06/03/16

ISIS DAN LGBT


ISIS DAN LGBT
Oleh: Jum’an

Dalam pidato kenegaraan memperingati 20 tahun konstitusi Rusia (Des 2013) di Kremlin, presiden Vladimir Putin mengajak bangsa Rusia untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional dari sikap Barat yang terlalu liberal terhadap kaum homo. Ia menggambarkan Rusia sebagai benteng terakhir dunia dari negara-negara yang cenderung menghancurkan nilai-nilai tradisional dalam kehidupan. Rusia akan mempertahankan diri dari yang disebut toleransi tanpa gender dan sia-sia, yang menjadikan baik dan buruk menjadi setara. Di banyak negara saat ini, norma-norma moral dan etika sedang diusik; tradisi nasional, perbedaan bangsa dan budaya sedang dihapus. Sekarang kaum homo bukan hanya menuntut pengakuan yang layak dari kebebasan moral, pandangan politik dan kehidupan pribadi, tetapi juga pengakuan wajib kesetaraan kebaikan dan kejahatan, yang secara inheren merupakan konsep yang bertentangan. Sebaliknya, semakin banyak orang di seluruh dunia mendukung Rusia dalam membela nilai-nilai tradisional. Demikian diantara pidato presiden Putin.

Pada 2013 Rusia telah mengesahkan undang-undang propaganda gay yaitu larangan mempertunjukkan perilaku yang terlihat "mempromosikan" homoseksualitas kepada anak-anak. Termasuk didalamnya pidato publik, menulis atau demonstrasi yang menyetarakan hubungan kaum homo dengan orang yang normal. Karena undang-undang ini dianggap kurang efektif, pada Januari 2016 Rusia menyiapkan undang-undang baru yang melarang semua penampilan kemesraan antara orang-orang gay di seluruh negeri - seperti berciuman atau bahkan berpegangan tangan- dapat dikenakan denda atau hukuman penjara dua minggu. Menurut  anggota DPR (Duma) Ivan Nikitchuk, homoseksualitas adalah ancaman besar bagi setiap orang normal, yang dapat mempengaruhi anak-anak cucu, dan dengan demikian merusak ras. Hukum di Rusia telah membuat kaum homo (LGBT) makin sulit unntuk hidup secara terbuka.

Ketika presiden Putin berpidato pada peringatan 20 tahun konstitusi Rusia diatas, pemimpin spiritual Gereja Ortodoks Rusia Patriark Kirill (nama asli Vladimir M. Gundyaev) hadir, duduk di kursi tengah pada bais paling depan. Ia mempunyai pendapat yang lebih mendasar bahkan unik tentang kaum homo. Antara lain ia menyatakan bahwa hubungan sesama jenis adalah tanda akan datangnya Kiamat dan mendesak orang untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi munculnya hak-hak kaum gay. “Ini adalah gejala apokaliptik sangat berbahaya, dan kami harus melakukan segala sesuatu dalam kekuasaan kami untuk memastikan perbuatan dosa ini tidak akan pernah disetujui di Rusia oleh hukum negara, karena itu berarti bahwa bangsa ini telah mengkuti jalan penghancuran diri" Sangat mengerikan ketika banyak-negara mulai membenarkan dosa dan mengatur itu menjadi undang-undang. Sesepuh Gereja Ortodoks Rusia itu bahkan berpendapat bahwa penerimaanhomoseksualitas yang makin meningkat sebagai penyebab kebangkitan ISIS.

 Ia mengaku tidak terkejut bahwa banyak kaum muslim berbondong-bondong masuk ISIS 'negara sok Islam’ sebagai cara melarikan diri dari "peradaban tak berTuhan" yang merayakan acara-acara seperti Gay Pride. Ia mengatakan, ISIS sedang menciptakan sebuah peradaban yang baru dibandingkan dengan peradaban yg sudah mapan yang tidak berTuhan, sekuler dan bahkan radikal dalam sekularisme . Parade kaum homo dibiarkan tapi sejuta demonstran Kristen Perancis yang membela nilai-nilai keluarga dibubarkan oleh polisi, Peradaban kafir kini sudah mencapai kematangan, maka tidak aneh kalau mereka yang menentang ide-ide liberal dan sekuler akhirnya bergabung organisasi teror.

"Lihatlah bagaimana Barat membangun dunia - dunia yang tidak suci - tapi kami mengajak Anda untuk membangun dunia Allah ... dan mendapat respon dari para pendukung ISIS; mereka yakin hidup mereka adalah untuk Allah. Patriark Kirill percaya bahwa mereka yang berbondong-bondong masuk dalam organisasi terror yang secara sepihak mengaku sebagai khilafah Islamiah itu, adalah orang-orang tulus yang melakukannya dengan alasan semata-mata demi agama. Khilafah adalah masyarakat yang berorientasi di sekitar iman dan Tuhan di mana orang mengikuti hukum agama. "Kalau para imam atau pastor menyebut hubungan sesama jenis itu dosa karena Alkitab mengajarkan demikian, kini mereka berisiko bukan hanya kehilangan kemampuan berdakwah tetapi juga mungkin akan dimasukkan ke penjara," katanya  Banyak contoh yang menakutkan bagaimana peradaban tak berTuhan berkembang , tetapi di sini mereka menarik perhatian kaum muda yang kemudian direkrut oleh para ekstrimis, tambahnya.


04/03/16

100 HAK PATEN UNTUK EMILY COLE


100 HAK PATEN UNTUK INOVASI EMILY COLE.
Oleh: Jum’an

Dari semua limbah gas yang dihasilkan oleh aktivitas manusia - industri, pertanian, pembangkit listrik, transportasi - karbon dioksida adalah yang terbesar dan merupakan biang pemanasan global. Menurut EPA, CO2 merupakan 76% dari emisi gas rumah kaca global pertahun. CO2 adalah gas yang secara kimia lembam, sangat sulit untuk bereaksi. Seandainya kita mengeluarkan hydrogen yang berlimpah, secara alamiah (tanpa biaya) ia akan bereaksi dengan unsur-unsur disekitarnya dan tak ada hidrogen bebas mengambang di udara. Karbon monoksida (CO) juga sangat reaktif – karena itu knalpot mobil masa kini dilengkapi alat pengubah CO yang beracun menjadi CO2.

Kebanyakan teknologi yang digunakan saat ini untuk merubah CO2 berbasis biologi -menggunakan kemampuan dari tanaman seperti ganggang dan mikroba, atau teknologi yg lebih khas menggunakan CO2, air dan sinar matahari untuk menghasilkan senyawa alkena dan alcohol secara langsung . Mereka bekerja keras untuk membuat terobosan guna mengatasi gas CO2. Kendalanya, hasilnya terlalu kecil dan membutuhkan areal yang terlalu luas sehingga menghadapkan perusahaan pada kebutuhan yang kompleks. Jadi gas CO2 baik diasingkan (diinjeksikan ke dalam formasi batuan bawah tanah) maupun didayagunakan sama sulitnya. Injeksi kebawah tanah tidak paraktis dan tak terjangkau, dirubah sulit karena tingkat reaktivitas CO2 terlalu rendah untuk membuat teknologi konversi yang layak.

Pada tahun 2009 penelitian oleh Emily Cole, PhD kimia dari Universitas Princeton, menemukan proses untuk merubah CO2 manjadi bahan-bahan yang berguna. Ia mereakasikan gas CO2 dengan gas hydrogen dari air menjadi Mono Ethylene Glycol (MEG) yang merupakan bahan baku pembuatan botol dan bahan-bahan plastik lainnya dan dapat untuk memproduksi lebih dari 60 jenis bahan kimia lain termasuk Propylene, Isopropanol, Methyl-Methacrylate dan Asam Asetat. Proses ini merupakan reaksi elektrokimia menggunakan elektrode dan katalisator serta energi rendah. Dengan memodifikasi formula katalisatornya, reaksi ini dapat menghasilkan berbagai bahan kimia multi-karbon yang penting secara komersial. Teknologi ini secara logistik sederhana dan berbiaya rendah – semua komponennya langsung diperoleh  dan digunakan di tempat. Inovasi konversi CO2 temuan Emily Cole ini dilindungi dengan lebih dari 100 paten dan aplikasi, mencakup berbagai bahan kimia seperti diatas yang semua sudah mempunyai pasar tersendiri. Investor yang mendanai Liquid Light Inc. (perusahaan yang didirikan oleh Emily Cole dkk), termasuk  VantagePoint Capital Partners, BP Ventures, Chrysalix Energi Venture Capital, dan Osage University Partners. Liquid Lights juga mengadopsi teknologi De Nora dari Italia, perusahaan terkemuka dalam pengadaan katalisator dan elektrode modern untuk proses elektrokimia untuk mempercepat waktu memasuki pasar dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Coca Cola juga bermitra dengan Liquid Light untuk membantu mempercepat komersialisasi inovasi teknologi Emily Cole ini. Teknologi ini sangat relevan untuk Coca-Cola karena akan sangat mengurangi biaya pembotolan produk mereka.

Emily Cole, tokoh kunci inovasi ini mendapat penghargaan sebagai Inovator dibawah usia 35 tahun dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Penghargaan ini diberikan kepada para teknolog yang sangat berbakat yang karyanya berpotensi besar untuk merubah dunia. Emily diakui untuk pencapaiannya dalam mengembangkan cara yang praktis dan ekonomis untuk merubah karbon dioksida, gas rumah kaca, menjadi bahan kimia utama, seperti barang keperluan sehari-hari seperti botol plastik, karpet, pakaian polyester dll, yang sampai sekarang dibuat dari bahan dasar petroleum. Impian Emily, agar teknologi ini benar-benar dapat dkomersialkan sehingga mengurangi ketergantungan orang pada minyak bumi, yang tidak terbarukan. Emily masuk dalam  kelompok 'Invovator Alumni' bersama Larry Page pendiri Google, Mark Zuckerberg pendiri Facebook; Jonathan Ive, desainer Apple dan JB Straubel, teknolog Tesla Motors. Ia menerima banyak penghargaan termasuk dari Global Photonics Energy dan MBS Solar Energy Innovation Award serta banyak menulis artikel di bidangnya.

Perlu dicatat bahwa ongkos produksi 1 ton Mono Ethylene Gylicol menggunakan bahan baku minyak bumi, gas alam atau tanaman mencapai 4 - 5 kali lipat dibanding menggunakan teknologi temuan Emily Cole ini. Pasar global MEG mencapat 127 milyar dollar, dengan harga per ton 1000 dolar lebih. Pantaslah kalau Emily diakui sebagai berpotensi merubah dunia. Dan perlu dilindungi dengan lebih dari 100 hak paten….

27/02/16

SERATUS TAHUN MENUNGGU RAMALAN EINSTEIN


SERATUS TAHUN MENUNGGU RAMALAN EINSTEIN
Oleh: Jum’an


Menurut teori relativitas umum Einstein ruang yang berdimensi tiga dan waktu bukanlah dua fenomena yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. Waktu merupakan dimensi ke empat dalam kerangka ruang-waktu. Seperti sebuah pita film, potongan-potongan waktu menggambarkan seorang berlari melalui ruang tiga dimensi. Masing-masing potongan juga menunjukkan saat ketika peristiwa itu terjadi dalam aliran waktu. Secara bersama, ruang dan waktu membentuk arena empat-dimensi di mana semua hal ada dan terjadi. Menurut Isaac Newton, bumi beredar mengelilingi matahari karena matahari mempunyai gravitasi yaitu gaya (kekuatan) tarik yang dimiliki oleh setiap benda yang mempunyai massa. Menurut Einstein gravitasi bukanlah gaya tarik menarik antara benda-benda, tetapi merupakan konsekuensi dari bangunan ruang-waktu yang terdistorsi.

Setiap benda dan energi mendistorsi ruang-waktu sesuai besarnya massa benda itu. Seperti bola bowling yang diletakkan di atas permukaan trampolin, ia akan memberati kanvas dan menyebabkan terjadinya lengkungan, demikian pula planet-planet dan bintang menyebabkan struktur ruang-waktu melengkung. Sebuah kelereng yang bergerak sepanjang trampolin akan terbelokkan ke arah bola bowling itu. Begitu juga planet-planet mengorbit sekeliling matahari bukan karena gaya tarik matahari; mereka mengikuti lengkungan ruang-waktu yang disebabkan oleh matahari. Jika sebuah benda mengalami percepatan, ia akan menciptakan riak pada ruang-waktu, seperti perahu menyebabkan riak di atas air. Riak ruang-waktu ini disebut gelombang gravitasi yang sangat kecil hingga sulit diamati. Riak gelombang ini merambat keluar seantero alam raya dengan kecepatan cahaya. Kita hanya mungkin mengamati gelombang gravitasi bila terjadi peristiwa hebat seperti ledakan bintang atau tabrakan antara dua black hole. Eistein sendiri pesimis bahwa orang akan dapat mengamati gelombang gravitasi.

Satu abad setelah Einstein menerbitkan teori relativitas umumnya (1915), para ilmuwan baru dapat mendeteksi gelombang gravitasi yang diramalkannya. Riak dari ruang-waktu itu terjadi akibat tabrakan dua black hole supermasif sekitar 1,3 milyar tahun lalu yang masing-masing mempunyai massa 30an kali massa matahari. Gelombang gravitasi yang terjadi menembus segala sesuatu, melaju melalui alam semesta dengan kecepatan cahaya selama 1,3 milyar tahun dan mencapai Bumi pada bulan September 2015 yang lalu.  Lalu bagaimana para ilmuwan dapat mendeteksinya?

Setelah melakukan trial and error selama 50 tahun dan menyempurnakan perangkat instrumen yang begitu sensitif selama 25 tahun, para ilmuwan berhasil mengidentifikkasi distorsi dalam ruang-waktu sebesar seperseribu inti atom atau sepersejuta diameter rambut manusia, menggunakan fasilitas riset LIGO di Washington, yang dibangun khusus untuk mengamati gelombang gravitasi. LIGO adalah sebuah interferometer, yang terdiri dari dua lengan (berupa tabung vakum berdiameter 1,2 m) berbentuk huruf L masing-masing sepanjang 4 km, dan sinar laser yang dipecah dua yang diarahkan dan dipantulkan oleh cermin pada kedua ujung lengan. Ketika ada gelombang gravitasi yang melintas, maka meregang dan mengerutnya ruang-waktu akan merubah panjang lengan tadi. Itulah tanda adanya gelombang gravitasi yang melintas. Perubahan panjang lengan sebenarnya kecil - sekitar sepersejuta lebar rambut manusia. Karena banyaknya gangguan yang menyulitkan pengamatan (getaran tanah, fluktuasi jaringan listrik dan suara-suara) maka untuk memaksimalkan sesitivitas, hampir setiap aspek dari desain detektor LIGO telah ditingkatkan selama beberapa tahun.

Pada tanggal 14 September 2015 lalu, tepatnya pada jam 5. 51 pagi, LIGO mendeteksi adanya gelombang gravitasi. Mereka mendengar suara dari dua black hole yang bertabrakan sebagai bunyi “cericit” selama seperlima detik. Keberhasilan mendeteksi mengkerutnya ruang-waktu diatas merupakan upaya raksasa yang melibatkan berbagai pihak. Para ilmuwan, peneliti, universitas serta laboratorium di berbagai negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Rusia dll. Fasilitas LIGO di AS saja dibangun dengan dana 620 juta dolar dan biaya operasi 30 juta dolar pertahun serta melibatkan lebih dari 1000 ilmuwan dari universitas di seluruh Amerika dan 14 negara lainnya. Alangkah menakjubkannya! Seorang yang tinggal di bumi dapat merasakan tubuh yang sebenarnya dari alam raya sedikit mengembang dan mengempis karena tabrakan dua black hole lebih dari satu milyar tahun yang lalu!

Kata para ahli, untuk pertama kali alam raya menyapa kita melalui gelombang gravitasi; deteksi langsung pertama gelombang gravitasi, deteksi langsung pertama black hole dan konfirmasi teori relativitas umum Einstein karena ciri-ciri black hole tepat sepertiyang diramalkannya. Juga memungkinkan para astronom menyelidiki bagian gelap alam raya- bagian mayoritas  kosmos yang tak terlihat oleh teleskop cahaya yang digunakan saat ini. Dan banyak lagi. Semua menyambut kagum dan berharap!



24/02/16

WANITA TELAH MENGHENTIKAN CAHAYA


SEORANG WANITA TELAH MENGHENTIKAN CAHAYA
Oleh: Jum’an

Cahaya itu sungguh luar biasa, dengan kecepatannya yang lebih dari satu setengah milyar kilometer per jam, dia haya butuh waktu 8 menit untuk menempuh jarak 150 juta kilometer dari rumahnya dimatahari kerumah saya di daerahTanah Abang Jakarta. Menurut genius Einstein kecepatan cahaya adalah konstan dan mutlak. Tidak ada suatu apapun dijagat raya ini yang bisa menyamai apalagi melebihi kecepatan cahaya. Yang sulitnya lagi masuk akal orang awam, menurut teorinya bila kita dapat mendekati kecepatan cahaya, waktu kita menjadi renggang dan longgar, seperti orang bermimpi: dalam sedetik sudah bisa berkelana kemana-mana. Hebatlah pokoknya cahaya itu… Einsteinlah promotornya, dan ilmuwan sedunia pun mengakui dan mendukungnya. Sampai ketika 15 tahun yang lalu datang seorang wanita semampai umur 40an kelahiran Denmark muncul sebagai pahlawan baru. Ia adalah Lene Hau, professor fisika dari Universitas Harvard telah menghasilkan sesuatu yang menurut Einstein sungguh tidak mungkin dikerjakan.

Pada tahun 1999 ia berhasil memperlambat kecepatan cahaya menjadi hanya 17 meter perdetik dan pada 2001 ia berhasil menghentikannya sampai full stop, lalu melepaskannya kembali sampai kecepatan penuh. Itu dilakukannya dengan cara melewatkan seberkas cahaya kedalam kabut atom pada suhu ultra rendah dalam ruang vakum sampai tekanan 100 trilyun kali lebih rendah dari tekanan udara terbuka. Pokoknya cahaya takluk didepan wanita kelahiran Denmark ini. Professor Lene Vestergaard Hau menerima hadiah 500,000 dollar untuk temuan dari eksperimennya itu serta sebuah laboratorium khusus di Harvard untuk meneruskan cita-citanya. Sesudah cahaya yang perkasa takluk dihadapannya, lalu apa?

Manfaat nyata yang akan datang diantaranya adalah kemungkinan diciptakanya komputer kwantum yang konon bakalan jauh lebih canggih dibanding komputer masa kini. Juga memungkinkan dirumuskannya sandi-sandi yang tidak mungkin dapat dibongkar orang. Lalu kapan itu? Kalau jarak waktu antara teori relativitas ditulis oleh Albert Einstein sampai diciptakannya bom atom dibutuhkan waktu sampai tiga puluh tahun, sekarang tidak lagi. Waktu untuk merubah temuan ilmiah menjadi produk industri sekarang ini tidak perlu ber-lama-lama. Science today, technologi tomorrow kata orang…

20/02/16

ABAD 21 ZAMAN GRAFENA


ABAD KE 21 ADALAH ZAMAN GRAFENA
Oleh: Jum’an

Tahukah anda bahwa berlian yang 100 karat (20 gram)  laku sampai 20 juta dolar dan isi batang pensil yaitu grafit yang 20 gram hanya laku beberapa ribu rupiah adalah dua bahan yang sama? Keduanya terdiri dari atom-atom karbon yang identik sama. Hanya susunannya saja yang berbeda. Dalam berlian, atom-atom karbon saling terikat kuat dalam bentuk tetrahedrons tiga dimensi, sedangkan dalam grafit, atom-atom itu saling terikat kuat dalam lapisan-lapisan dua dimensi berbentuk cincin heksagonal (segi-enam)  dimana kekuatan ikatan antara lapisan yang satu dengan lainnya relatif lemah. Itulah yang menyebabkan sifat fisik keduanya sangat berbeda: berlian bahan alami yang sangat keras, tembus cahaya sedang grafit hitam, kusam, dan relatif lunak. Selain sebagai berlian dan grafit, masih ada berapa bentuk (alotrop) dari karbon lainnya, diantaranya yang sangat mengagumkan yaitu Grafena (Graphene).

Dalam grafena, atom-atom karbon tersusun mendatar seperti bola bilyar di atas meja,. Mereka tersusun dalam rangkaian cincin segi-enam yang saling bergandengan sehingga menyerupai sarang lebah, dan membentuk lembaran tipis. Lembaran grafena ini sangat tipis hanya setebal satu atom, jadi hanya berdimensi dua, sejuta kali lebih tipis dari rambut manusia. Tumpukan 3 juta lapis grafena hanya setebal 1 mm. Begitu tipis dan ringannya sehingga kurang 1 gram grafena mempunyai luas permukaan lebih dari sebuah lapangan bola. Grafit adalah tumpukan dari jutaan lapis grafena, keduanya mempunyai struktur atom yang berbentuk cincin heksagonal. Berarti kita dapat memperoleh grafena dengan mengupas lapisan-lapisan grafit sampai memperoleh satu lapisan tunggal. Grafena mempunyai sekitar 20 keunikan yang super. Tiga diantaranya, ia 200 kali lebih kuat dari baja, lebih keras dari berlian, 1000 kali lebih konduktif dari Silikon.

Grafena adalah benda dua dimensi yang pertama ditemukan di dunia. Diramalkan bahwa perkembangan penemua grafena akan mengubah kehidupan manusia memasuki abad baru. Sampai 2004 grafena baru dapat dibuat dalam skala laboratorium. Sang penemu baru berhasil mencapai grafena setebal 10 lapis dengan mengupas grafit menggunakan scotch tape. Sepuluh tahun kemudian, Samsung Electronics berhasil membuat grafena satu lapis dengan diameter 30 inci. Diperkirakan dalam beberapa dekade mendatang grafena sudah akan merevolusi industry secara besar-besaran di banyak bidang termasuk energi, kedokteran, komputasi dan elektronik lainnya. Atom-atom hydrogen karena ukurannya yang lebih kecil dapat menembus membran grafena sehingga grafena dapat digunakan untuk mengekstrak hidrogen dari atmosfer, suatu perkembangan yang bisa membuka jalan untuk membuat pembangkit listrik tenaga hydrogen yang diserap dari udara. Dalam dunia kedokteran grafena digunakan dalam alat penyunting DNA untuk pengobatan kanker serta mengantar obat ketitik tertentu yang tersembunyi dalam tubuh manusia.

Grafena ditemukan 2004 oleh dua ilmuwan Universitas Manchester, Andre Geim dan Konstantin Novoselov. Mereka memenangkan hadiah Nobel 2010 dalam bidang fisika untuk eksperimen-eksperimen terobosan mengenai bahan dua dimensi grafena. Saat ini grafena sedang dalam tahap pengujian penggunaannya dalam (silahkan klik link-link ini!):
tinta, transistor, sayap pesawat terbang, chip komputer, batere, touch screen yang lentur, pelapis anti korosi, ban mobil, penawar air laut, peralatan pengaturDNA, headphones, raket tenis, antena, sel tenaga matahari, cat, jendela, pengganti jaringan tubuh, sensor kamera, penginderaan gas, memperkuat bahan-bahan, dll. 

Bila abad ke 20 disebut zaman plastik, maka abad ke 21 dapat disebut zaman grafena. Tetapi sebelum semua aplikasi ini siap, para peneliti masih harus mengatasi berbagai tantangan seperti studi dari Univ. Brown yang mengatakan bahwa grafena termasuk bahan beracun bagi manusia. Belum lagi teknologi produksinya untuk mencapai harga ekonomis.  

18/02/16

RED ADAIR PENDEKAR LADANG MIGAS


RED ADAIR PENDEKAR LADANG MIGAS SEJATI
Oleh: Jum’an

Paul Neal Adair adalah anak seorang pandai besi dari Texas yang dilahirkan  pada tahun 1915. Akibat depresi ekonomi hebat di Amerika tahun 1930-an, bengkel ayahnya  tutup dan Paul terpaksa keluar dari sekolah (SMA) dan bekerja untuk membantu keluarga. Dia melakukan pekerjaan apa saja yang dapat mendatangkan uang. Sejak anak-anak ia sudah menyaksikan dahsyatnya kekuatan api di penempaan besi ayahnya. Gemuruh dan percikan api dari tungku dan landasan tempa mebuatnya tidak takut terhadap api. Dia dijuluki Red Adair karena warna rambutnya yang cerah kemerah-merahan.  Pada tahun 1945 setelah menyelesaikan dinas militer, ia bekerja pada Myron Kinley Company pelopor dalam bidang pengendalian kebakaran dan ledakan sumur minyak dan gas. Ia bekerja selama 14 tahun, membantu menangani kebakaran dan menyumbat semburan liar sumur-sumur migas. Pada th 1959 ia keluar dan mendirikan perusahaan sendiri The Red Adair Company. Dengan mengggabungkan ketrampilannya menjinakkan bom ketika dalam dinas militer serta pengalaman kerja di Kinley, Red Adair mampu menciptakan berbagai peralatan dan strategi untuk mengendalikan kebakaran dan ledakan pada sumur-sumur migas.

The Red Adair Company menjadi termasyhur diseluruh dunia dalam mengatasi kebakaran sumur minyak dan gas. Selama 36 tahun berbisnis, perusahaan itu telah menanggulagi lebih dari 2.000 kebakaran di seluruh dunia, di darat dan lepas pantai. Red Adair adalah seorang pemimpin dalam profesi khusus dan benar-benar berbahaya. Biasanya, bahan peledak, air atau lumpur dan semen yang digunakan untuk mematikan kobaran api. Ledakan bertindak memisahkan oksigen dari api. Setelah api padam, sumur perlu segera disungkup atau disumbat untuk menghentikan aliran minyak. Ini sangat berisiko karena bila ada sedikit saja api yang baru, dapat menyebabkan sumur yang bocor dan daerah sekitarnya meledak.

Pada tahun 1962 Red Adair menangani kebakaran di ladang gas di gurun pasir Aljazair. Sebuah sumur gas telah terbakar selama 6 bulan; setidaknya 550 juta kaki kubik gas habis terbakar setiap hari. Nyala apinya sampai terlihat oleh astronot John Glenn yang sedang mengorbit mengelilingi Bumi. Api yang luar biasa itu dijuluki Devil's Cigarette Lighter. Pasir di sekitar sumur meleleh menjadi gelas dari panasnya. Adair menggunakan air dalam jumlah besar untuk merendam daerah beberapa mil di sekitarnya dan kemudian mematikan api itu menggunakan 340 kg bahan peledak nitrogliserin untuk membebaskan oksigen dari api dan kemudian segera menutup sumur itu dengan lumpur dan semen. Peristiwa itu digambarkan dalam sebuah film Hollywood berjudul "Hellfighters" yang dibintangi oleh actor andalan John Wayne  dan Red Adai sendiri bertindak sebagai penasehat teknis dalam pembuatan film itu. Wayne bermain sebagai tokoh pemadam kebakaran sumur minyak dari Houston, Texas yang kehidupanna mirip dengan Red Adair. Keduanya menjadi teman dekat. Adair merasa sangat bangga menyaksikan John Wayne memainkan peran dirinya dalam sebuah film.

Pada tahun 1988, Adair berhasil  menangani bencana kebakaran lepas pantai terdahsyat di dunia diatas anjungan pengeboran Piper Alpha di Laut Utara yang mengumpul minyak dan gas dari 24 sumur. Sebanyak 167 orang tewas ketika platform itu meledak karena kebocoran gas. Red Adair harus menghentikan kebakaran dan mrnutup sumur-sumur itu. Dia menghadapi tiupan angin lebih dari 120 km/jam, dan gelombang laut setinggi lebih dari 20 meter. Red Adair menggunakan peralatan khusus dari kapal yang ia sendiri ikut merancang pembuatannya untuk memadamkan api dan menutup sumur-sumur itu. Setelah puing-puing disingkirkan, ia mulai memadamkan api dengan menggunakan nitrogliserin dan air laut.

Tahun 1991, dalam usia 75 tahun, Red Adair pergi ke Kuwait setelah Perang Teluk, untuk membantu memadamkan api yang sengaja dilakukan oleh tentara Irak ketika dipukul mundur oleh pasukan koalisi. Langit tertutup oleh asap hitam hingga ketinggian 15.000 kaki. Setiap hari 5 juta barel minyak, senilai 150 juta dolar terbakar. Di pusat kebakaran suhu mencapai 3000° F (cukup untuk melelehkan baja), sedangkan 15 meter disekitarnya suhu mencapai 1000° F. Red Adair mendapatkan kesulitan untuk mendatangkan peralatan yang ia inginkan, dan sekaligus, dari pemerintah terkait. Ia pulang ke AS untuk menjelaskan masalah itu kepada pejabat-pejabat pemerintah dan kongres. Dia menemui Presiden Bush Senior yang mendengarkan keprihatinannya dan menawarkan dukungan. Dalam beberapa minggu, Adair memperoleh semua peralatan dan bahan untuk menyelesaikan pekerjaan. Red Adair Company memadamkan lebih dari 100 sumur. Kerja keras mereka menyelamatkan jutaan barel minyak dan juga membantu mencegah tragedi lingkungan. Pekerjaan yang diperkirakan akan memakan waktu tiga sampai lima tahun telah selesai hanya dalam 8 bulan.

Warna merah rambut Adair menjadi trademark dari perusahaannya. Dia sendiri mengenakan pakaian dan sepatu merah. Dia mengendarai mobil merah, dan anggota krunya menggunakan truk merah dan peralatan bercat merah. Red Adair dikenal karena tidak mempunyai rasa takut. Ia juga dikenal karena rasa tenang dan sangat berhati-hati. Tak ada satu pun anak buahnya yang tewas saat memadamkan kebakaran di ladang migas. Meskipun diluarnya nampak flamboyan, Adair memiliki sisi lembut yang menonjol. Sebagian kekayannya dimanfaatkannya untuk membantu badan-badan amal, terutama yang ditujukan pada kesehatan anak-anak. Red Adair meninggal pada tanggal 7 Agustus 2004 pada usia 89 tahun Houston, Texas.

Red Adair menerima menerima surat-surat penghargaan dari Presiden Lyndon Johnson, Jimmy Carter dan George Bush. Salah satunya berbunyi begini: "Anda telah mengabdi kepada negara dengan baik dengan melakukan pekerjaan yang berbahaya dan penting dengan kemampuan yang langka. Di zaman yang dikatakan tidak ada pahlawan, Anda adalah seorang pahlawan sejati.."

08/02/16

BARITE PREVENTS BLOWOUTS, ABSORBS NUCLEAR EMISSION.


BARITE PREVENTS BLOWOUTS, ABSORBS NUCLEAR EMISSION.  
By: Jum’an

Bentonite clay as I wrote in my previous blog, has various uses and applications due to its unique swelling ability, colloidal size particles and thyxotrophic properties. Every mineral have their own specifics that renders their own field of applications. Barite or barium sulphate- has unique properties that define a wide range of industrial uses. It has high specific gravity, chemically inert and insoluble, low hardness (not abrasive) and ability to absorb X-rays. As a non metallic mineral, a density of 4, 2-4.5 g/cm3 is exceptional. These characteristics have made barite suitable for a wide range of industrial, medical and manufacturing applications.

About 80% world production of barite is used as weighting material in the formulation of drilling fluids.  Barite increases the hydrostatic pressure of the drilling fluids allowing it to compensate for high-pressure zones experienced during drilling and prevent blowouts. The softness of barite (3-3.5 on Moh's scale) makes it less abrasive and less damaging drilling tools during drilling. Another benefit of barite is that it is non-magnetic and thus does not interfere with magnetic measurements taken in the borehole. Substitutes for barite in drilling fluids include: ilmenite, hematite and galena. But none of these substitutes is effective at replacing barite in the market. They are too expensive or do not perform competitively. Specifications of barite for drilling mud purposes are established by the American Petroleum Institute (API).

Oil Well Blowout

Another unique feature of barite is its ability to strongly absorb X-rays and gamma rays. It is applied in diagnostic medical tests on the intestines and colon. If a patient drinks a small cup of liquid containing barite powder in a milkshake consistency (barium meal), the liquid will coat the patient's esophagus. An x-ray of the throat taken immediately after the "barium swallow" will image the soft tissue of the esophagus (which is usually transparent to x-rays) because the barium is opaque to x-rays and blocks their passage. This ability to absorb X-rays, barite is also used to make high-density concrete to block x-ray emissions in hospitals, power plants, laboratories and nuclear reactors. In addition, barite is the cheapest protective material in the construction of "burial grounds" and reactors in nuclear power industry.
Nuclear  Waste Burial 


Additional uses of barite include as filler in the manufacture of linoleum, oilcloth, paper and textile manufacturing, rubber, and plastics, brake linings, paint and sound-deadening material in cars. For those who love crystal healing, barite crystal is said as excellent in balancing the brain chemistry, assists with memory and information retention. It strengthens inner vision and is a strong stone to enhance dream recall.