29/03/14

JILBAB NINJA DAN JILBAB SEKULER


JILBAB NINJA DAN JILBAB SEKULER
Oleh: Jum’an

Ini untuk ketiga kalinya saya menulis pandangan orang tentang jilbab. Pertama berjudul Bagaimana Rasanya Tidak Pakai Jilbab, tentang pengalaman Nadia El-Awady dari Cairo, President World Federation of Science Journalist ketika mencoba tampil didepan umum tanpa jilbab yang sudah dikenakannya selama 25 tahun. Yang kedua Revolusi Jilbab Amerika, pandangan Profesor Leila Ahmad dari Univ. Harvard tentang “Revolusi Damai: Kebangkitan Jilbab, dari Timur Tengah sampai Amerika”.  Berikut ini tentang model jilbab yang disukai  orang dinegara-negara Arab dan Teluk Persia…… Anda ingat hadis Nabi ini: ”Allah tidak melihat wajah dan harta seseorang tetapi Dia melihat kepada hati dan perbuatannya?” Setidaknya itu berarti bahwa solat menghadap kepada-Nya tidak perlu berpakaian modis dan mahal. Cukup yang generik dan fungsional saja. Mungkin Rasulullah heran kalau tahu bahwa di Indonesia ada puluhan model mukena: mukena Bali, mukena Abaya, mukena Parasut, Mukena Bordir dan masih banyak lagi. Kalau mukena saja banyak modelnya, apalagi jilbab yang dikenakan muslimat sehari-hari didepan umum. Pantas kalau kita bertanya mana diantara model-model jibab yang dianggap paling pantas oleh masyarakat. Lembaga Penelitias Masyarakat Universitas Michigan AS telah melakukan survey tentang jilbab (niqab, hijab, burqa) di tujuh Negara mayoritas Muslim yaitu Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Tunisia, Irak, Lebanon, dan Turki. Survey dilakukan 2011-2013, dengan jumlah responden masing-masing Negara antara 3000-3500 orang kecuali Saudi Arabia 2000 orang. Survei ini mengajukan pertanyaan tentang jilbab dari penilaian visual saja. Setiap responden diberi kartu dengan enam gambar wanita berjilbab dan diminta memilih mana yang paling tepat untuk dipakai ditempat umum.

Ke-enam model itu adalah no.1 jilbab yang sering dipakai di Afganistan, no.2 yang populer di Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lainnya, no.3 model yang dianjurkan oleh penganut Syi'ah dan koservatif di Iran, Irak, dan Lebanon. No.4 dan no.5 model yang dianggap paling sesuai oleh perempuan Muslim modern di Iran dan Turki. Ada juga pilihan untuk wanita tidak memakai jilbab sama sekali (no. 6) yang menjadi pilihan wanita sekuler di kawasan itu.
Secara keseluruhan, sebagian besar responden menganggap tampilan no.4 yang rambut dan telinganya tertutup oleh jilbab warna putih, adalah yang paling tepat untuk dpakai ditempat umum, termasuk 57% respondenTunisia, 52% Mesir, 46% Turki, 44% Irak. Di Irak dan Mesir, tampilan no. 3 yang rambut dan telinga tertutup oleh jilbab berwarna hitam adalah pilihan yang paling populer kedua. Di Pakistan, 30% memilih  model jilbab no.2 yang hanya nampak mata seperti pakaian ninja, 31% memilih jilbab no.3 sedang 24% memilih jilbab no.4. Di Arab Saudi, 63% memilih model no.2 yaitu jilbab hitam yang hanya nampak mata, sementara sekitar 10% mengatakan bahwa jilbab no.1 adalah gaya yang paling tepat dan 10% lainnya memilih no.4 yaitu jilbab putih dg rambut dan telinga tertutup dan wajah terbuka. Disisi lain hampir setengah (49%) responden Libanon  dan 32% responden Turki serta 15% responden Tunisia setuju untuk wanita tampil di depan umum tanpa penutup kepala sama sekali. Ini mungkin karena 27% responden Lebanon beragama Kristen. Survey ini juga meneliti tanggapan terhadap pertanyaan, "Apakah seharusnya wanita berhak memilih pakaian mereka sendiri?" Jawaban yang setuju adalah 56% responden Tunisia, 52% Turki, 49% Libanon, 47% Saudi, 27% Iraq, 22% Pakistan dan 14% Mesir. Survey ini tidak menanyakan norma-norma apa menurut para responden yang membuat para wanita itu memilih memakai jilbab yang lebih konservatif atau kurang konservatif di depan umum. Norma-norma sosial, budaya atau agama. Informasi demografis, termasuk jenis kelamin dari para responden dapat dilihat pada (hal. 15) disini. 

Tanpa maksud menggurui, membaca tulisan tentang hasil survey secara sekilas mudah menyesatkan dan mengundang pertanyaan.  Survey jilbab yang dimuat di Huffington Post dan Pew Reseach Center ini telah mengundang masing-masing 386 dan 462 komentar yang sangat beragam termasuk yang meragukan validitasnya, sampai seperti yang disampaikan oleh seorang wanita bernama Ayesha ini: “Saya adalah pemakai jilbab no. 2 dalam gambar. Saya selalu memakainya setiap keluar rumah. Kebetulan keluarga saya perempuan semua.Tak ada laki-laki manapun yang mengatur apa yang harus saya lakukan. Sayalah perempuan berjilbab sukarela . Saya suka jilbab, saya merasa aman dan terhormat memakainya. Saya tidak merasa diawasi orang. Memakai jilbab tak menghalangi saya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi atau dari mendapatkan nilai A . Mengapa anda tidak percaya bahwa pemakai jilbab sejati merasa senang dengan jilbab mereka? Saya tak merasa diperintah oleh siapapun, saya hanya merasa diperintah oleh Allah …. Jilbab justru mengingatkan saya bahwa orang 'didalamnya' penting . Kita begitu terpaku oleh wajah, materi, dan citra permukaan – melupakan yang penting dan yang tidak. Hanya Allah yang tahu mana yang terbaik….”

23/03/14

TINGKAT PENDAPATAN DAN GANGGUAN JIWA


TINGKAT PENDAPATAN DAN GANGGUAN JIWA
Oleh: Jum’an

Dalam Deret Volta unsur-unsur logam disusun menurut reaktifitas atau kemudahannya mengalami oksidasi. Yang lebih reaktif ditempatkan disebelah kiri, yang kurang reaktif disebelah kanan. Diujung kiri unsur Lithium dilanjutkan dengan unsur-unsur lain yang lebih mulia (noble) yang tidak mudah teroksidasi sampai ke ujung kanan yaitu platina, perak dan emas yang terkenal sebagai logam mulia yang tahan karat. Bila dua logam yang berbeda dihubungkan (pipa air dari besi dan kran dari tembaga misalnya) maka besi itu akan termakan (berkarat), karena besi terletak jauh disebelah kiri dari tembaga dalam deret Volta. Makin jauh jarak (kemuliaan) antara dua logam dalam deret Volta, makin parah korosi yang terjadi bila berhubungan. Korosi akan merusak dan mengurangi kekuatan logam….. Sementara itu dalam ranah yang berbeda Richard Wilkinson dari think-tank Equality Trust  menyatakan bahwa ketidak-merataan pendapatan dalam masyarakat bukan saja menyebabkan korosi sosial dan memecah-belah, tetapi juga merusak jiwa perseorangan.  Banyak gejala sosial yang sejalan dengan fenomena alam seperti hierarki masyarakat dan susunan unsur-unsur dalam deret Volta ini.

Kesenjangan pendapatan yang jauh antara kelas menengah dan kelas atas di AS bukanlah sesuatu yang khas, tapi merupakan bagian dari fenomena global. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) menyimpulkan bahwa ketimpangan pendapatan memang meningkat di sebagian besar negara maju. Menurut prediksi, seharusnya ketika suatu bangsa menjadi lebih kaya, ketimpangan pendapatan awalnya akan naik dan kemudian menurun. Ketidakseimbangan akan meningkat ketika buruh tani yang berpenghasilan rendah beralih ke pekerjaan industri dengan pembayaran lebih tinggi. Tetapi kenyataan tidak demikian. Dalam 25 tahun terakhir, ketidakmerataan pendapatan terus meningkat tanpa alasan yang jelas. Menurut OECD mungkin karena makin banyaknya orang yang bekerja sambilan, orang-orang kaya yang menanam modal, dan bahkan pernikahan antar orang kaya sehingga melipat duakan kekayaan mereka. Menurut Kentaro Toyama dari Universitas California, alasan yang dominan adalah terjadinya transisi lanjutan dari pekerjaan industri dengan keterampilan rendah ke pekerjaan pengetahuan dengan keterampilan dan pembayaran yang lebih tinggi lagi. Celakanya transisi ini terjebak - krena biaya pendidikan naik, keluarga berpendapatan rendah tidak dapat memperoleh pendidikan yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan. Ketidakmerataan itu asli tumbuh dari kapitalisme yang tak terkekang. Menurut Kentaro, ketimpangan pendapatan di seluruh dunia adalah bukti kegagalan Kapitalisme.

Kecenderungan kita untuk mensejajarkan kekayaan harta dengan kenyamanan batin, mempengaruhi cara kita melihat dan memperlakukan satu sama lain. Perasaan menang dan kalah, siapa yang unggul siapa dibawah. Bukti menunjukkan bahwa di negara maju, penyakit mental berat dan ringan, tiga kali lebih umum di masyarakat dimana ketidakmerataan pendapatan antara kaya dan miskin lebih besar. Kajian juga menunjukkan bahwa depresi lebih umum di negara-negara bagian Amerika dengan ketimpangan pendapatan yang lebih besar. Data dari 100 lebih survei di 26 negara, menemukan bahwa gangguan skizofrenia tiga kali lebih umum di masyarakat yang lebih tidak merata pendapatannya dibanding yang lebih merata.

Penelitian Sheri L. Johnson (2012) psikolog di Univ. Berkeley menyimpulkan bahwa gangguan jiwa seperti mania dan narsisme terkait dengan perjuangan kita demi status dan dominasi, sementara gangguan seperti kecemasan dan depresi merupakan reaksi terhadap pengalaman ketergantungan. Narsisme dan mania akan lebih umum di bagian atas hirarki sosial, depresi dan kecemasan akan terjadi lebih sering di bagian bawah. Salah satu akibat utama dari perbedaan pendapatan antara kaya dan miskin yang terlalu besar adalah makin intensifnya isu dominasi dan ketergantungan, dan perasaan tinggi diri dan rendah diri. Ketidakmerataan tak hanya memperparah tetapi juga memperluas masalah. Studi baru para peneliti menunjukkan, dari 34.000 orang di 31 negara menunjukkan bahwa di negara-negara dengan perbedaan pendapatan yang lebih besar, kecemasan akan status adalah lebih umum pada semua tingkatan dalam hierarki sosial. Studi internasional lain (2011) menemukan khusus bahwa kebiasaan meninggikan atau membesarkan diri – kecenderungan untuk membesar-besarkan pandangan sendiri - terjadi jauh lebih sering pada masyarakat yang lebih tidak merata pendapatannya.


Penelitian psikolog di AS menunjukkan, tingkat narsisme naik pesat dari 1980-an akhir, yang nampaknya mengacu kepada peningkatan ketidaksetaraan. Ketika perbedaan materiil yang lebih besar meningkatkan kesenjangan sosial, perasaan superioritas dan inferioritas meningkat. Singkatnya, naiknya ketidak-merataan pendapatan membuat kita  gelisah tentang citra dan bagaimana kita dilihat oleh orang lain. Kita terpaksa menjadi orang yang kurang baik dan kurang bahagia dalam masyarakat yang terlalu taksetara karena ketidaksetaraan yang lebih besar melipat duakan kecemasan kita akan status, merusak kesehatan mental dan mengaburkan kepribadian kita - di manapun kedudukan sosial kita.

11/03/14

WANITA BERNAS: NOOR INAYAT KHAN


WANITA BERNAS: NOOR INAYAT KHAN
OLeh: Jum’an

Pada 8 Nov. 2012, Princess Anne dari Inggris meresmikan patung Noor Inayat Khan, seorang wanita Islam asal India di Gordon Square dipusat kota London. Almarhumah tewas dieksekusi di kamp konsentrasi Dachau-Jerman oleh Gestapo, bulan September 1944 pada usia 30 tahun. Perdana Menteri Inggris David Cameron memuji Noor sebagai wanita penuh keberanian, ketabahan tak tertaklukkan dan pengorbanan diri yang inspirasional. Noor Inayat Khan mendapat Penghargaan George Cross secara anumerta dari Pemerintah Inggris dan Croix de Guerre dari Perancis atas pengorbanannya untuk kedua negeri itu pada Perang Dunia II. Noor-un-nisa binti Inayat Khan (1914 - 1944) adalah anak sulung 4 bersaudara; ketiga adiknya Vilayat, Hidayat dan Khair-un-Nisa. Ayahnya, Hazrat Inayat Khan seorang keturunan Sultan Tippu, penguasa Muslim abad ke-18 dari India Selatan yang terkenal sebagai "Tiger of Mysore". Hazrat Inayat Khan berprofesi sebagai musisi (Ia adalah cucu dari Maula Bakhsh, seorang darwis dan dikenal sebagai Beethoven dari Idia) dan guru Tasawuf Suni. Ibu Noor, Ora Ray Baker (Begum Sharada Ameena Begum), adalah wanita Amerika berdarah Inggris yang bertemu dan menikah dengan Inayat Khan selama perjalanannya di Amerika. Inayat Khan lahir tahun 1882, datang ke Amerika pada 1910 dengan misi meyebarkan ajaran tasawuf.  Ia mengadakan pagelaran musik dan ceramah tasawuf diberbagai tempat selama 4 tahun, kemudian tinggal di London, Inggris sampai 1920. Noour-un-nisa lahir di Moskow ketika Inayat Khan dan isterinya diundang oleh Tsar Nicholas II ke Rusia, tetapi tidak tinggal lama karena berkobarnya revolusi Bolshevik. Pemerintah Inggris mencurigai Inayat Khan, yang merupakan teman dari Nehru dan Gandhi dan seorang nasionalis yang kuat, sehingga keluarga itu pindah ke Prancis. Mereka menetap di Suresnes, pinggiran kota Paris di rumah pemberian seorang dermawan. Rumah itu disebut Fazal Manzil atau Rumah Berkah. Disinilah Noor-un-nisa menghabiskan sebagian besar hidupnya. Inayat Khan meninggal di India 1927 pada usia 45 tahun.

Dengan warisan genetik Timur dan Barat, darah ningrat, jiwa seniman dan sufi, Noor adalah anak ‘pilihan’. Dia sangat berkesan dihati semua orang yang ditemuinya, dari pertemuan masa kecilnya dengan murid-murid ayahnya, sampai kepada interogator Nazi yang menghancurkan tubuhnya, tapi tidak bisa mematahkan semangatnya. Pir Vilayat adiknya, pimpinan Sufi Order International (meninggal 2004) mengisahkan: Noor begitu disayang oleh teman-teman sekolahnya sehingga mereka memilihnya untuk menerima penghargaan "sahabat yang baik." Ia adalah anak perempuan yang tenang, pemalu, perasa dan pelamun. Orang hampir tak percaya bahwa ibunya adalah seorang Amerika berambut pirang dengan mata biru. Ketika berusia 12 tahun, setelah kematian ayahnya, ia mengambil tanggung jawab merawat ibunya yang jatuh sakit karena duka dan ketiga adiknya. Semua yang mengenalnya menaruh hormat yang mendalam mungkin karena ia sangat peduli.

Noor masuk ke Unversitas Sorbonne mendalami ilmu psikologi anak dan belajar musik di Conservatory Paris, mencipta untuk harpa dan piano. Ia menjadi penulis puisi dan buku serta majalah anak-anak yang sukses dan memimpin program anak-anak di Radio Paris. Ketika Jerman menduduki Perancis pada 1940, keluarganya berpindah ke Inggris. Noor dan adiknya Vilayat sepakat bahwa adalah jahat untuk sekedar berdiri dan menonton kekejaman Nazi, meskipun sebagai penganut Sufi dan pengikut Mahatma Gandhi mereka percaya pada anti-kekerasan. Kata Noor “Saya harus melakukan sesuatu tapi saya tidak ingin membunuh siapa pun”. Noor menjadi relawan Angkatan Udara Cadangan sebagai operator radio wireless dan direkrut oleh Special Operations Executive (SOE) dan diterjunkan di belakang garis musuh di Paris. Prestasinya dimasa damai, bahasa Perancis yg sempurna dan keakrabannya dengan Paris, bersama dengan telinga yang baik dan jari-jari yang cekatan, menjadi aset penting dimasa perang. Selama beberapa bulan, pemain harpa yg lembut Noor dilatih sebagai agen rahasia termasuk pelatihan senjata. Para instruktur meragukan kemampuannya; Noor terbukti lemah, terlalu kaku, emosional dan takut memegang senjata. Lagi pula kepribadiannya tidak stabil dan kurang cerdas disamping parasnya yang eksotis membuatnya lebih rentan untuk ditangkap Gestapo. Kemampuannya untuk kerja lapangan diragukan.

Tapi keberanian dan tekad Noor melebihi kekurangannya, dan mereka mengirimnya ke Prancis dengan bekal paspor palsu, satu set radio, sedikit uang franc dan sebuah pistol, bahkan sebelum masa trainingnya selesai. Disana ia bekerja dalam bahaya setiap saat  sebagai satu-satunya operator radio wanita, memata-matai dan melaporkan gerakan Jerman. Meskipun jaringan mata-mata itu berantakan, Noor tetap di Perancis selama tiga bulan, terus mengirimkan informasi ke markas SOE di Inggris. Luar biasa, gadis itu berhasil menghindari kejaran Gestapo selama berbulan-bulan, bersepeda, dengan pemancar di belakangnya, dari satu persembunyian ke persembunyian lainnya. Selama PD II ia dikenal dengan keberaniannya sebagai salah satu pahlawan Perlawanan Perancis. Noor tertangkap Gestapo pada Oktobber 1943, setelah diduga dikhianati oleh adik dari rekannya. Ia beberapa kali mencoba melarikan diri tetapi gagal. Selama 10 bulan dia ditahan dibelenggu tangan dan kaki, disiksa dan kelaparan tanpa sedikitpun membocorkan misinya; iapun dikirim ke kamp konsentrasi Dachau, ditembak mati pada 13 September 1944. Direktur penjara Pforzheim bersaksi setelah perang bahwa Noor tetap tidak kooperatif dan terus menolak untuk memberikan informasi apapun tetang pekerjaan atau siapa rekan-rekannya, meskipun tahanan lain sering mendengarnya menangis di malam hari. Josef Kieffer komandan Gestapo di Paris, ketika diadili mengakui sangat terkesan oleh keberanian Noor. Sambil menagis  ia mengatakan: "Jerman tidak memperoleh apa-apa dari dia. Bahkan namanya yang sebenarnya pun tidak". Pada hari naas itu, Noor ditelanjangi, dipukuli dengan kejam sekujur tubuhnya. Dia tidak menangis, tidak mengatakan apa-apa. Ketika penyiksanya bosan dan gadis itu  berlumuran darah, disuruhnya Noor berlutut dan ditembak kepalanya dari belakang.

Rahasia di balik keberanian Noor adalah kekuatan spiritual terinspirasi oleh ajaran sufi ayahnya, Hazrat Inayat Khan. Idealisme spiritual dalam tindakan, bukan hanya dalam kata-kata. Namun, di tengah tindakan terbesarnya ia merasa takut, yang menjadikan keberanian ekstrimnya lebih luar biasa. Ini seharusnya memberi semangat kepada mereka yang takut menjadi pengecut saat diuji. Menurut Sufi Journal, Hazrat Noor-un-nisa Inayat Khan adalah salah seorang pengamal futuwwah (semangat ksatria) yang paling diterangi. Dikalangan sufi, futuwwah berarti tingkah laku terpuji yang mengikuti teladan nabi, wali, orang-orang bijak serta para shahabat nabi dan kekasih Allah SWT. Kepada almarhumah diberikan kehormatan yg jarang diberikan kepada seorang sufi yang belum pernah memimpin sebuah tarekat. Ia menyandang sebutan Putri Tasawuf (Daughter of Sufism). Kesyahidan Noor terukir pada salah satu dinding museum yang sekarang didirikan di Dachau. Sebuah Balai Sufi juga dibangun di Suresnes dengan nama  Khankah Noor Inayat untuk menghormatinya. Setiap tanggal 14 Juli (Hari Revolusi Perancis) band militer Perancis selalu memainkan lagu-lagu kepahlawanan di Fazal Manzil – “Rumah Berkah” Noor di Suresnes . Allah yarhamha…



25/02/14

BELUM ADA UNTA JINAK DI ISRAEL


BELUM ADA UNTA JINAK DI ISRAEL

Oleh: Jum’an

Dalam Kitab Kejadian 24, bagian dari Perjanjian Lama (Injil Ibrani) diceritakan bahwa suatu ketika Abraham (Nabi Ibrahim a.s.) mengutus hambanya untuk mencarikan jodoh bagi puteranya Ishak. Kemudian hamba itu berangkat, dengan membawa 10 unta tuannya sarat dengan muatan segala barang-barang berharga. Ia pun berangkat menuju ke Aram-Mesopotamia dan berjalan ke kota Nahor. Dia menyuruh unta-unta itu berhenti dekat sumur di luar kota, pada waktu itu petang hari, ketika perempuan-perempuan keluar untuk menimba air…… dst. Ada 21 referensi  tentang unta dlm Kitab Kejadian (Genesis). Unta digambarkan dalam kisah-kisah Perjanjian Lama tentang Ibrahim, Yusuf dan Yakub sebagai hewan peliharaan (jinak) untuk kendaraan dan pembambawa muatan. Meskipun tidak ada bukti arkeologi dari kehidupan zaman Ibrahim, banyak orang dlm komunitas ilmiah dan agama,  berdasarkan petunjuk ayat-ayat Injil, informasi arkeologi dari situs-situs di Irak, serta prasasti dari Syria memperkirakan Nabi Ibrahim hidup antara 2000 dan 1500 tahun sebelum Masehi.

Dr. Erez Ben-Yosef dan Dr. Lidar Sapir-Hen, dua orang ahli arkeo-zoologi dari Universitas Tel Aviv telah mengadakan penelitian dengan menggunakan metode pelacak umur radiokarbon (radiocarbon dating) dan berkesimpulan bahwa unta pelihaaraan (unta jinak) baru dikenal di Israel pada sepertiga terakhir abad ke-10 SM, ber abad-abad sesudah zaman Nabi Ibrahim sebagaimana yang disebut dalam Perjanjian Lama. Kedua arkeolog itu telah mengadakan ekskavasi di Lembah Araba di Israel dan di Wadi Finan di Yordania untuk mencari tulang unta, yang dapat ditentukan umurnya menggunakan teknik radiokarbon. Dr Sapir-Hen dapat membedakan tulang unta peliharaan dari unta liar dengan ciri tulang kaki yang menebal karena terbiasa membawa beban berat. Para arkeolog mengatakan bahwa unta mula-mula mungkin dijinakkan di Semenanjung Arab dan dibawa oleh bangsa Mesir ketika mengeksploitasi sumber tembaga di lembah Araba dan memperkenalkan unta sebagai pengangkut beban. Sebelumnya, orang-orang di wilayah ini bergantung pada bagal dan keledai sebagai pengangkut beban mereka. Hasil penelitian yang diterbitkan akhir tahun lalu di dalam Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University itu sangat merisaukan bagi kaum Yahudi Israel serta mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Pertama karena penelitian ini menunjukkan ketidak-cocokan (anakroni) antara isi Perjanjian Lama dengan sejarah dan sekaligus membuktikan bahwa Injil Ibrani itu ditulis berabad-abad setelah kejadian itu diceritakan. (Menempatkan unta dalam kisah Abrahim sama tidak-nyambungnya dengan menceritakan Robin Hood mengendarai mobil balap). Ada pula yang menuliskan Perjanjian Lama tidak akurat dan bertentangan dengan bukti sejarah…, bukti kekeliruan Bible…, bahwa unta-unta dalam kisah Ibrahim adalah karangan dan fiktif…, dan menjadi titik balik dalam hubungan Israel dengan seluruh dunia.

Bila hasil penelitian itu benar, berarti gagasan tentang “negri yang dijanjikan” yang menjadi andalan eksistensi serta hak Israel untuk menduduki tanah Palestina, menjadi diragukan. Jelas itu membuat kaum fundamentalis Yahudi marah. Kisah tentang Ibrahim dan penyebutan unta dalam Perjanjian Lama yang dipercayai fiktif dan rekaan ternyata menjadi masalah bagi Zionisme! Menurut The Guardian, orang lain telah mengetahuil selama puluhan tahun bahwa kebenaran sejarah Perjanjian Lama lebih rendah daripada nilai sejarah dari Al-Qur'an. Dr Robert Harris, Professor pada Seminari Teologi Yahudi (JTS) New York, mengatakan hasil penelitian ini tidak mengejutkan bagi komunitas teologis. Kami dikalangan dalam sudah lama mengetahui kenyataan seperti itu. Ini hanyalah salah satu dari banyak anakroni dalam Bible, tetapi ini tidak mengurangi kesucian, karena Bible merupakan sumber spiritual, bukan  sumber sejarah. William G. Dever arkeolog Amerika dengan spesialisasi Sejarah Israel kuno menyatakan: Menurut saya kisah-kisah Bible memang 'cerita,' sering bersifat khayalan dan propaganda, tetapi di sana sini mengandung beberapa informasi sejarah yang valid. Arkeologi harus mampu mengkonfirmasi dan juga membantah cerita-cerita dalam Bible. Beberapa diantaranya benar-benar terjadi, tetapi yang lain-lain tidak. Narasi tentang Abraham, Musa, Solomon mungkin mencerminkan kenangan sejarah, tapi gambaran Bible yang berlebihan tidak realistis dan bertentangan dengan bukti arkeologi. Dr. Noam Mizrahi, sarjana Injil Ibrani dari Universitas Tel Aviv mengatakan, orang harus berhati-hati untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa temuan arkeologi baru secara otomatis menyangkal nilai sejarah dari cerita-cerita Alkitab. Kisah tentang unta zaman Abraham ini harus diartikan sebagai kilas balik dari periode yang jauh lebih kini.

Nabi Ibrahim a.s. adalah tokoh yang dihormati dan diakui oleh ketiga agama samawi Islam, Nasrani dan Yahudi sebagai Bapak Monotheisme. Nama Ibrahim a.s. disebut dalam lebih dari 20 Surat dalam Al-Qur’an, dan sebuah surat tersendiri bernama Surat Ibrahim. Saya yakin akan kebenaran isi Al-Qur’an sebagai, “hudal-linnas (petunjuk bagi manusia) dan Rasulullah  diutus “liutammima makarimal akhlak” (untuk meneyempurnakan akhlak). Saya pernah menterjemahkan “Sejarah Geografi Qur’an” karya Sayid Muzaffarudin Nadvi (Pustaka Firdaus), tetapi belum pernah membaca pembahasan tentang bukti-bukti arkeologi Qur’an. Mungkin blog tentang “Fakta Sejarah dalam Al-Qur'an ini memberikan sedikit gambaran tentang nilai kesejarahan Al-Qur’an. Wallohu a’lam bissawab.

Sumber-sumber:

  1. Camel archaeology contradicts the Bible
  2. Camel bones suggest error in Bible, archaeologists say
  3. Camels Had No Business in Genesis
  4. Domesticated Camels Came to Israel in 930 B.C., Centuries Later Than Bible Says
  5. Finding Israel's First Camels
  6. How the camel disproved the Bible as literal truth
  7. Oldest Camel Bones Undergo Carbon Dating, ‘Direct Proof’ Bible Was Written Centuries After Events Described
  8. The Bible Is Inaccurate And Camels Prove It, Archaeologists Claim
  9. The Old Testament's made-up camels are a problem for Zionism!

12/02/14

PRESIDEN SBY DAN ILMU SIHIR


PRESIDEN SBY DAN ILMU SIHIR
Oleh: Jum’an

Suatu pagi pada hari Minggu sebelum Pemilu 2009, Ibu Negara Ani Yudoyono sedang duduk-duduk membaca majalah diruang tamu dirumahnya di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor sementara Presiden SBY sedang sibuk diperpustakaan.Tiba-tiba Ibu Ani menjerit dan memanggil suaminya. SBY berlari untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata ada asap hitam tebal mengambang dibawah langit-langit, mencoba memasuki kamar SBY. SBY kemudian meminta semua orang yang ada untuk berdoa untuk minta pertolongan Allah. Ia menutup pintu kamarnya tetapi membiarkan pintu-pintu yang lain terbuka lebar. Asap yang berputar-putar itu akhirnya bergerak menuju keluar rumah. "Alhamdulillah. Keluarga saya selamat. Kejadian itu seperti film horror. Tapi ini benar-benar terjadi. Itu nyata" kata SBY dalam bukunya “Selalu Ada Pilihan” dalam bab yang berjudul "Ancaman kepada Presiden dapat mencapai tingkat pembunuhan”. Kisah SBY hampir menjadi korban ilmu sihir diatas muncul dalam beberapa website Luar Negri dengan judul “Presiden SBY mengakui percaya pada Ilmu Sihir (witchcraft). Mungkin karena ilmu sihir, black magic, klenik dan mistik saling berdekatan, berita itu merembet dengan menceritakan bahwa alasan mengapa SBY memilih tinggal di Cikeas adalah karena Istana Negara dianggapnya angker; hanya Presiden Sukarno dan Presiden Abdurrahaman Wahid yang pernah tinggal disana. Bahkan menurut WikiLeaks, pada September 2010, SBY mangkir dari pertemuan AS dan para pimpinan ASEAN yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, karena desas-desus ilmu hitam yang menghantui ruangan gedung pertemuan yang digunakan.

Sihir dilarang dalam Islam. Tetapi banyak dilakukan orang di Indonesia. Banyak orang, termasuk para pemimpin, meminta bantuan peramal untuk melacarkan dengan karir, memperoleh kekayaan dan urusan perjodohan. Tetapi seorang Presiden menceritakan kisah seperti ini kepada publik, belum pernah terjadi sebelumnya. Dikatakan bahwa SBY mungkin merupakan Presiden Indonesia pertama yang mengakui secara terbuka bahwa ia percaya pada ilmu sihir. Sebuah survey tahun 2012 oleh Pew Research Center, yaitu sebuah think-tank Amerika yang melakukan berbagai penelitian pendapat publik untuk memahami sikap dunia terhadap berbagai isu) menunjukkan bahwa 69 % Muslim Indonesia percaya ilmu sihir adalah nyata. Permistikan diantara para pemimpin dunia bukannya tidak sering terdengar. Nancy Reagan yang diduga sangat berpengaruh terhadap suaminya di Gedung Putin, terkenal selalu berkonsultasi dengan seorang peramal. Lebih-lebih di negeri voodoo Haiti. Tetapi pernyataan seperti yang dilakukan SBY manimbulkan pertanyaan yang menarik, misalnya bagaimana kepercayaannya terhadap dunia mistik mempengaruhi bagaimana ia memerintah Negara.

Kepedulian SBY terhadap ilmu sihir tercermin dalam rencana perubahan KUHP dan KUHAP yang telah diajukan oleh Pemerintah. Salah satu pasal dalam RUU itu menyatakan bahwa menggunakan ilmu hitam yang menyebabkan seseorang menderita sakit, penderitaan fisik atau mental diancam hukuman lima tahun penjara atau denda sebesar 300 juta rupiah. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang menginformasikan, mendorong atau menawarkan layanan sihir kepada orang lain. Pasal ini dimaksudkan untuk mengatasi kecemasan masyarakat tentang ilmu hitam yang sulit untuk dapat dibuktikan di depan hukum dan untuk mencegah dan mengakhiri main hakim sendiri terhadap seseorang yang diduga mempraktekkan ilmu sihir atau ilmu hitam.

Presiden SBY tidak sendirian dalam upaya untuk melarang penggunaan sihir di negaranya, tahun lalu Mohammed Buqais, seorang anggota Parlemen Bahrain, mengkritik pemerintah negaranya karena tidak berbuat lebih banyak untuk mendidik tentang bahaya ilmu hitam dan sihir. Bugais mengatakan kepada The Gulf Daily News: "Saya belajar di sekolah selama 12 tahun dan bekerja sebagai guru selama 15 tahun, tapi tidak pernah menjumpai subjek yang membahas ilmu sihir atau guna-guna.... Ini berarti pemerintah gagal untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya." Menjelang Pemilu 20014 Presiden SBY sekali lagi mengingatkan bahaya ilmu sihir dihadapan tiga ribu jamaah dzikir dan pengajian di Cikeas. Beliau menyimpulkan: “Tidak ada yang lebih tepat untuk mengalahkan ilmu sihir, kecuali dzikir”. Dengar dan saksikan sendiri disini!


01/02/14

KITA DAN FUNDAMENTALIS AMERIKA


KITA DAN FUNDAMENTALIS AMERIKA
Oleh: Jum’an

Barna Group, sebuah perusahaan survey Kristen Injili di California dan American Bible Study (ABS) melakukan penelitian terhadap 100 kota di AS, dan memperingkatnya menurut “Bible-mindedness” mereka, yaitu seberapa sering responden membaca Bible dan seberapa akurat kitab suci itu menurut pikiran mereka. Data-data didasarkan pada wawancara telepon dan online dengan 46.000 lebih sampel acak orang dewasa, selama 7 tahun sampai dengan Agustus 2013. ABS mencantumkan 10 kota paling Bible-minded diantaranya Chattanooga di Tennesee dan Jackson di Mississippi. Sedangkan 10 kota paling tidak Bible-minded diantaranya Providence (Rhode Island) dan Portland (Maine). Hasil penelitian ini banyak mendapat komentar dan tanggapan. Salah satu diantaranya dari James Peron, presiden Moorfield Storey Institute, sebuah think-tank independen yang berjudul “Bible-mindedness, Morality and Crime” . Ia menghubungkan hasil survey Barna Group dan ABS dengan tingkat kejahatan dari ke 20 kota tersebut untuk melihat aspek praktisnya dalam kehidupan. Menurut Peron, penelitian Barna Group dan ABS dapat dikatakan memberikan gambaran kota-kota yang paling banyak, dan paling sedikit penganut Kristen fundamentalisnya.

Dalam hubungannya dengan data-data pembunuhan, pemerkosaan dan perampokan dari 10 kota paling bible-minded dengan 10 kota yang paling tidak Bible-minded, Peron menemukan: Untuk setiap 100.000 penduduk kota Bible-minded tercantum rata-rata 1,2 pembunuhan. Di kota yang paling tidak Bible-minded hanya 0,7 pembunuhan per 100.000 orang. Dengan kata lain, anda hampir dua kali lebih mungkin terbunuh di kota yang paling Bible-minded daripada dikota yang paling tidak Bible-minded. Tingkat pemerkosaan per 100.000 orang adalah 5,4 di 10 kota paling fundamentalis dan 3,9 di 10 kota paling sekuler (tidak Bible–minded). Di 10 kota paling fundamentalis tercatat 127,7 pencurian per 100.000 orang, sementara untuk 10 kota sekuler rata-rata adalah 109. Degan kata lain lebih aman untuk tinggal dikota-kota sekuler, termasuk bebas dari gangguan para pendakwah yang menyebalkan yang selalu mengetuk pintu untuk menyelamatkan jiwa anda.

Penelitian Barna Group tentang pandangan kaum fundamentalis terhadap diri-sendiri, pandangan sekulkaris terhadap mereka serta bagaimana kenyataan kehidupan mereka, menunjukkan bahwa makin banyak orang memandang negatif terhadap para fundamentalis, dan orang luar mengatakan mereka sebagai terlalu suka menghakimi, dan kebanyakan munafik. Parahnya lagi, kaum muda mereka yang secara teratur pergi kegereja, sering mempuyai persepsi negatif yang sama seperti orang luar.

Jika kota-kota yang Bible-minded lebih rawan kejahatan, artinya membaca dan percaya pada Bible tidak memiliki pengaruh positif pada bagaimana orang berperilaku, dan mungkin justru memiliki pengaruh negatif. Jika persentase orang yang percaya pada Bible lebih tinggi, dan jika kepercayaan pada Bible berarti meningkatkan moralitas, maka tingkat kejahatan umum harusnya lebih rendah, bukan lebih tinggi. Itulah sebabnya orang luar memandang kaum fundamentalis kebanyakan munafik.

Dalam buku terbitan Barna Group “Un-Christian” diakui bahwa orang Kristen tidak lebih bermoral dalam bagaimana mereka hidup daripada yang lain. Sebagian besar gaya hidup orang Kristen fundamentalis sama dengan yang sekuler. Mereka sama-sama mungkin bertaruh atau berjudi, mengunjungi situs porno, mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, mempercayai peramal dan cenayang, berkelahi atau memaki, minum dan mabuk, menggunakan obat terlarang, berbohong, merebut hak dan memfitnah orang lain. Tetapi meskipun mereka tidak lebih bermoral dari orang lain, mereka percaya bahwa orang lain tidak mau mengikuti aliran mereka karena “tidak sanggup mengikuti standar yang ketat untuk mengikuti Kristus." Ini membuat mereka merasa seolah-olah “lebih baik dari pada orang lain" meskipun kenyataannya tindakan mereka tidak berbeda dari orang yang tak beriman. Dalam penilaian Peron, mereka adalah orang-orang yang membutuhkan rasa lebih super dari orang lain dan menggunakan "iman" mereka sebagai alasan. Tidak berarti mereka lebih bermoral dalam arti apapun, hanya merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Meskipun kita tidak dapat menyamakan umat Islam di Indonesia dengan umat Kristen di Amerika, keduanya sama-sama terlibat masalah fundamentalisme. Bahkan penganut semua agama. Kita juga menengarai adanya kelompok-kelompok orang-orang yang tersirat merasa lebih baik dari orang lain karena yakin bahwa Allah berpihak kepada mereka. Sikap memonopoli Allah, tanpa disadari dapat melambungkan rasa takabur dan sekaligus mengecilkan arti kebesaran Allah. Ini adalah jebakan setan yang berbahaya. Ini adalah kesempitan hati yang menyamar sebagai ketaatan beragama.


Tapi ada pula segi positip aliran fundamentalis, seperti saya tulis dalam Teka-teki Pewaris Dunia, umumnya kaum fundamentalis hidup tidak konsumtif, mereka senang berkorban, tidak mementingkan hidup “kini dan disini”. Mereka bekerja keras untuk membangun dunia tersendiri yang berbeda dari mainstream dengan membangun sekolah-sekolah dan pusat-pusat kegiatan sendiri. Mereka mempunyai rasa kebersamaan yang kuat, dan bekerjasama demi kebaikan bersama kelompok mereka. Rasa keagamaannya kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ideologi orang lain.

23/01/14

KONTROVERSI PENGUBURAN OBL


KONTROVERSI PENGUBURAN OSAMA BIN LADEN
Oleh: Jum’an

Osama Bin Laden, Pemipin Al-Qaeda ditembak mati oleh pasukan khusus Angkatan Laut Amerika (US Navy SEAL) pada 1 Mei 2011 di rumah persembunyiannya di Abbottabad Pakistan. Untuk menyakinkan bahwa yang mereka tembak benar-benar Osama Bin Laden agen-agen CIA mengambil sample DNA-nya untuk dibandingkan dengan profil dari beberapa anggota keluarganya. Istri Bin Laden yang tinggal dirumah itu juga menyaksikan jenazah suaminya. Demikian pula Safiyah putri Bin Laden yg waktu itu berusia 10 tahun. CIA juga membandingkan foto-foto jenazah dengan foto-foto Bin Laden yang ada. Menurut penasehat antiterorisme Presiden Obama, John O. Brennan, berbagai bentuk identifikasi ditempuh untuk meyakinkan diri sebelum memberitahu rakyat Amerika dan dunia bahwa Bin Laden benar-benar sudah tewas.  Foto-foto jenazah tidak segera  dirilis; meskipun perlu untuk menuntaskan spekuklasi bahwa pria yang tewas itu benar-benar Bin Laden, tetapi ditakutkan bahwa foto-foto itu justru akan merangsang kebangkitan para jihadis. Jasad Osama segera diterbangkan dengan helikopter ke markas Amerika di Afghanistan selanjutnya ke kapal induk USS Carl Vinson untuk untuk ditenggelamkan kedasar Laut Arabia Utara. Brennan menegaskan bahwa penguburan dilakukan sepenuhnya secara Islam dan tidak melewati 24 jam dari saat kematiannya. Jenazah dimandikan, dibungkus kain kafan putih, dimasukkan dalam kantong mayat yang diberi pemberat dan dibacakan doa dalam bahasa Arab. Kantong jenazah itu diletakkan diatas papan lalu diluncurkan kelaut dari dek kapal paling bawah. Kata John Brennan, perencanaan penguburan bin Laden sudah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya untuk berjaga-jaga dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan termasuk apakah Osama akan tertangkap hidup atau mati. Pemerintah AS telah berkonsultasi dengan ahli-ahli Islam tentang seluk beluk penguburan menurut Islam. Adapun alasan mereka menguburnya di laut adalah untuk mencegah agar makamnya tidak dijadikan tempat keramat oleh para pengikut dan simpatisannya kelak.

Secara umum Islam mengizinkan penguburan di laut dalam keadaan tertentu seperti untuk orang yang meninggal dalam perjalanan laut dan terlalu jauh dari darat untuk memungkinkan penguburan. Sehingga beberapa cendekiawan dan ulama Islam berbeda pendapat mengenai apakah penguburan di laut untuk Osama sesuai atau justru merupakan penghinaan terhadap umat Islam. Sebagian mengatakan, Bin Laden yang mati didarat seharusnya dikubur didarat dengan kuburan sederhana, dengan muka dihadapkan  kearah kiblat (Mekkah). Daily Mail Inggris tanggal 3 Mei 2011 memuat beberapa komentar  tentang penguburan Osama Bin Laden. Tokoh radikal hizbut-tahrir, Omar Bakri Mohammed yang dilarang tinggal di Inggris mengatakan: “Amerika ingin menghina umat Islam melalui pemakaman ini". Mufti Besar Dubai, Mohammed al-Qubaisi mengatakan: “Penguburan di laut diperbolehkan bagi umat Islam dalam keadaan luar biasa. Ini tidak termasuk diantaranya. Amerika boleh mengatakan menguburnya di laut, tapi mereka tidak bisa mengatakan melakukannya menurut Islam”. Ulama Sunni dari Baghdad, Abdul Sattar al-Janabi menambahkan: "Apa yang dilakukan oleh Amerika dilarang oleh Islam dan menjengkelkan sebagian kaum Muslimin. Tidak dapat diterima dan hampir merupakan kejahatan untuk melemparkan tubuh seorang Muslim ke laut." Tetapi Mohammed Qudah, profesor hukum Islam Universitas Jordan, berpendapat pemakaman di laut tidak dilarang. “Tanah dan laut milik Allah, yang mampu melindungi dan membangkitkan orang mati pada hari kiyamat kelak.”

Dari sudut lain, apakah Bin Ladin berhak untuk memperoleh penguburan Islam? Ada juga yang berpendapat tidak. Pada tahun 2005 Komisi Islam Spanyol pada dasarnya telah mengkucilkan Bin Laden, dan menyatakan bahwa dia tidak harus diperlakukan sebagai seorang Muslim.  Mereka pasti merasa bingung sekarang, mengapa Amerika bersikukuh dan bersusah-susah untuk memberikan kehormatan dengan melaksanakan penguburan secara Islam. Fatwa Komisi Islam Spanyol itu mengutuk bin Laden dan anggota Al Qaeda sebagai murtad karena mereka menggunakan kekerasan, dan mengajak umat Islam untuk memerangi secara aktif melawan terorisme. Fatwa ini secara khusus mengecam Bin Laden, dan sebagai pengingat bahwa hampir 1 juta umat Islam Spanyol mengutuk terorisme. Mansur Escudero, Sekjen Komisi Islam Spanyol mengatakan: "Ini adalah kontribusi kami komunitas Muslim Spanyol yang menyatakan bahwa bin Laden dan Al Qaeda bukan Muslim; mereka berada di luar Islam" Fatwa tersebut menyebut-nyebut Alquran dan Sunnah Nabi dalam mengkucilkan bin Laden. "Sejak Bin Laden dan organisasinya membela legalitas terorisme dan mendasarkan pembelaan itu pada Alquran dan Sunnah  ... [mereka] telah membuat dirinya murtad." Fatwa ini nampaknya tidak terlalu bergaung dan tidak mempunyai dampak yang berarti, kecuali bagi menjaga hubungan muslimin Spanyol dari friksi-friksi dengan kaum Nasrani dan Yahudi di sana. Tidak urung Escudero yang banyak berperan dalam fatwa ini menjadi target ancaman dari kelompok Al-Qaeda di Irak.


Di sisi lain ada kaum Muslimin yang percaya bahwa kematian Bin Laden adalah syahid dan ia akan masuk sorga. Dari perspektif teologis, tidak begitu penting bagaimana cara Amerika membuang mayat dari kapal induk USS Carl Vinson. Rasanya tidak penting-penting amat untuk diperdebatkan…….