06/07/14

NASIB SEORANG WANITA MURTAD


NASIB SEORANG WANITA MURTAD
Oleh: Jum’an

Renungkan sejenak mama wanita ini: Maryam Yahya Ibrahim Ishaq! Tiap suku katanya adalah wahyu: Maryam ibunda Isa a.s. wanita paling mulia di dunia. Yahya, nabi yang diberkahi Allah sejak lahir, Ibrahim nabi semua agama samawi dan Ishaq, nabi yang namanya disebut sebanyak 15 kali dalam Qur’an. Orang tuanya pasti mengharapkannya menjadi muslimah murni. Tetapi skenario kehidupan berjalan lain. Maryam yang lahir 27 tahun lalu, menikah dengan Daniel Wani, seorang pria Sudan Kristen warga Negara Amerika yang lemah kaki dan selalu duduk di kursi roda. Mereka menikah 2011 dan mempunyai dua anak, Martin 20 bulan dan seorang bayi perempuan Maya, yang lahir dalam penjara 27 Mei 2014. Maryam dilaporkan murtad dan berzina oleh saudari tirinya karena menikah dengan Daniel Wani. Ia ditangkap polisi dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pada 15 Mei. Sementara ia ditahan dipenjara menunggu eksekusi, Dunia Barat memprotes keras hukuman itu terutama Amerika, Inggris, Belanda dan Kanada. Akhirnya pengadilan banding membebaskan Maryam pada 24 Juni 2014 lalu. Keluarga itu memutuskan untuk pindah ke Amerika, tetapi ia ditahan polisi di airport dan dibawa ke kedutaan Amerika, untuk pengurusan dokumen perjalanannya dan menunggu perundingan antara pemerintah Amerika dan Sudan. 

Tetapi kisah Maryam tidaklah se hitam-putih dan transparan seperti itu. Selama berada dipenjara yang pengap bersama Martin, ia dalam keadaan hamil 8 bulan (pengadilan mengizinkan Maryam untuk melahirkan bayinya dulu sebelum di eksekusi), dan demi keamanan kakinya dirantai. Disitulah ia melahirkan anak keduanya dalam keadaan kaki dibelenggu. Daniel, suami Maryam sangat kecewa dengan sikap Amerika: Presiden Obama maupun Menlu Kerry bungkam dari awal dan baru pada 12 Juni bersuara. Mungkin karena Daniel sendiri adalah imigran dari Sudan Selatan yang baru menjadi warga Negara Amerika kurang dari 10 tahun. Kisah Maryam lebih runyam lagi. Ayahnya adalah seorang Islam, dan ibunya seorang Kristen Ortodoks Ethiopia. Setelah melahirkan Maryam, ia dicerai dan sejak itu Maryam dibesarkan oleh ibunya. Ayahnya menikah lagi dengan wanita Muslim dan beranak pinak. Salah seorang anak perempuan dari istri yang baru itulah konon yang melaporkan bahwa Maryam murtad dan berzina. Samani Abdullah salah seorang anak laki-lakinya, juga giat menghasut agar hukuman mati untuk Maryam harus dilaksanakan. Maryam sendiri sejak kecil diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam ajaran Kristen. Karena itu ketika pengadilan menuduhnya murtad ia membantah karena sejak kecil ia sudah Kristen. Ia tidak mau berpura-pura menjadi Islam untuk menyelamatkan diri. Ia menolak untuk kembali ke Islam, karena ia bukan penganut Islam. Tetapi pengadilan berpendapat bhwa Maryam seharusnya mengikuti agama ayahnya yang notabene tidak pernah bersamanya. Pengadilan menyalahkakan Maryam karena memilih atau dididik dengan agama Kristen. Masih kurang runyam? Maryam dan suaminya Daniel ternyata telah sukses dalam berusaha. Mereka mempunyai sebuah salon, ladang pertanian dan toko disebuah shopping mall. Pengacara Maryam menuduh bahwa saudara-saudara tirinya mengincar mengambil alih bisnis suami-istri itu bila eksekusi Maryam sampai dilaksanakan. Cara pemerintah Sudan yang kaku dalam menangani kasus ini juga menuai tuduhan bahwa pemerintahan Presiden Omar Bashir berambisi sebagai penegak Islam untuk menutupi korupsi yang meraja lela.


Sebagai muslim awam yang tidak penah mendapat pendidikan agama yang resmi dan mendalam, tidak mungkin saya ikut berkomentar tentang hukum orang murtad. Saya pasti akan dibantai oleh mereka yang sudah bependirian teguh. Dengan pengetahuan agama yang cupet, saya hanya dapat mengandalkan akal sehat, hati nurani serta pengetahuan dari sana-sini untuk memilih bila ada lebih dari satu pendapat yang berbeda. Misalnya tentang apakah orang murtad harus dihukum mati. Selama ini dalam pengertian saya, barang siapa murtad harus dibunuh. Karena rasanya saya tidak bakal murtad, saya merasa tidak peduli. Lagi pula kita sering melihat orang berpindah agama dari maupun kedalam Islam melalui perkawinan sebagai hal yang tidak menghebohkan. Sementara itu, tanpa maksud meringankan agama, saya lebih terbiasa mengharapkan rohman dan rohim Allah daripada ketakutan kepada syadidul ‘iqob-Nya. Saya meresapi ayat 256 Albaqoroh: “La ikroha fiddin” (tak ada paksaan dalam agama) karena membebaskan orang dari memaksa orang lain masuk Islam. Al-Kahfi 29: "Kebenaran itu dari Tuhanmu; barangsiapa yang beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang mau kafir biarlah ia kafir. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka…..” Ayat 20 Ali Imran: "Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu (Nabi Muhammad) hanyalah menyampaikan saja.”  Allah akan menjadi hakim tunggal dari tindakan kemurtadan. 


Dari banyak ayat tentang murtad dalam Al-Qur’an tidak satupun yang menyebutkan hukuman dunia. Berbeda dengan Qur’an, Injil mencantumkan hukuman sangat berat bagi orang murtad. Bila ada keluarga (saduara, anak, istri) atau teman yang membujuk untuk murtad maka bunuhlah dia! Pertama tanganmu sendiri yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian semua orang. Engkau harus melempari dia dengan batu, sampai mati …… Bila di salah satu kota yang diberikan Tuhan kepadamu untuk tinggal kaudengar orang mengajak berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal, maka bunuhlah penduduk kota itu dengan pedang, dan tumpaslah kota itu serta segala isi dan hewannya. Seluruh jarahan harus kaukumpulkan kau bakar habis kota dengan seluruh jarahan itu… Waalohu a’lam bissawaab!

23/06/14

PERJUANGAN TANPA PERIKEMANUSIAAN


PERJUANGAN TANPA PERIKEMANUSIAAN
Oleh: Jum’an

Pada tahun 1568 diabad ke 16, Panglima Takeda berperang melawan Panglima Imagawa, Shizuoka dan Uesugi di Matsumoto Jepang. Shizuoka, yang wilayahnya berbatasan dengan laut sebagai sumber penghasil garam menghentikan pengiriman garam kepada Takeda untuk memaksa rakyat kelaparan dan menyerah. Tetapi Uesugi yang wilayahnya juga memiliki pantai laut tidak tega melihat orang menderita karena kekurangan garam. Baginya tidak terhormat sebagai seorang prajurit dan panglima perang. Dia tidak ingin menaklukkan musuh dengan cara membuat orang awam menderita. Tanpa garam mereka tak dapat mengawetkan makanan yang mudah rusak seperti ikan dan daging. Garam juga mempengaruhi kekuatan otot, tekanan darah dan menahan cairan dalam tubuh manusia. Tanpa garam sama sekali, orang bisa mati. Maka Uesugi mengirimkan garam untuk Takeda, diangkut menggunakan sapi yang tiba di Matsumoto 10 Januari 1568 saat Takeda hampir menyerah. Batu tempat mengikat sapi (Usitunagiishi) di jalan Honmachi di kota Matsumoto itu diabadikan hingga kini. Festival merayakan kedatangan garam pun diadakan setiap 10 Januari dari abad ke 16 sampai sekarang disana.

Ditengah berkecamuknya peperangan di Irak sekarang, pihak-pihak yang bermusuhan yang semuanya adalah kaum muslimin, juga menggunakan cara-cara yang tidak ber perikemanusiaan dan menyengsarakan rakyat. Disaat damai kita semua sadar bahwa orang tua, wanita dan anak-anak, ternak dan tanaman tidak boleh dijadikan sasaran perang baik menurut agama maupun perikemanusiaan. Tetapi dalam masa peperangan semua orang tidak peduli: mereka menghalalkan segala cara demi cita-cita perjuangan yang menurut anggapan mereka paling benar.

Gerilyawan Irak telah menggunaakan air sebagai senjata perang setelah berhasil merebut suatu bendungan sungai Efrat di Nuaimiya, 5 km selatan Falluja yang sejak tahun lalu dikepung oleh pasukan pemerintah untuk mengusir mereka dari sana. Para pejuang ISIS (ISIL) menutup semua pintu bendungan itu yang mengakibatkan banjir didaerah hulu dan kekeringan diprovinsi selatan Irak yang dilalui aliran sungai Efrat. Penutupan itu dimaksudkan untuk membanjiri daerah sekitar kota agar pasukan pemerintah mundur dan menghentikan pengepungan di Falluja. Banjir itu telah mengakibatkan sekitar 60.000 orang kehilangan rumah, panen, ternak dan mata pencaharian mereka. Ratusan ribu orang mengungsi keluar provinsi Anbar akibat banjir yang berminggu-minggu menenggelamkan wilayah di provinsi terbesar Irak itu. Di Ramadi saja, 10.000 rumah hancur, 2000 hektar lahan pertanian tak dapat ditanami, 49 sekolah ditutup dan ujian ditunda. Ini merupakan banjir terburuk sejak 1950, kata Azhar Ibrahim,seorang seorang petani. Meskipun demikian, ia masih merasa beruntung karena sempat memanen melon tepat sebelum banjir datang. Setelah itu ladangnya tergenang habis. "Apa yang mereka lakukan terhadap kita adalah kejahatan," ia menangis putus asa sambil menghitung uang recehan hasil menjual melonnya di pinggir jalan kota Baghdad. "Menggunakan air sebagai senjata dalam perjuangan untuk membuat orang kehausan adalah kejahatan keji," kata Oun Dhiyab, pejabat Departemen Pengairan. "Menutup bendungan dan bermain-main dengan air sungai Efrat akan menimbulkan akibat yang mengerikan." Selain itu banjir buatan itu juga dimaksudkan untuk menjegal pemilihan parlemen pada 30 April. Mereka berhasil; ternyata hanya sepertiga dari TPS di Provinsi Anbar yang dapat dibuka akibat bencana banjir itu.

Penutupan bendungan Nuamiya sekaligus bertujuan untuk membuat Karbala dan Najaf, tempat suci kaum Syiah kekeringan, sehingga memperluas kegiatan mereka di wilayah selatan. Sepuluh juta penduduk mengalami kekurangan air. Bila penutupan terus berlangsung tentu akan berdampak buruk bagi daerah pertanian di banyak provinsi selatan yang bergantung pada sungai Efrat, termasuk Hilla, Karbala, Najaf dan Diwaniya. Penurunan debit air juga menyebabkan kekurangan tenaga listrik di kota-kota di selatan Baghdad, yang mengandalkan generator bertenaga uap (PLTU) yang sepenuhnya bergantung air yang cukup. Pemerintah akhirnya mengunakan taktik yang sama. Mereka membuka semua pintu air di bendungan dekat Haditha lebih ke utara (hulu) di sungai Efrat. Akibatnya, permukaan air naik secara drastis dan meluap ketepi Efrat, masuk dan menjebol tanggul saluran irigasi. Banjir diutara Fallujah ini disengaja oleh pemerintah Irak untuk menghambat gerakan kelompok ISIS dan untuk mencegah  mereka agar tidak sampai ke Baghdad. Diharapkan banjir di wilayah Suni itu akan mengurangi dukungan pada ISIS sehingga mereka tak akan mampu mempertahankan basis operasional mereka di Anbar. Nampaknya hal ini tidak terbukti.


Menurut berita, awal Juni lalu bendungan Haditha telah dikuasai pihak pemberontak ISIS . Mereka juga menguasai salah satu bendungan besar 30 kilometer utara Mosul, yang dibangun diatas pondasi yang rapuh dan memiliki resiko bobol. Bendungan ini menampung setidaknya 8 miliar meter-kubik air. Bila dam ini sampai jebol maka Mosul akan tenggelam 20 meter dan Baghdad 5 meter dibawah air dan kemungkinan korban tewas  dapat mencapai 500,000 jiwa, kata manajer bendungan Abdulkhalik Ayub. Nauzubillah bila sampai bendungan Mosul ini disabot oleh salah satu pihak yang berperang………….

15/06/14

AGAMAKU ISTRIKU AGAMAMU ISTRIMU: JANGAN GODA!


AGAMAKU ISTRIKU AGAMAMU ISTRIMU: JANGAN GODA!
Oleh: Jum’an

Dr. Reza Aslan adalah sarjana agama dari Harvard dan penulis buku laris “Zealot: The Life and Times of Jesus of Nazareth.” sebuah biografi menarik, provokatif, cermat dan teliti yang menggambarkan Yesus dari Nazaret sebagai pribadi yang radikal, penuh dinamika dan sadar politik, berbeda dengan asumsi lama sebagai guru spiritual yang serba damai. Buku ini merangkum persamaan dan perbedaan antara Yesus dari Injil dan Yesus dari catatan sejarah. Yesus yang selalu meminta orang untuk mengikutinya, bukan menyembahnya. Zealot (Fanatik) dipuji oleh banyak pengulas sebagai potret yg logis dan konsisten dan meyakinkan tentang siapa Yesus dan apa yang ia inginkan. Sejak beredarnya Zealot, Dr. Reza banyak diminta untuk membahas bukunya di berbagai media. Ia menerima respon positif yang luar biasa atas karyanya itu. Reza Aslan dibawa orang tuanya ke Amerika dari Teheran 1979 pada umur 7 tahun untuk menghindari revolusi Iran saat itu. Ia memeluk Kristen sejak usia 15 tahun melalui penginjil di sekolahnya dan memeluk Islam menjelang ia masuk Perguruan Tinggi. Ia menyatakan, menemukan Yesus dan terpukau oleh kisah para pendeta penginjil. Ketika dewasa ia ragu dan memutuskan medalami Injil dengan masuk Kolese Katolik Jesuit, sampai meraih gelar sarjana dan fasih dalam Injil berbahasa Yunani. Ini merupakan awal karir dan keahliannya dalam seluk beluk agama Nasrani. Ia kemudian mempelajari Islam di Univ. Harvard atas anjuran mentornya, Katherine Bell. Sampai saat ini ibunya tetap memeluk agama Kristen. Istrinya, Jessica Jackley seorang Kristen, bahkan iparnya adalah seorang pendeta penginjil. Buku pertama Aslan “No god but God” (Tiada Tuhan selain Allah) yang juga best-seller telah diterjemahkan ke dalam 17 bahasa, dan merupakan 1 dari 100 buku paling penting dari dekade terakhir ini.

Rev. Jennifer Crumpton M.Div (gelar profesional dalam kependetaan) dari Union Theological Seminary di New York yang aktif dalam dialog antar-agama dan keadilan sosial berdasar agama, teologi feminis, etika sosial dan struktural Kristen, menyambut positif buku Reza Aslan. Dia mengatakan buku itu telah telah membangkitkan imajinasi kaum muda Kristen Progressif. “Wajib dibaca oleh kaum muda yang tak lagi merasakan gairah dalam kekristenan mereka”. Kaum muda yang menginginkan iman dalam praktek, bukan rincian tentang kepercayaan. Jenifer mengakui merasakan kehadiran sesuatu yang akrab selama ia membaca Zealot. Yesus tidak dikelilingi oleh malaikat, ia dikelilingi oleh setan budaya generasinya, dan ia berjuang dengan penuh semangat melawan penindasan Romawi saat itu. Video: Interview Rev. Jeniver dg Dr. Reza.

Bersamaan dengan pujian dan penghargaan yang diterima, Zealot juga menuai kritik keras dan kemarahan dari pihak yang tidak suka terutama kaum Kristen Injili (Evangelical, Protestan Fundamentalis). Kemarahan mereka (karena sulit mengkritik dari segi iai buku) ditumpahkan kepada pribadi penulisnya yang diyakini mempunyai maksud tertentu, seperti seseorang yang mau menggoda istri orang lain. Di dalam Wawancara dengan Fox News yang anti-Islam, Dr. Reza didesak dengan pertanyaan mengapa sebagai seorang Muslim mau menulis tentang Yesus. Yang dijawabnya: “Saya adalah sarjana agama dengan empat gelar termasuk tentang Perjanjian Baru, fasih dalam Injil bahasa Yunani, yang telah mempelajari asal-usul Kristen selama 20 tahun, yang juga kebetulan seorang Muslim. Dr. Reza juga dituduh menyesatkan pembaca dengan tidak mengungkap identitas agamanya, padahal hal itu dibahas jelas di halaman 2 buku itu. Fox News hampir secara universal dikritik karena wawancara yang ceroboh itu. Menurut The Washington Post seharusnya Fox minta maaf kepada Dr. Reza atas interview yang gegabah dan memalukan.

Kritik keras juga datang dari John S. Dickerson, pendeta Kristen dan penulis terkenal. Ia menulis bahwa "Zealot" merupakan pembongkaran secara kilat keyakinan Kristen yang telah diajarkan tentang Yesus selama 2000 tahun. “Ini bukan hal baru, tapi pendapat Islam sejak dulu -yaitu bahwa Yesus adalah seorang Nabi yang penuh semangat yang tidak mengklaim sebagai Tuhan, bahwa orang Kristen telah salah paham tentangnya, dan bahwa Injil Kristen bukan kata-kata aktual atau kehidupan Yesus tapi mitos.” Mana mungkin seorang Islam – agama yang sudah beroposisi selama 1.400 tahun- yang tulus menulis tentang Yesus. Sayangnya, kata Dickerson, liputan berita nasional "Zealot" telah mengabaikan konflik kepentingan ini. Sebagai jurnalis dan penulis Kristen saya tidak mungkin menulis biografi Muhammad dan menyembunyikan konflik kepentingan saya dalam wawancara media nasional.


Serangan yang tidak kalah sengitnya datang dari Robert Spencer seorang penulis, dedengkot Islamofobi, anggota Gereja Katolik Melkit (Kanīsat ar-Rum al-Malakiyyin al-Kaṯulik) yang konon banyak dianut di Libanon dan Syria. Bukunya yang terkenal “Muhammad: Pendiri Agama yang Paling Tidak Toleran di Dunia”. Ia juga pendiri “Stop Islamisasi Amerika (SIOA). Ia dicekal masuk ke Inggris karena mendukung "kelompok anti-Muslim”. Spencer dengan emosionalnya nampak ingin menggilas Dr. Reza dengan menyebutnya sebagai “Benda Islam Baru”, “Si Bocah Kecil”, “Supremasis Islam kecil yang menyedihkan”, “Metroseksual- Pesolek”, “Moderat Palsu” dll. Tetapi Dr. Reza menghadapi semua kritik yang bertubi-tubi itu dengan mumpuni karena kecuali ahli dibidangya, bukunya dilengkapi data pendukung yang cukup. Klip wawancara Dr. Reza dengan Lauren Green dari Fox News hanya beberapa hari beredar di YouTube yang ditonton jutaan pemirsa dan justru melambungkan penjualan buku Zealot, sudah dihapus.

Update:Video Interview Fox News dg Reza Aslan masih dpt dilihat di BuzzFeed.com disini

01/06/14

ISLAM KULIT PUTIH - BEDA MENTAL DAN BUDAYA


ISLAM KULIT PUTIH - BEDA MENTAL DAN BUDAYA
Oleh: Jum’an

Tahun 1936 di pengasingannya di Endeh, Bung Karno menuliskan kalimat berikut ini:
”….Tetapi apa yang kita ‘cutat’ dari Kalam Allah dan Sunnah Rasul itu? Bukan apinya, bukan nyalanya, bukan flame-nya, tetapi abunya, debunya, asbesnya. Abunya yang berupa celak mata dan sorban, abunya yang mencintai kemenyan dan tunggangan onta, abunya yang bersifat Islam mulut dan Islam-ibadat — zonder taqwa, abunya yang cuma tahu baca Fatihah dan tahlil sahaja — tetapi bukan apinya jang menyala-nyala dari ujung zaman yang satu ke ujung zaman jang lain ….” Sukarno berharap mubaligh-mubaligh berilmu tinggi. Salah satu suratnya kepada Ustad Hassan, pimpinan PERSIS di Bandung mengatakan bahwa ribuan orang Eropa yang masuk Islam diabad ke-20 tidaklah melalui guru-guru yang hanya menyuruh muridnya ‘beriman’ dan ‘percaya’ saja. Bukan dari mubaligh yang tarik muka angker dan hanya tahu putarkan tasbih saja, tetapi dari mubaligh yang memakai cara penerangan yang masuk akal — karena berpengetahuan umum. Abah Alwi: Bung Karno, Ambil Apinya, Tinggalkan Abunya.

Kini diabad ke-21 makin banyak orang Eropah memeluk Islam. Bagaimana pengaruh mereka kelak dalam perkembangan Islam dan kaum muslimin? Kristiane Backer, seorang wanita Jerman yang memeluk Islam, dalam memoir pribadinya (Dari MTV ke Tanah Suci) percaya, varietas Muslim baru yang modern dan independent dapat bersatu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam bukanlah agama seperti saat saya dibesarkan - yang menindas hak-hak kaum wanita. Dia mengatakan: "Saya tahu banyak wanita muslimah sejak lahir yang kecewa dan memberontak. Jika digali lebih dalam, bukan keimanan mereka yang harus dilawan, tapi budaya mereka. "Aturan menikah satu sekte atau kasta dan pendidikan tidak penting bagi kaum wanita (karena akhirnya harus menikah juga), di mana Qur’an berkata begitu? Banyak kaum muslimin muda yang meninggalkan larangan-larangan versi mereka lahir, karena menemukan pendekatan yang lebih spiritual dan intelektual, yang bebas dari dogma-dogma budaya dari generasi tua. Itulah tekad sisa hidup saya: untuk menunjukkan kepada dunia keindahan Islam yang benar. Lamya Kaddor muslimah Jerman lainnya juga melihat, meskipun semua setuju bahwa Islam mengangkat derajat wanita, kaum muslimin melakukan penerapan yang berbeda. Surat An-Nur ayat 30 dan 31 jelas jelas menyerukan kepada laki-laki (ayat 30) dan kepada perempuan (ayat 31) untuk menahan pandangan dan memelihara kemaluan (berperilaku bersih), namun penafsiran al-Qur'an sampai hari ini hanya menempatkan penekanan pada perilaku suci bagi perempuan. Kristiane dan Lamya mirip jelmaan Bung Karno kulit putih masa kini.

Gambaran Islam Kulit Putih mungkin dapat dilihat juga pada umat Islam negeri Balkan, Bosnia Herzegovina. Dalam wawancara dengan Charlotte Wiedemann, Ahmet Alibasic  dosen Fakultas Islam Univesitas Serajevo mengungkapkan bahwa Bosnia adalah Barat baik mental maupun budaya mereka. Dari ratusan ribu pengungsi Bosnia di luar negeri, sangat sedikit yang tetap di Malaysia, Turki atau negara-negara Muslim lainnya. Mereka akhirnya memilih untuk pergi ke Amerika, Australia atau Jerman. Ditanya akan kemana muslimin Bosnia sesudah era pasca-perang berakhir, Alibasic menjawab: “Kami tidak menuju arah tertentu. Karena kami terputus dari dunia Muslim selama puluhan tahun, selama Kekaisaran Yugoslavia dan periode komunis, kita telah belajar untuk mandiri. Kami telah mengembangkan sistem pendidikan kita sendiri dan menghasilkan pendekatan Islami tertentu untuk belajar. Kami dipaksa untuk mengandalkan diri sendiri; kami sudah terbiasa independen. Dan kami sangat pluralis.

Sarajevo pernah menjadi headline berita dunia selama 4 tahun karena tragedi umat Islam disana. Setiap aliran ingin masuk ke Bosnia untuk menunjukkan bahwa mereka telah berbuat sesuatu di Sarajevo: Salafi, Sufi, Syiah, Wahabi. Alibasic mengatakan: Kami mempunyai tradisi dan demokrasi. Cepat atau lambat semua gerakan yang datang ke sini harus menerima arus utama komunitas Islam disini. Kaum muslimin merupakan 40% dari 3,8 juta penduduk, kebanyakan mengikuti Islam moderat yang dibawa Kekaisaran Ottoman ke Balkan pada abad ke-15. Diluar arus utama ada kelompok-kelompok radikal yang mencap umat Islam Bosnia "tak punya pendirian" karena mengambil bagian dalam pemilu negara sekuler. Di Bosnia 1.400 imam masjid dan 900 guru agama Islam digaji oleh Pemerintah. Tetapi, kata Ahmet Alibasic, kami telah melewati yang terburuk di belakang kami. Selama perang, dan periode sesudahnya, muslimin Bosnia menghadapi bahaya besar. Kaum Salafi yang sangat ambisius pada saat itu. Tapi seperti saya katakan, fase kritis itu sekarang sudah berlalu. Kaum Salafi tetap merupakan tantangan, tapi kami juga khawatir tentang para Sufi dan Syiah. Kami memiliki masalah dengan kaum sufi yang hanya mau mendengarkan syekh mereka dan tidak menerima otoritas masyarakat. Seorang imam tidak diperbolehkan untuk seenak mereka mengubah masjid menjadi tempat pribadi untuk kelompoknya.


Sampai sekarang, kami telah mengatasinya dengan baik. Tidak satupun dari gerakan internasional yang benar-benar sukses di sini. Siapa pun yang datang ke sini harus berhadapan dengan hirarki Muslim yang tidak dapat dikecam lemah atau menjadi antek pemerintah begitu saja. Masyarakat bukanlah perusahaan yang dapat menyelesaikan masalah internal dengan cara yang lugas seperti sebuah perusahaan bisnis. Kami lebih memilih untuk menunggu waktu untuk menyelesaikan masalah. Masyarakat juga harus hidup dengan mereka yang tidak suka, kita tidak bisa membuang siapa pun….

15/05/14

COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA


COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA
Oleh: Jum’an

Hukuman mati jelas disebut dalam kitab suci tiga agama Islam, Nasrani dan Yahudi dan banyak orang yakin akan mencegah orang untuk membunuh karena takut akan hukuman yang sangat berat, baik didunia maupun diakhirat. Setidaknya ada tujuh cara hukuman mati yang semuanya mengerikan. Yaitu dengan cara dipancung, digantung, disetrum dikursi listrik (electrocution), kamar gas, disuntik mati (lethal injection), ditembak atau dirajam. Semuanya terdengar dan terkesan sangat mengerikan. Dipancung, kepala jatuh menggelinding dengan mata terbuka sedangkan tubuh menggelepar sebelum benar-benar mati. Hukuman gantungan kalau terlalu cepat jatuhnya, badan kelojotan dan kalau kurang cepat kepala meronta karena tercekik. Kursi listrik akan menimbulkan bau daging manusia terbakar yang menyengat dan kulit kepala megeluarkan asap. Di kamar gas orang tersedak menyeramkan dan terlalu lama matinya. Dengan suntikan, seperti anda baca dibawah ini, tidak kalah mengerikan jika terjadi kesalahan kecil sekalipun dan sudah sering terbukti. Ditembak terlalu ganas, dada ditembus peluru dengan mata ditutup dan tangan diikat kebelakang. Begitu juga dirajam yaitu dlempari batu sampai mati. Semuanya nauzubillah min dzalik.

China, Amerika, Iran dan Saudi Arabia tercatat sebagai negara-negara yang paling banyak melaksanakan hukum mati. Karena banyak negara menetapkan hukuman mati didalam konstitusi mereka, masing-masing juga mempunyai petunjuk pelakanaan yang mungkin mereka anggap cara eksekusi yang lebih manusiawi, tak nampak menyiksa, tidak mengesankan balas dendam, berdarah-darah dan tidak berlama-lama. Bahkan konon Kusni Kasdut penjahat legendaris yang dihukum mati pada tahun 1980, malam sebelumnya dijamu keluarganya dengan makanan enak-enak (cap cay, mi dan ayam goreng), makanan yang tidak akan sempat dicerna sampai sempurna karena esok hari hidupnya sudah harus berakhir. Kedua matanya ditutup untuk mengurangi rasa takut. Kabarnya, salah satu senapan dari regu tembak berisi peluru kosong sehinga semua anggota regu tembak berharap semoga bukan peluru mereka yang membunuh si terpidana. Alangkah manusiawinya!

Setidaknya ada dua cara untuk menyuntik mati seorang terpidana. Pertama dengan sekali suntik bius over-dosis sehingga tertidur dan tidak bangun lagi. Yang kedua, yang dianggap lebih cepat dan lebih aman, dengan menggunakan suntikan tiga tahap. Yaitu di bius, dilumpuhkan, dihentikan jantungnya. Pada tahun 1977 Jay Chapman seorang dokter Amerika membuat ramuan yang disebut Three Drugs Cocktail yang sejak itu dipakai disana untuk mengeksekusi terpidana mati dengan suntikan (lethal injection).
Cocktail itu terdiri dari tiga bahan kimia yang akan disuntikkan secara berturut-turut melalui saluran infus. Mula-mula larutan Sodium Thiopental suatu senyawa barbiturat yang merupakan obat bius super cepat untuk menidurkan terpidana. Lalu menyusul larutan Vecuronium Bromide yang berfungsi melemaskan dan melumpuhkan seluruh otot-otot tubuh sehingga tidak dapat digerakkan. Terakhir suntikan larutan Potassium Chloride yang berfungsi untuk menghentikan denyut jantung. Secara teoritis suntikan tiga tahap ini akan mematikan dengan aman, cepat dan tak terasa. Tetapi kenyataan tidak demikian. Hukuman mati dengan cara ini sering berjalan tidak mulus. Memasang infus dalam suasana tegang tidaklah mudah. Apalagi kalau “pasien” terlalu gemuk, gemetar atau pemakai narkoba. Jadi pembiusan pertama mungkin tidak sempurna. Tetapi karena kemudian tubuh dilumpuhkan dengan suntikan kedua, tim eksekusi tidak tahu apakah pasien mereka merasakan sesuatu atau tidak. Padahal suntikan ketiga yaitu larutan Potassium Chlorida diketahui bakal menimbulkan rasa sakit yang luar biasa panas membakar urat-urat darah bila saraf-saraf masih bekerja dan tidak terbius dengan sempurna. Jadi akibatnya justru kematian yang sangat menyakitkan tanpa seorangpun menyadarinya karena siterpidana hanya diam, berkedippun tidak. Derita tanpa air mata.

Kegagalan eksekusi dengan suntikan selain dapat mengakibatkan si terpidana mati dengan tersiksa dan kesakitan tetapi badan dan mukanya nampak tidur damai, juga dapat mengakibatkan yang sebaliknya. Akhir April 2014 lalu Clayton Lockett seorang pria kulit hitam usia 38 tahun menjalani hukuman mati dengan suntikan di penjara Negara Bagian Okahoma Amerika. Tetapi pelaksanaannya tidak berjalan mulus. Clayton sempat sekarat meronta-ronta dan menggelepar-gelepar sementara terikat ditempat ia dibaringkan selama 43 menit. Tubuhnya berkedut dan kemudian kejang-kejang. Tampak seperti tubuh bagian atasnya berusaha untuk mengangkat pembaringan tepat ia diikat. Akhirnya ia mati akibat serangan jantung. Pada 16 Januari tahun ini terpidana mati dari Ohio, Dennis McGuire, megap-megap, sesak nafas dan kejang selama lebih dari 10 menit sebelum mati oleh koktail obat yang digunakan dalam eksekusi. Setelah pelaksanaan prosedur eksekusi, jasadnya masih berkali-kali mendengus, mengeluarkan suara mengorok dan melekukkan punggungnya, menggeliat kesakitan; terlihat dan terdengar seolah-olah ia tercekik. Hal ini berlangsung selama 19 menit.


Jadi meskipun Lethal Injection dianggap sebagai cara yang paling cepat, aman dan tak terasa, kenyataanya banyak juga mengalami kegagalan. Kasus eksekusi Clayton dan McGuire merupakan buktinya. Maut adalah rahasia Sang Khaliq. Wallohu a’lam. Tulisan ini adalah update tulisan saya dengan judul yang sama.

07/05/14

PENUH KEBENCIAN SESAMA WANITA


PENUH KEBENCIAN SESAMA WANITA
Oleh: Jum’an

Simaklah curhat Erica Sanchez ini. Saya kutip sebagai acuan, meskipun kesaksian seperti ini sangat lumrah dimana-mana. Erica adalah seorang feminis, dan wartawan freelance. Katanya: pernahkah anda (wanita) masuk kesebuah ruangan yang penuh hadirin dan melihat sejumlah wanita yang memandang rendah kepada anda tanpa alasan sama sekali? Banyak wanita yang merasa sering dijadikan sasaran oleh wanita lain, bukan karena kecemburuan seksual, tapi karena rasa tidak aman dan ingin menghina. Banyak wanita merasa sering dikucilkan oleh wanita-wanita lain. Banyak wanita bersikap kasar kepada wanita lain tanpa alasan apapun. Erica sering berjumpa dengan wanita yang dengan instan berupaya menunjukkan sikap merendahkan. Seolah-olah muka Erica berlendir, seolah-olah keberadaannya mengganggu perasaan mereka. Kenapa? Padahal saya ramah! Saya lucu! Saya orang yang baik! Mengapa kamu begitu brengsek? Aku tidak mau bersaing dengan kamu. Aku juga tidak ingin merebut suami kamu. Siapa tahu aku bisa menjadi temanmu”. Budaya kita mengadu domba wanita satu sama lain. Wanita sulit bersatu sehingga tidak akan maju sebagai kelompok. Sebagai seorang feminis Erica tak yakin bagaimana caranya menanggapi perilaku ini. Ia merasa bingung setiap kali peristiwa itu terjadi. Keadaan ini menyulitkan untuk bersahabat dengan wanita lain dan ia benci itu. Ia ingin dikelilingi dan merasakan suasana “sesama wanita”; mengapa mereka membuatnya begitu sulit? Jangan salah paham – Banyak wanita saling bersahabat dan erat - tetapi itu jarang. Mayoritas wanita siap membenci wanita lain sejak bertemu muka pertama kali. Pantas dikasihani bukan? Apa yang ditulis Erica sebenarnya banyak dialami wanita dimana-mana bahwa sesame wanita memang penuh kebencian…….

Menurut pakar psikologi Dr. Seth Meyers kebencian sesama wanita memang berakar dalam jiwa mereka. Kalau kita dengar dan renungkan betapa pedasnya umpatan mereka kepada wanita lain (Sikucing gatal! Sirok dalam yang kumal!) mengingatkan kita bahwa perempuan jauh lebih kejam satu sama lain daripada laki-laki."Pandangan wanita terhadap wanita lain lebih kritis dari pada pandangan pria terhadap pria lain. Menurut penelitian kebanyakan mahasiswi tidak suka berteman dengan mahasiswi lain yang nampaknya tak pilih-pilih pasangan, dibanding mahasiswa yang tak terlalu pilih-pilih teman sesama mahasiswa. Wanita dengan jelas menandai wanita lain yang tidak selektif dan sekaligus memiliki keyakinan negatif tentang dirinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa wanita lebih sensitif dibandingkan pria dalam hal pengucilan, dan ketika mereka merasa terancam akan dikucilkan, respon pertama seorang wanita adalah mengucilkan pihak ketiga. Nicki Crick professor piskologi anak dari Unversitas Minnesota yang telah lama meneliti masalah agresi dengan cara merusak hubungan atau status sosial seseorang, menyatakan bahwa jenis agresi ini lebih sering dilakukan oleh wanita ketimbang oleh pria. Menurut Crick kemungkinan besar sikap negatif perempuan sebenarnya merupakan manifestasi dari agresi relasional itu. Crick juga mengatakan bahwa wanita yang keji terhadap wanita lain sering dibesarkan oleh seorang ibu yang tidak menyukai dirinya sendiri dan juga secara umum tidak merasa hangat terhadap perempuan. Faktor lain adalah kecemasan. Sebagian besar kebencian wanita sebenarnya berasal dari perasaan minder dalam segi kehidupan yg mereka nilai penting; dan membela dirinya dengan mencemooh perempuan lainnya. Dengan kata lain, karena minder dia iri hati terhadap apa yang mereka miliki. Para wanita juga merasakan kecemasan yang jauh lebih besar dlm hal penampilan dibandingkan pria, dan wanita merasa, tekanan kaum pria dan media agar wanita langsing dan cantik misalnya, menjelma menjadi bibit permusuhan sesama mereka. Lepas dari hasil penelitian, bisa dimengerti jika perempuan merasa harus berusaha keras untuk mengamankan status sosial apapun yang mereka dapat, dan ini kadang-kadang dapat berbentuk praktek pengucilan wanita lain.

Menurut sasterawan Inggris abad 19 Walter Savage Landor, "Tidak ada persahabatan yang lebih indah dan mesra seperti persahabatn antara wanita dengan wanita (tetapi juga), tidak ada dendam yang teramat sangat dan tak tergoyahkan seperti dendam wanita kepada wanita." Dan dendam seorang wanita umumnya disebabkan oleh cemburu seperti dikatakan pepatah Perancis: "Laki-laki lah yang menyebabkan perempuan tidak menyukai satu sama lain." Pepatah lain juga mengatakan bahwa "Seorang wanita lebih kekal dalam kebencian daripada dalam cinta". Pepatah Jerman mengatakan: "dendam seorang wanita tidak mengenal batas. Seorang wanita ketika terbakar oleh cinta atau benci, akan melakukan apa pun."

Melakukan apapun? Ya! Rosemary Vogel (65) dari Arizona, ditangkap polisi karena  diduga menyuntikkan tinja ke saluran infus suaminya (66 th) yg sedang dirawat di rumah sakit  Chandler Regional Medical Center seusai operasi jantung. Ia kepergok sedang mengakali saluran infus suaminya, yang kedapatan mengandung zat berwarna cokelat. Hasil test laboratorium membuktikani bahan dalam saluran infus itu adalah kotoran manusia (tinja), yang juga ditemukan dalam alat suntik yang sudah kosong dalam tas Rosemary; yang adalah mantan perawat yang bekerja di rumah sakit itu juga. Tindakan cepat para perawat ternyata telah menyelamatkan nyawa pria itu. Usaha membunuh dengan cara menyuntikkan cairan tinja kejantung suami yang sedang dalam pemulihan dan sudah hidup bersama selama 30 tahun adalah salah satu bukti dendam wanita yang teramat sangat……..


02/05/14

DARI MTV KE TANAH SUCI


DARI MTV KE TANAH SUCI
Oleh: Jum’an


(Zaenab) Eva Ahmad (51 th) adalah seorang penulis dan mantan penyiar radio BBC. Ia blasteran antara ibu Inggris dan ayah Pakistan. Karyanya banyak dimuat dalam media Inggris terkenal seperti The Times, The Guardian dan berbagai harian lain. Ia sekarang tinggal di Oxford sebagai penulis dan konsultan komunikasi. Masa remajanya dapat dikatakan tidak bahagia. Sejak kecil ia merasa tidak suka dan ingin lari dari Islam yang diajarkan oleh ayahnya. Menjadi orang Islam menurutnya berarti serba jangan; semua yang menyenangkan haram. Tidak boleh bersiul, tidak boleh mengunyah permen karet, naik sepeda, nonton acara tangga lagu-lagu, tidak boleh berpakaian ketat atau terbuka, tak boleh berdandan, tidak boleh makan dijalan, menaruh tangan di saku, memotong rambut atau melukis kuku. Tak boleh banyak tanya, tidak boleh memelihara anjing untuk mainan. Duduk disebelah pria, berjabat tangan atau saling memandang. Aturan dasar ini diberlakukan oleh ayahnya sebagai upaya untuk menjadikannya muslimah yang baik. Begitu mencapai usia 18 dan masuk universitas, ia membuang seluruh paket peraturan itu dan menolak untuk kembali ke Islam. Ia pun menghapus nama depan Zaenab (nama istri nabi) yang diberikan orang tuanya. Pikirnya, siapa wanita merdeka masakini di Inggris yang mau memilih kehidupan seperti itu. Belakangan pada usia lima puluh ia terheran-heran dengan makin banyaknya wanita karir modern Inggris yang memeluk Islam. Termasuk diantaranya Lauren Booth adik ipar Tony Blair mantan PM Inggris. “Bagaimana mungkin mereka tertarik dengan agama yang telah membuat saya merasa begitu hina seperti budak? Kenapa pengalaman mereka dengan Islam begitu berbeda dengan saya?” Eva pun berusaha mengeksplorasi sebab-musababnya dan menuangkan hasilnya di Mail Online, disini.

Sepintas kita memahami kasus Eva Ahmad. Mungkin Islam ayahnya terlalu kaku atau ia tidak arif dalam mewujudkan niat baik dalam mendidik anaknya. Atau Eva memang anak bengal……. Yang menarik untuk diteliti sebab-musabanya adalah justru disaat Islam sering diidentikkan dengan terorisme dan penindasan wanita, disaat kita melihat banyak perpecahan umat Islam, para wanita karir rasionalis itu malah memutuskan sebaliknya untuk memeluk Islam. Kalau tidak karena daya tarik yang luar biasa didalamnya, mustahil mereka melakukannya. Salah satu tokoh yang menjadi subjek penelitian Eva Ahmad adalah Kristiane Backer (49) wanita kelahiran Hamburg Jerman, seorang presenter TV, wartawan dan penulis yang sekarang tinggal di London dengan karir di seluruh Eropa. Ketika usia 20-an, Kristiane Backer adalah salah satu presenter pertama di MTV Eropa. Bertahun-tahun ia berkecimpung dalam kancah musik internasional, sangat dikagumi banyak pemirsa dan menjadi idola pers Eropa. Akrab dengan para penyanyi tenar seperti Mick Jagger, Bono, Bob Geldof, Jim Kerr dan Cat Stevens, Kristiane melesat ke garis depan budaya populer. Ia lancar berbahasa Jerman, Inggris, Perancis dan Italia serta faham bahasa Arab dasar. Ia medapat penghargaan Golden Camera dan Golden Otto yang sangat bergengsi dari televisi Jerman. Dari 1996, ia bergiat di NBC Eropa mengelola acara kebudayaan. Kristiane juga berbisnis event- organizer untuk acara-acara perdana, konferensi, dan rapat-rapat perusahaan di seluruh Eropah serta sederet profesi yang lain. Boleh dikatakan Kristiane memiliki hampir semua yang dicita-citakan seorang gadis Barat. Ia yang sudah menikmati kehidupan liberal ala Barat yang dirindukan Eva Ahmad saat remaja, lalu berbalik dan memilih memeluk Islam yang menurut Eva serba haram. Suatu ketika ditahun 92 di puncak karirnya Kristian bertemu mantan pemain kriket legendaris Pakistan Imran Khan (sekarang ketua partai Tahreek). Imran mengajaknya ke Pakistan di mana Kristiane merasa sangat tersentuh oleh spiritualitas dan kehangatan dari orang-orang disana. Dengan dukungan dari teman-teman yang dia temui melalui Imran Khan termasuk Cat Stevens aka Yusuf Islam, Kristiane mulai membaca buku-buku tentang Islam dan secara intelektual tertarik. Setelah melakukan penelitian untuk beberapa tahun dan mengajukan segala pertanyaan pada para cendekiawan dan berbagai tokoh, ia ingin mencicipi butir-butir rohani yang telah dibacanya dan secara aktif mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, meskipun secara intelektual yakin, keputusan untuk memeluk Islam pada 1995 merupakan suatu ketetapan batin. ‘"Di Barat, kami dituntut untuk memenuhi alasan-alasan dangkal, seperti pakaian apa yang akan dikenakan. Dalam Islam, orang melihat ke tujuan yang lebih tinggi. Semua dilakukan untuk memenuhi ridho Allah. Itu adalah sistem nilai yang sama sekali berbeda. Saya merasa kosong di dalam dan sadar betapa terbebaskannya menjadi seorang Muslim.” Pengalamannya tentang ibadah haji dan tulisannya tentang ibadah puasa dapat dibaca disini dan disini .

Dia mengatakan: “Di Jerman ada Islamofobi. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya pindah agama. Ada kampanye pers melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris - saya difitnah.” Ia kemudian aktif di NBC Eropa. Kristiane Backer adalah seorang Muslim Eropa dengan ciri yang khas dibanding Muslimin sejak lahir. Ia jeli dalam membedakan antara faktor budaya dan apa yang benar-benar merupakan ajaran agama. Ia gagal menikah dengan sorang Maroko kerena merasa sang suami mengatur menurut budaya negerinya, bukan menurut Islam. “Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu - saya tidak menerima secara membabi buta. Ia sangat suka dengan keramahan dan kehangatan dari komunitas Muslim. London adalah tempat terbaik di Eropa bagi umat Islam, ada budaya Islam yg indah di sini dan saya sangat senang.”


Pada 2012 Kristiane menerbitkan buku “From MTV to Mecca: How Islam Inspired My Life”  di Inggris. Buku laris ini berisi pengalaman pribadinya memeluk Islam dan menjelaskan bagaimana iman akhirnya memberikan kedamaian batin dan makna hidup yang ia cari. Edisi Jerman dan Belanda sudah terbit 2009 dan 2010. Edisi Indonesia, Malaysia, Urdu dan Arab 2013 dan 2014. Kristiane yakin, suatu generasi baru Muslim modern independen dapat bersatu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam bukanlah agama yang menganut kekerasan dan tidak menghargai hak-hak wanita. Kristiane adalah global ambassador dari yayasan Exploring Islam, dan aktif dalam kampanye anti Islamofobi. Dia ikut dalam dialog antar agama dan promosi saling pengertian antara Islam dan Barat.