA SIAPA YANG TERKABUL DI CALIFORNIA?
Oleh: Jum’an

2013 adalah tahun paling kering selama 4 abad terakhir di California. Waduk serbaguna Folsom yang menampung 1,25 milyar m3 air yang diandalkan sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik, sumber air minum, irigasi serta fasilitas rekreasi airnya menyusut hingga tinggal seperlimanya. Reruntuhan desa Mormon Island yang sengaja digenangi air bendungan 59 tahun yg lalu muncul kembali kepermukaan. Banyak prospektor amatir dengan menyandang metal detector mencari sisa-sisa barang logam yang berharga karena Mormon Island adalah daerah pertambangan emas pada tahun 1800-an. Karena kemarau yang makin mengkhawatirkan, penduduk wilayah Sacramento diminta untuk mencari cara-cara mengurangi penggunaan air mereka sebesar 20 persen. Banyak petunjuk praktis diberikan seperti mematikan kran saat menggosok gigi atau mencuci piring dapat menghemat sekitar 8 liter air per menit. Mandi lebih cepat satu menit berarti menghemat 10 liter air. Gunakan sapu untuk membersihkan halaman atau trotoar, jangan disemprot dengan air. Belum lagi peraturan penghemataan air untuk pertanian, pemeliharaan taman dan industri. Tetapi semuanya adalah upaya darurat karena solusi yang ditunggu-tunggu adalah turunnya hujan dari langit. Gereja-gereja di California meminta jemaat mereka untuk berpuasa dan berdoa dengan harapan Tuhan akan menurunkan hujan yang sangat mereka butuhkan. Demikan pula rumah-rumah peribadatan kaum Yahudi.

Umat Islam mengenal solat sunnah untuk memohon hujan yang disebut solat Istisqo. Ketika terjadi kemarau panjang dizaman nabi s.a.w dulu, saat beliau sedang berkhotbah jum’at diatas mimbar seorang sahabat bangkit berdiri dan menginterupsi: “Ya Rasulullah, harta benda kami telah musnah dan mata pencaharian terputus, berdoalah kepada Allah, agar Dia berkenan menurunkan hujan.” Hingga kini teladan rasulullah melaksanakan solat Istisqo tetap dipegang oleh umat Islam dimanapun. Bahkan para kiyai di desa-desa pun tahu benar syarat dan rukunnya. Tidak terkecuali umat Islam yang tinggal di Caifornia. Pada hari Sabtu yang cerah tanggal 1 Feb. 2014, lebih dari 1000 kaum muslimin dari San Fransisco Bay Area California berkumpul di alun-alun Almaeda County untuk menyelenggarakan solat Istisqo. Keesokan harinya, hari Minggu 2 Februari turun hujan terbesar di California pada tahun 2014 dan menjadi titik awal berakhirnya kemarau panjang di California. Sebelumnya, pada 11 Januari terjadi hujan rintik-rintik ketika sekitar 100 orang menyelenggarakan solat istisqo ditepi danau Folsom.  Meskipun mereka yakin bahwa turunnya hujan itu merupakan pengabulan atas doa mereka, dalam dunia modern dimana sains menjadi raja, banyak orang termasuk sebagian kaum muslimin, ragu dan bertanya-tanya apakah apakah solat istisqo itu direncanakan pada tanggal ketika ramalan cuaca sudah menunjukkan akan datangnya hujan. Menurut Imam Tahir Anwar rencana solat istisqo itu sudah diumumkan pada acara peringatan Maulid Nabi di Santa Clara pada 18 Jan 2014. Semula akan diadakan seminggu setelah maulid tetapi untuk menyesuaikan jadwal dengan Syekh Hamza Yusuf akhirnya diputuskan untuk diadakan pada 1 Februari. Jadi bukan disesuaikan dengan ramalan cuaca. Pada peringtan maulid itu juga telah dbagikan lebih dari 1000 lembar pamphlet berisi doa panjang memohon hujan kepada hadirin. Meskipun faktanya terjadi hujan lebat sehari setelah solat Istisqo itu, kita tidak pernah tahu alasan Allah mengabulkan, menolak atau mengundur pengabulan doa umatnya. Bahkan tidak tahu doa siapa yang dikabulkanNya.

Konon ketika Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah untuk menurunkan hujan atas desakan umatnya yang menderita karena musim kemarau yang berkepanjangan, Allah memberitahu bahwa Ia menahan hujan karena dosa satu orang. Nabi Musa a.s. lalu mengumpulkan ribuan orang dan berseru bahwa Allah telah menahan hujan karena salah seorang diantara mereka telah berbuat durhaka selama 40 tahun. Beliau minta agar orang itu keluar dan bertobat. Tetapi tak seorangpun yang tampil. Si pedurhaka menghadapai dilemma berat: kalau tampil ia akan sangat malu dan dikutuk orang banyak dan bila tidak, Allah pasti tidak akan menurunkan hujan. Ia pun bertobat diam-diam mohon ampun kepada Allah. Allah lalu mengampuninya dan hujanpun diturunkan.  Nabi Musa berkata: Ya Allah mengapa kau turunkan juga hujan padahal tak seorangpun yang unjuk diri? Allah pun memberitahu “Hai Musa, sesungguhnya Aku telah menutupi dosanya, dan engkau juga harus menutupi dosanya.”


Di California umat Islam berdoa, umat agama lainpun berdoa bahkan orang yang tak beragama serta hewan dan tanaman juga sangat mengharapkan turunnya hujan. Dan urusan mereka semua ada ditangan Allah. Urusan Dia lah doa siapa yang Ia jawab. Menurut Irfan Rydan yang meliput peristiwa solat Istisqo di alun-alum Almaeda, ada beberapa orang non-muslim yang ikut bergabung, termasuk seorang pria dengan anjingnya duduk di deretan paling belakang. Siapa yang tahu, kata Irfan, Allah kasihan terhadap anjing itu: Karena dalam doa itu mereka memohon Allah menurunkan hujan untuk tanaman dan hewan-hewan dan memohon agar Allah tidak menghukum mereka serta anak-anak yang tidak bersalah karena dosa-dosa kita. Dalam surat Al-Maidah ayat 48 Allah bersabda: “Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kamu semuanya kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan.” Jadi kita tidak usah ikut campur bagaimana liku-liku Allah mengurus makhlukNya.

05/01/14

NIKAH DINI BUKAN SUNAH NABI


NIKAH DINI BUKAN SUNAH NABI
Oleh: Jum’an

Batas usia nikah untuk perempuan, menurut UU Perkawinan No.1 Th.74 adalah 16 tahun dan untuk pria 19 tahun. Dalam Peraturan Menteri Agama No.11 th.2007, bila calon suami belum 19 tahun dan calon isteri belum 16 tahun, mereka harus mendapat dispensasi dari pengadilan. Jika calon suami dan dan calon isteri belum genap berusia 21 tahun, harus ada izin dari orang tua atau wali mereka. Bila keduanya sudah lewat 21 tahun, mereka bebas menikah tanpa izin orang tua masing-masing. Agar tidak membingungkan, intinya batas usia nikah perempuan di Indonesia adalah 16 dan laki-laki 19 tahun. Di India batas untuk prempuan adalah 18 tahun, pria 21 tahn. Orang Islam yang melanggar undang-undang itu baik di Indonesia maupun di India kebanyakan beralasan bahwa Nabi Muhammad juga menikahi Aisyah pada usia muda. Sementara kita tahu efek negatif dari pernikahan terlalu muda, untuk menghadapi alasan para pelanggar mungkin perlu diberikan keterangan yang lebih dapat mereka terima. Dibawah ini sebagian penjelasan dari Dr. Amina Wadud  Professor Emerita (pari-purna) Studi Islam dalam blognya yang berjudul “Early Marriage and Early Islam”  yang menjelaskan bahwa Sunah sebagai alasan utuk nikah dini adalah keliru. Bulan Oktober yang lalu, Sembilan Organisasi Islam di Kerala, India, dimana Dr. Amina tinggal, telah mengadakan pendekatan dengan Mahkamah Agung untuk dapat mengecualikan perempuan Muslim dari undang-undang yang mengatur usia perkawinan minimum. Menurut mereka, larangan  Pernikahan Anak 2006 yang berlaku sekarang, yang mengatur usia minimum 18 tahun untuk perempuan dan 21 th untuk laki-laki, melanggar hak dasar kaum Muslimin untuk mempraktekkan agama mereka.

India adalah negara berpenduduk lebih dari 1 miliar dengan tingkat kemiskinan sebesar 22%, negara terburuk ke-55 dalam angka kematian ibu (450 per 100.000), dan angka kematian bayi, 44-55 per 1000. Semua ini berhubugan langsung terhadap pernikahan anak (dini): kemiskinan, angka kematian ibu, dan dengan demikian kematian bayi secara langsung berkaitan dengan usia perkawinan nasional. Dengan demikian salah satu cara mengentaskan kemiskinan, menyelamatkan ibu, dan bayi adalah dengan mencegah perkawinan dini. Sejak diberlakukannya UU Perkawinan Anak di India pada 2006, angka kematian ibu dan bayi telah menurun dari tahun ketahun. Tetapi organisasi Islam di Kerala justru meminta Mahkamah Agung agar kaum muslimin dikecualikan karena "melanggar hak dasar untuk mempraktekkan agama mereka "! Mereka juga tidak memberikan bukti bahwa pernikahan anak adalah "fundamental" bagi agama kita, yang tanpanya akan "menghalangi" upaya kita untuk menjalankan agama. Karena tidak adanya bukti-bukti seperti itu Dr. Amina berusaha untuk menggambarkan secara obyektif proses sejarah dan budaya yang mungkin menyebabkan kesalah-pahaman seperti itu.

Cukup bukti bahwa salah satu istri Rasulullah berusia di bawah 18 ketika mereka menikah. Hal itu tidak aneh dan tidak aib disana pada waktu itu. “Ibu saya belum berusia 18 ketika menikah dengan ayah saya, dan terjadi pada abad 20 di Amerika yang Demokratis” tulis Dr. Amina. “Sementara saya mengakui bahwa ini memang terjadi, saya tidak menetapkan itu sebagai model untuk seterusnya. Yang ingin saya tunjuk adalah cara berfkir miring yang memaksakan bahwa peristiwa seperti ini merupakan model untuk seterusnya. Kita ambil contoh Rasulullah. Kita mengikuti Sunnah Rasul sebagai salah satu sumber utama hukum, etika dan perilaku. Sunnah artinya "perilaku normatif Nabi Muhammad saw.” Kita berkata, "normatif", karena Nabi juga dikenal mempunyai perilaku istimewa dalam praktek spiritualnya, ibadah, dan kedudukan sosial. Kekecualian ini tidak memiliki kekuatan pada masyarakat dan tidak pernah dikodekan menjadi undang-undang sebagai rekomendasi, persyaratan, ataupun "fundamental". Misalnya, Nabi menikah 9 kali. Semua, kecuali satu dari istri-istrinya sebelumnya pernah menikah, dan mengingat waktu di mana mereka tinggal, mereka cukup tua. Istri pertamanya, Khadijah, yang beliau nikahi pada saat ia menerima panggilan kenabian, adalah 15 tahun lebih tua darinya: Nabi 25, Khadijah 40. Pernikahan mereka berlangsung selama lebih dari 25 tahun, sampai Khadijah meninggal. Mereka menghasilkan empat anak perempuan yang hidup. Selama itu Nabi tetap melakukan monogami, meskipun kebiasaan poligami pada waktu itu sudah berjalan. Karena pernikahan ini adalah yang terpanjang bagi Nabi, mengapa bukan ini yang dijadikan standar kita mengukur normatif atau Sunnah?

Selain itu, semua istrinya, kecuali satu, adalah wanita yang lebih tua, sudah menikah sebelumnya, (baik bercerai atau janda). Karena itu, menjadikan pernikahan Nabi dg Aisyah yang masih muda sebagai preseden (kejadian awal dan dapat dipakai sbg contoh selajutnya) adalah jelas miring. Menurut Dr. Amina juga keji, memutar-balik citra Nabi, menghina nama Islam dan jelas berbahaya……. Syech Puji, ketahuilah itu!