15/05/14

COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA


COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA
Oleh: Jum’an

Hukuman mati jelas disebut dalam kitab suci tiga agama Islam, Nasrani dan Yahudi dan banyak orang yakin akan mencegah orang untuk membunuh karena takut akan hukuman yang sangat berat, baik didunia maupun diakhirat. Setidaknya ada tujuh cara hukuman mati yang semuanya mengerikan. Yaitu dengan cara dipancung, digantung, disetrum dikursi listrik (electrocution), kamar gas, disuntik mati (lethal injection), ditembak atau dirajam. Semuanya terdengar dan terkesan sangat mengerikan. Dipancung, kepala jatuh menggelinding dengan mata terbuka sedangkan tubuh menggelepar sebelum benar-benar mati. Hukuman gantungan kalau terlalu cepat jatuhnya, badan kelojotan dan kalau kurang cepat kepala meronta karena tercekik. Kursi listrik akan menimbulkan bau daging manusia terbakar yang menyengat dan kulit kepala megeluarkan asap. Di kamar gas orang tersedak menyeramkan dan terlalu lama matinya. Dengan suntikan, seperti anda baca dibawah ini, tidak kalah mengerikan jika terjadi kesalahan kecil sekalipun dan sudah sering terbukti. Ditembak terlalu ganas, dada ditembus peluru dengan mata ditutup dan tangan diikat kebelakang. Begitu juga dirajam yaitu dlempari batu sampai mati. Semuanya nauzubillah min dzalik.

China, Amerika, Iran dan Saudi Arabia tercatat sebagai negara-negara yang paling banyak melaksanakan hukum mati. Karena banyak negara menetapkan hukuman mati didalam konstitusi mereka, masing-masing juga mempunyai petunjuk pelakanaan yang mungkin mereka anggap cara eksekusi yang lebih manusiawi, tak nampak menyiksa, tidak mengesankan balas dendam, berdarah-darah dan tidak berlama-lama. Bahkan konon Kusni Kasdut penjahat legendaris yang dihukum mati pada tahun 1980, malam sebelumnya dijamu keluarganya dengan makanan enak-enak (cap cay, mi dan ayam goreng), makanan yang tidak akan sempat dicerna sampai sempurna karena esok hari hidupnya sudah harus berakhir. Kedua matanya ditutup untuk mengurangi rasa takut. Kabarnya, salah satu senapan dari regu tembak berisi peluru kosong sehinga semua anggota regu tembak berharap semoga bukan peluru mereka yang membunuh si terpidana. Alangkah manusiawinya!

Setidaknya ada dua cara untuk menyuntik mati seorang terpidana. Pertama dengan sekali suntik bius over-dosis sehingga tertidur dan tidak bangun lagi. Yang kedua, yang dianggap lebih cepat dan lebih aman, dengan menggunakan suntikan tiga tahap. Yaitu di bius, dilumpuhkan, dihentikan jantungnya. Pada tahun 1977 Jay Chapman seorang dokter Amerika membuat ramuan yang disebut Three Drugs Cocktail yang sejak itu dipakai disana untuk mengeksekusi terpidana mati dengan suntikan (lethal injection).
Cocktail itu terdiri dari tiga bahan kimia yang akan disuntikkan secara berturut-turut melalui saluran infus. Mula-mula larutan Sodium Thiopental suatu senyawa barbiturat yang merupakan obat bius super cepat untuk menidurkan terpidana. Lalu menyusul larutan Vecuronium Bromide yang berfungsi melemaskan dan melumpuhkan seluruh otot-otot tubuh sehingga tidak dapat digerakkan. Terakhir suntikan larutan Potassium Chloride yang berfungsi untuk menghentikan denyut jantung. Secara teoritis suntikan tiga tahap ini akan mematikan dengan aman, cepat dan tak terasa. Tetapi kenyataan tidak demikian. Hukuman mati dengan cara ini sering berjalan tidak mulus. Memasang infus dalam suasana tegang tidaklah mudah. Apalagi kalau “pasien” terlalu gemuk, gemetar atau pemakai narkoba. Jadi pembiusan pertama mungkin tidak sempurna. Tetapi karena kemudian tubuh dilumpuhkan dengan suntikan kedua, tim eksekusi tidak tahu apakah pasien mereka merasakan sesuatu atau tidak. Padahal suntikan ketiga yaitu larutan Potassium Chlorida diketahui bakal menimbulkan rasa sakit yang luar biasa panas membakar urat-urat darah bila saraf-saraf masih bekerja dan tidak terbius dengan sempurna. Jadi akibatnya justru kematian yang sangat menyakitkan tanpa seorangpun menyadarinya karena siterpidana hanya diam, berkedippun tidak. Derita tanpa air mata.

Kegagalan eksekusi dengan suntikan selain dapat mengakibatkan si terpidana mati dengan tersiksa dan kesakitan tetapi badan dan mukanya nampak tidur damai, juga dapat mengakibatkan yang sebaliknya. Akhir April 2014 lalu Clayton Lockett seorang pria kulit hitam usia 38 tahun menjalani hukuman mati dengan suntikan di penjara Negara Bagian Okahoma Amerika. Tetapi pelaksanaannya tidak berjalan mulus. Clayton sempat sekarat meronta-ronta dan menggelepar-gelepar sementara terikat ditempat ia dibaringkan selama 43 menit. Tubuhnya berkedut dan kemudian kejang-kejang. Tampak seperti tubuh bagian atasnya berusaha untuk mengangkat pembaringan tepat ia diikat. Akhirnya ia mati akibat serangan jantung. Pada 16 Januari tahun ini terpidana mati dari Ohio, Dennis McGuire, megap-megap, sesak nafas dan kejang selama lebih dari 10 menit sebelum mati oleh koktail obat yang digunakan dalam eksekusi. Setelah pelaksanaan prosedur eksekusi, jasadnya masih berkali-kali mendengus, mengeluarkan suara mengorok dan melekukkan punggungnya, menggeliat kesakitan; terlihat dan terdengar seolah-olah ia tercekik. Hal ini berlangsung selama 19 menit.


Jadi meskipun Lethal Injection dianggap sebagai cara yang paling cepat, aman dan tak terasa, kenyataanya banyak juga mengalami kegagalan. Kasus eksekusi Clayton dan McGuire merupakan buktinya. Maut adalah rahasia Sang Khaliq. Wallohu a’lam. Tulisan ini adalah update tulisan saya dengan judul yang sama.

07/05/14

PENUH KEBENCIAN SESAMA WANITA


PENUH KEBENCIAN SESAMA WANITA
Oleh: Jum’an

Simaklah curhat Erica Sanchez ini. Saya kutip sebagai acuan, meskipun kesaksian seperti ini sangat lumrah dimana-mana. Erica adalah seorang feminis, dan wartawan freelance. Katanya: pernahkah anda (wanita) masuk kesebuah ruangan yang penuh hadirin dan melihat sejumlah wanita yang memandang rendah kepada anda tanpa alasan sama sekali? Banyak wanita yang merasa sering dijadikan sasaran oleh wanita lain, bukan karena kecemburuan seksual, tapi karena rasa tidak aman dan ingin menghina. Banyak wanita merasa sering dikucilkan oleh wanita-wanita lain. Banyak wanita bersikap kasar kepada wanita lain tanpa alasan apapun. Erica sering berjumpa dengan wanita yang dengan instan berupaya menunjukkan sikap merendahkan. Seolah-olah muka Erica berlendir, seolah-olah keberadaannya mengganggu perasaan mereka. Kenapa? Padahal saya ramah! Saya lucu! Saya orang yang baik! Mengapa kamu begitu brengsek? Aku tidak mau bersaing dengan kamu. Aku juga tidak ingin merebut suami kamu. Siapa tahu aku bisa menjadi temanmu”. Budaya kita mengadu domba wanita satu sama lain. Wanita sulit bersatu sehingga tidak akan maju sebagai kelompok. Sebagai seorang feminis Erica tak yakin bagaimana caranya menanggapi perilaku ini. Ia merasa bingung setiap kali peristiwa itu terjadi. Keadaan ini menyulitkan untuk bersahabat dengan wanita lain dan ia benci itu. Ia ingin dikelilingi dan merasakan suasana “sesama wanita”; mengapa mereka membuatnya begitu sulit? Jangan salah paham – Banyak wanita saling bersahabat dan erat - tetapi itu jarang. Mayoritas wanita siap membenci wanita lain sejak bertemu muka pertama kali. Pantas dikasihani bukan? Apa yang ditulis Erica sebenarnya banyak dialami wanita dimana-mana bahwa sesame wanita memang penuh kebencian…….

Menurut pakar psikologi Dr. Seth Meyers kebencian sesama wanita memang berakar dalam jiwa mereka. Kalau kita dengar dan renungkan betapa pedasnya umpatan mereka kepada wanita lain (Sikucing gatal! Sirok dalam yang kumal!) mengingatkan kita bahwa perempuan jauh lebih kejam satu sama lain daripada laki-laki."Pandangan wanita terhadap wanita lain lebih kritis dari pada pandangan pria terhadap pria lain. Menurut penelitian kebanyakan mahasiswi tidak suka berteman dengan mahasiswi lain yang nampaknya tak pilih-pilih pasangan, dibanding mahasiswa yang tak terlalu pilih-pilih teman sesama mahasiswa. Wanita dengan jelas menandai wanita lain yang tidak selektif dan sekaligus memiliki keyakinan negatif tentang dirinya. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa wanita lebih sensitif dibandingkan pria dalam hal pengucilan, dan ketika mereka merasa terancam akan dikucilkan, respon pertama seorang wanita adalah mengucilkan pihak ketiga. Nicki Crick professor piskologi anak dari Unversitas Minnesota yang telah lama meneliti masalah agresi dengan cara merusak hubungan atau status sosial seseorang, menyatakan bahwa jenis agresi ini lebih sering dilakukan oleh wanita ketimbang oleh pria. Menurut Crick kemungkinan besar sikap negatif perempuan sebenarnya merupakan manifestasi dari agresi relasional itu. Crick juga mengatakan bahwa wanita yang keji terhadap wanita lain sering dibesarkan oleh seorang ibu yang tidak menyukai dirinya sendiri dan juga secara umum tidak merasa hangat terhadap perempuan. Faktor lain adalah kecemasan. Sebagian besar kebencian wanita sebenarnya berasal dari perasaan minder dalam segi kehidupan yg mereka nilai penting; dan membela dirinya dengan mencemooh perempuan lainnya. Dengan kata lain, karena minder dia iri hati terhadap apa yang mereka miliki. Para wanita juga merasakan kecemasan yang jauh lebih besar dlm hal penampilan dibandingkan pria, dan wanita merasa, tekanan kaum pria dan media agar wanita langsing dan cantik misalnya, menjelma menjadi bibit permusuhan sesama mereka. Lepas dari hasil penelitian, bisa dimengerti jika perempuan merasa harus berusaha keras untuk mengamankan status sosial apapun yang mereka dapat, dan ini kadang-kadang dapat berbentuk praktek pengucilan wanita lain.

Menurut sasterawan Inggris abad 19 Walter Savage Landor, "Tidak ada persahabatan yang lebih indah dan mesra seperti persahabatn antara wanita dengan wanita (tetapi juga), tidak ada dendam yang teramat sangat dan tak tergoyahkan seperti dendam wanita kepada wanita." Dan dendam seorang wanita umumnya disebabkan oleh cemburu seperti dikatakan pepatah Perancis: "Laki-laki lah yang menyebabkan perempuan tidak menyukai satu sama lain." Pepatah lain juga mengatakan bahwa "Seorang wanita lebih kekal dalam kebencian daripada dalam cinta". Pepatah Jerman mengatakan: "dendam seorang wanita tidak mengenal batas. Seorang wanita ketika terbakar oleh cinta atau benci, akan melakukan apa pun."

Melakukan apapun? Ya! Rosemary Vogel (65) dari Arizona, ditangkap polisi karena  diduga menyuntikkan tinja ke saluran infus suaminya (66 th) yg sedang dirawat di rumah sakit  Chandler Regional Medical Center seusai operasi jantung. Ia kepergok sedang mengakali saluran infus suaminya, yang kedapatan mengandung zat berwarna cokelat. Hasil test laboratorium membuktikani bahan dalam saluran infus itu adalah kotoran manusia (tinja), yang juga ditemukan dalam alat suntik yang sudah kosong dalam tas Rosemary; yang adalah mantan perawat yang bekerja di rumah sakit itu juga. Tindakan cepat para perawat ternyata telah menyelamatkan nyawa pria itu. Usaha membunuh dengan cara menyuntikkan cairan tinja kejantung suami yang sedang dalam pemulihan dan sudah hidup bersama selama 30 tahun adalah salah satu bukti dendam wanita yang teramat sangat……..


02/05/14

DARI MTV KE TANAH SUCI


DARI MTV KE TANAH SUCI
Oleh: Jum’an


(Zaenab) Eva Ahmad (51 th) adalah seorang penulis dan mantan penyiar radio BBC. Ia blasteran antara ibu Inggris dan ayah Pakistan. Karyanya banyak dimuat dalam media Inggris terkenal seperti The Times, The Guardian dan berbagai harian lain. Ia sekarang tinggal di Oxford sebagai penulis dan konsultan komunikasi. Masa remajanya dapat dikatakan tidak bahagia. Sejak kecil ia merasa tidak suka dan ingin lari dari Islam yang diajarkan oleh ayahnya. Menjadi orang Islam menurutnya berarti serba jangan; semua yang menyenangkan haram. Tidak boleh bersiul, tidak boleh mengunyah permen karet, naik sepeda, nonton acara tangga lagu-lagu, tidak boleh berpakaian ketat atau terbuka, tak boleh berdandan, tidak boleh makan dijalan, menaruh tangan di saku, memotong rambut atau melukis kuku. Tak boleh banyak tanya, tidak boleh memelihara anjing untuk mainan. Duduk disebelah pria, berjabat tangan atau saling memandang. Aturan dasar ini diberlakukan oleh ayahnya sebagai upaya untuk menjadikannya muslimah yang baik. Begitu mencapai usia 18 dan masuk universitas, ia membuang seluruh paket peraturan itu dan menolak untuk kembali ke Islam. Ia pun menghapus nama depan Zaenab (nama istri nabi) yang diberikan orang tuanya. Pikirnya, siapa wanita merdeka masakini di Inggris yang mau memilih kehidupan seperti itu. Belakangan pada usia lima puluh ia terheran-heran dengan makin banyaknya wanita karir modern Inggris yang memeluk Islam. Termasuk diantaranya Lauren Booth adik ipar Tony Blair mantan PM Inggris. “Bagaimana mungkin mereka tertarik dengan agama yang telah membuat saya merasa begitu hina seperti budak? Kenapa pengalaman mereka dengan Islam begitu berbeda dengan saya?” Eva pun berusaha mengeksplorasi sebab-musababnya dan menuangkan hasilnya di Mail Online, disini.

Sepintas kita memahami kasus Eva Ahmad. Mungkin Islam ayahnya terlalu kaku atau ia tidak arif dalam mewujudkan niat baik dalam mendidik anaknya. Atau Eva memang anak bengal……. Yang menarik untuk diteliti sebab-musabanya adalah justru disaat Islam sering diidentikkan dengan terorisme dan penindasan wanita, disaat kita melihat banyak perpecahan umat Islam, para wanita karir rasionalis itu malah memutuskan sebaliknya untuk memeluk Islam. Kalau tidak karena daya tarik yang luar biasa didalamnya, mustahil mereka melakukannya. Salah satu tokoh yang menjadi subjek penelitian Eva Ahmad adalah Kristiane Backer (49) wanita kelahiran Hamburg Jerman, seorang presenter TV, wartawan dan penulis yang sekarang tinggal di London dengan karir di seluruh Eropa. Ketika usia 20-an, Kristiane Backer adalah salah satu presenter pertama di MTV Eropa. Bertahun-tahun ia berkecimpung dalam kancah musik internasional, sangat dikagumi banyak pemirsa dan menjadi idola pers Eropa. Akrab dengan para penyanyi tenar seperti Mick Jagger, Bono, Bob Geldof, Jim Kerr dan Cat Stevens, Kristiane melesat ke garis depan budaya populer. Ia lancar berbahasa Jerman, Inggris, Perancis dan Italia serta faham bahasa Arab dasar. Ia medapat penghargaan Golden Camera dan Golden Otto yang sangat bergengsi dari televisi Jerman. Dari 1996, ia bergiat di NBC Eropa mengelola acara kebudayaan. Kristiane juga berbisnis event- organizer untuk acara-acara perdana, konferensi, dan rapat-rapat perusahaan di seluruh Eropah serta sederet profesi yang lain. Boleh dikatakan Kristiane memiliki hampir semua yang dicita-citakan seorang gadis Barat. Ia yang sudah menikmati kehidupan liberal ala Barat yang dirindukan Eva Ahmad saat remaja, lalu berbalik dan memilih memeluk Islam yang menurut Eva serba haram. Suatu ketika ditahun 92 di puncak karirnya Kristian bertemu mantan pemain kriket legendaris Pakistan Imran Khan (sekarang ketua partai Tahreek). Imran mengajaknya ke Pakistan di mana Kristiane merasa sangat tersentuh oleh spiritualitas dan kehangatan dari orang-orang disana. Dengan dukungan dari teman-teman yang dia temui melalui Imran Khan termasuk Cat Stevens aka Yusuf Islam, Kristiane mulai membaca buku-buku tentang Islam dan secara intelektual tertarik. Setelah melakukan penelitian untuk beberapa tahun dan mengajukan segala pertanyaan pada para cendekiawan dan berbagai tokoh, ia ingin mencicipi butir-butir rohani yang telah dibacanya dan secara aktif mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi, meskipun secara intelektual yakin, keputusan untuk memeluk Islam pada 1995 merupakan suatu ketetapan batin. "Di Barat, kami dituntut untuk memenuhi alasan-alasan dangkal, seperti pakaian apa yang akan dikenakan. Dalam Islam, orang melihat ke tujuan yang lebih tinggi. Semua dilakukan untuk memenuhi ridho Allah. Itu adalah sistem nilai yang sama sekali berbeda. Saya merasa kosong di dalam dan sadar betapa terbebaskannya menjadi seorang Muslim.” Pengalamannya tentang ibadah haji dan tulisannya tentang ibadah puasa dapat dibaca disini dan disini .

Dia mengatakan: “Di Jerman ada Islamofobi. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya pindah agama. Ada kampanye pers melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris - saya difitnah.” Ia kemudian aktif di NBC Eropa. Kristiane Backer adalah seorang Muslim Eropa dengan ciri yang khas dibanding Muslimin sejak lahir. Ia jeli dalam membedakan antara faktor budaya dan apa yang benar-benar merupakan ajaran agama. Ia gagal menikah dengan sorang Maroko kerena merasa sang suami mengatur menurut budaya negerinya, bukan menurut Islam. “Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu - saya tidak menerima secara membabi buta. Ia sangat suka dengan keramahan dan kehangatan dari komunitas Muslim. London adalah tempat terbaik di Eropa bagi umat Islam, ada budaya Islam yg indah di sini dan saya sangat senang.”


Pada 2012 Kristiane menerbitkan buku “From MTV to Mecca: How Islam Inspired My Life”  di Inggris. Buku laris ini berisi pengalaman pribadinya memeluk Islam dan menjelaskan bagaimana iman akhirnya memberikan kedamaian batin dan makna hidup yang ia cari. Edisi Jerman dan Belanda sudah terbit 2009 dan 2010. Edisi Indonesia, Malaysia, Urdu dan Arab 2013 dan 2014. Kristiane yakin, suatu generasi baru Muslim modern independen dapat bersatu untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam bukanlah agama yang menganut kekerasan dan tidak menghargai hak-hak wanita. Kristiane adalah global ambassador dari yayasan Exploring Islam, dan aktif dalam kampanye anti Islamofobi. Dia ikut dalam dialog antar agama dan promosi saling pengertian antara Islam dan Barat. 

19/04/14

KONSPIRASI MADZHAB BUMI DATAR


KONSPIRASI MADZHAB BUMI DATAR
Oleh: Jum’an


Pada th. 1968, awak pesawat Apollo 8 mengambil foto yang kemudian dikenal sebagai Bumi Terbit, yaitu potret bumi dilihat dari permukaan bulan yang berbentuk bulat seperti bola. Bagi banyak orang potret itu merupakan bukti visual yang sempurna bahwa bumi yang terasa dan terlihat datar sebenarnya berbentuk bulat. Tetapi tidak semua orang setuju. Ada yang mengatakan potret itu palsu – itu adalah bagian dari rekayasa perskongkolan antara Badan Ruang Angkasa Amerika (NASA), pemerintahan dan para ilmuwan. Menurut mereka yang percaya bahwa bumi adalah datar, tujuan persekongkolan untuk menyembunyikan bentuk bumi itu mungkin bermotif keuangan. "Singkatnya, secara logis akan lebih murah untuk menempuh program ruang angkasa palsu dari pada program yang benar-benar, sehingga oknum-oknum yg bersekongkol mendapat keuntungan dari pendanaan NASA dan lembaga antariksa lainnya dari pemerintah," demikian keterangan dalam website mereka. Tetapi benarkah masih ada komunitas yang benar-benar percaya bahwa bumi itu datar? Selayaknya di era eksplorasi ruang angkasa yang demikian maju, tak ada lagi madzhab Bumi Datar. Masyarakat akan menganggapnya keterlaluan dan ketinggalan zaman.

Jangan salah! Nyatanya di negara maju seperti Inggris dan Amerika mereka benar-benar ada. Mereka membentuk komunitas Flat Earth Society untuk melawan “konspirasi” bumi bulat. Pengikut mereka terus bertambah sekitar 200 orang per tahun sejak 2009. Mereka terus mengumpulkan data online untuk menggalang komunitas bumi datar internasional. Dilihat dari gigihnya usaha dan investasi untuk menyebarkan faham serta kukuhnya pandangan mereka, terlihat bahwa orang-orang ini benar-benar percaya bumi itu datar. John Davis seorang ahli computer dan pakar dalam teori bumi datar mengatakan: “Orang berprasangka buruk kepada kami dan menggunakan istilah bumi datar sebagai pelecehan, dan dengan konotasi yang menyiratkan taklid buta, ketidaktahuan bahkan anti ilmu pengetahuan. Orang terlalu percaya pada nilai permukaan, cukup puas dengan apa yang diberitahukan, tidak peduli informasi itu bertentangan dengan perasaan dan penglihatan mereka”. Menurut Davis bumi adalah berbentuk cakram atau piringan datar dan horisontal dengan diameter 40.000 km dan tebal 9.000 km dibentengi dinding es setinggi 150 kaki melingkar sekeliling piringan. Matahari dan bulan adalah bola berdiameter 50 kilometer yang berjarak 5000 km di atas dataran Bumi. Bintang-bintang berjarak 5000 km diatas matahari., Benda-benda langit ini seperti lampu sorot menerangi bagian-bagian yang berbeda dari bumi dalam siklus 24-jam.

Siapa yang percaya dengan itu? Mustahil bahwa badan-badan ruang angkasa terlibat dalam konspirasi internasional untuk menipu publik guna mendapat keuntungan besar, bahwa foto-foto dari ruang angkasa dipalsukan sebagaimana klaim mereka? Untuk menjaga citra palsu bahwa bumi itu bulat maka NASA, kata mereka, mengerahkan tenaga untuk mengawasi dinding es setinggi 150 kaki tadi agar tidak ada orang yang memanjat dan jatuh keluar bumi. NASA dan para ilmuwan juga dikatakan merekayasa  peralatan GPS agar pilot pesawat menyangka mereka terbang lurus padahal sebenarnya mereka terbang melingkar di atas piringan bumi yang datar. Dr. Christine Garwood dari Univ. Hertfordshire Inggris dalam bukunya “Flat Earth: The History of Infamous Idea” menulis, ide bumi bulat sudah diterima secara luas di kalangan ilmiah, filsafat dan bahkan agama dari sejak abad ke 4 SM. Anehnya, baru pada abad ke-19 di Inggris yang seharusnya lebih rasional, gagasan bumi datar muncul dan tetap hidup sampai sekarang. Kata Garwood, teori bumi datar adalah benar-benar sebuah teori konspirasi seutuhnya. Pengikutnya begitu saja menghapus semua bukti yang sangat kuat bahwa planet kita berbentuk bulat. Sudah tentu mereka memandang pendaratan di bulan adalah palsu, demikian juga foto-foto dari ruang angkasa. Teori ini muncul pada era kebangkitan rasionalisme ilmiah yang dirasakan mengancam otoritas Injil yang menurut pemahaman mereka secara harfiah menyatakan bumi itu datar; sehingga sejumlah pemikir Kristen melancarkan serangan balik terhadap dunia ilmiah. Pada 1870-an, penulis Kristen John Hampden menerbitkan sejumlah karya mengenai bumi datar dan menggambarkan Isaac Newton, tokoh revolusi ilmu pengetahuan akhir abad 17, sebagai pemabuk atau gila. Dan semangat serangan ini hidup sampai hari ini.

Teori konspirasi adalah pemikiran yang menganggap bahwa penyebab yang sebenarnya dari satu peristiwa (politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia yang direncanakan diam-diam oleh kelompok atau orang tertentu yang sangat berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator di belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik.  Ketika Princess Diana meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris tahun 1997 karena sopirnya mabuk, muncul teori konspirasi dari Mohamad Al-Fayed milyarder yang  anaknya, Dodi Al-Fayed tewas bersama Diana. Menurutnya kecelakaan itu sebenarnya pembunuhan yang dilakukan oleh badan intelijen Inggris atas permintaan dari keluarga kerajaan. (takut Princess Diana masuk Islam!?) Teori konspirasi yang dikemukakan oleh Mohamed Al Fayed telah diperiksa dengan teliti dan tak-terbukti. Diana dan Dodi Al-Fayed tewas karena keteledoran sopir yang mabuk. Teori konspirasi lainnya: bahwa serangan menara WTC 11/9/2001 adalah “pekerjaan orang-dalam” dan juga bahwa pendaratan astronot Amerika di bulan tahun 1968 adalah sebuah rekayasa yang dikerjakan di sebuah studio di gurun Mojave, California. Setiap peristiwa besar atau mengagetkan selalu memunculkan teori konspirasi yang bertentangan dengan bukti-bukti yang terang benderang. Menurut merdeka.com hilangnya pesawat Malaysia Airlines -mh370 yang masih dalam penyelidikan, sudah memunculkan 4 teori konspirasi yang melibatkan Amerika dan CIA.


Dr. Karen Douglas dari Univ. Kent Inggris yang mempelajari psikologi teori-teori konspirasi mengatakan, semua teori konspirasi memiliki dorongan yang sama yaitu menyajikan teori alternatif tentang sebuah peristiwa penting dan membangun sebuah penjelasan yg samar-samar mengapa versi yang ”benar” ditutup-tutupi. Salah satu yg menarik adalah mereka menjelaskan peristiwa besar tapi sering tanpa memberikan rincian. Kekaburan yang samar-samar menjadi daya tarik sendiri bagi teori konspirasi. Bagaimanapun, penganut aliran bumi datar lebih fanatik mempercayai bumi itu memang datar dari pada penganut aliran bumi bulat; mungkin karena kita merasa bahwa bumi bulat tidak perlu dibuktikan lagi. Jika kita dihadapkan pada pandangan minoritas yang diajukan secara pintar dan seolah-olah penuh informasi, dan para penganutnya tidak menyimpang dari ajaran mereka, kita bisa sangat terpengaruh. Itulah wibawa minoritas, kata Karen. Dalam penelitian Eric Oliver dan Tom Wood, ilmuwan politik Univ. Chicago,  sekitar separoh orang Amerika mendukung setidaknya satu teori konspirasi, dari gagasan bahwa serangan 11 September adalah “pekerjaan orang dalam” sampai ke konspirasi pembunuhan JFK. Banyak orang mau percaya ide-ide yang secara jelas bertentangan dengan bukti-bukti yang dominan. Menurut Oliver keyakinan konspirasi berasal dari kecenderungan manusia untuk melihat adanya kekuatan gaib, yang dikenal sebagai pemikiran magis. Last but not least, orang yang mempercayai satu teori konspirasi cenderung mempercayai teori konspirasi yang lain.

29/03/14

JILBAB NINJA DAN JILBAB SEKULER


JILBAB NINJA DAN JILBAB SEKULER
Oleh: Jum’an

Ini untuk ketiga kalinya saya menulis pandangan orang tentang jilbab. Pertama berjudul Bagaimana Rasanya Tidak Pakai Jilbab, tentang pengalaman Nadia El-Awady dari Cairo, President World Federation of Science Journalist ketika mencoba tampil didepan umum tanpa jilbab yang sudah dikenakannya selama 25 tahun. Yang kedua Revolusi Jilbab Amerika, pandangan Profesor Leila Ahmad dari Univ. Harvard tentang “Revolusi Damai: Kebangkitan Jilbab, dari Timur Tengah sampai Amerika”.  Berikut ini tentang model jilbab yang disukai  orang dinegara-negara Arab dan Teluk Persia…… Anda ingat hadis Nabi ini: ”Allah tidak melihat wajah dan harta seseorang tetapi Dia melihat kepada hati dan perbuatannya?” Setidaknya itu berarti bahwa solat menghadap kepada-Nya tidak perlu berpakaian modis dan mahal. Cukup yang generik dan fungsional saja. Mungkin Rasulullah heran kalau tahu bahwa di Indonesia ada puluhan model mukena: mukena Bali, mukena Abaya, mukena Parasut, Mukena Bordir dan masih banyak lagi. Kalau mukena saja banyak modelnya, apalagi jilbab yang dikenakan muslimat sehari-hari didepan umum. Pantas kalau kita bertanya mana diantara model-model jibab yang dianggap paling pantas oleh masyarakat. Lembaga Penelitias Masyarakat Universitas Michigan AS telah melakukan survey tentang jilbab (niqab, hijab, burqa) di tujuh Negara mayoritas Muslim yaitu Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Tunisia, Irak, Lebanon, dan Turki. Survey dilakukan 2011-2013, dengan jumlah responden masing-masing Negara antara 3000-3500 orang kecuali Saudi Arabia 2000 orang. Survei ini mengajukan pertanyaan tentang jilbab dari penilaian visual saja. Setiap responden diberi kartu dengan enam gambar wanita berjilbab dan diminta memilih mana yang paling tepat untuk dipakai ditempat umum.

Ke-enam model itu adalah no.1 jilbab yang sering dipakai di Afganistan, no.2 yang populer di Arab Saudi dan negara-negara Arab Teluk Persia lainnya, no.3 model yang dianjurkan oleh penganut Syi'ah dan koservatif di Iran, Irak, dan Lebanon. No.4 dan no.5 model yang dianggap paling sesuai oleh perempuan Muslim modern di Iran dan Turki. Ada juga pilihan untuk wanita tidak memakai jilbab sama sekali (no. 6) yang menjadi pilihan wanita sekuler di kawasan itu.
Secara keseluruhan, sebagian besar responden menganggap tampilan no.4 yang rambut dan telinganya tertutup oleh jilbab warna putih, adalah yang paling tepat untuk dpakai ditempat umum, termasuk 57% respondenTunisia, 52% Mesir, 46% Turki, 44% Irak. Di Irak dan Mesir, tampilan no. 3 yang rambut dan telinga tertutup oleh jilbab berwarna hitam adalah pilihan yang paling populer kedua. Di Pakistan, 30% memilih  model jilbab no.2 yang hanya nampak mata seperti pakaian ninja, 31% memilih jilbab no.3 sedang 24% memilih jilbab no.4. Di Arab Saudi, 63% memilih model no.2 yaitu jilbab hitam yang hanya nampak mata, sementara sekitar 10% mengatakan bahwa jilbab no.1 adalah gaya yang paling tepat dan 10% lainnya memilih no.4 yaitu jilbab putih dg rambut dan telinga tertutup dan wajah terbuka. Disisi lain hampir setengah (49%) responden Libanon  dan 32% responden Turki serta 15% responden Tunisia setuju untuk wanita tampil di depan umum tanpa penutup kepala sama sekali. Ini mungkin karena 27% responden Lebanon beragama Kristen. Survey ini juga meneliti tanggapan terhadap pertanyaan, "Apakah seharusnya wanita berhak memilih pakaian mereka sendiri?" Jawaban yang setuju adalah 56% responden Tunisia, 52% Turki, 49% Libanon, 47% Saudi, 27% Iraq, 22% Pakistan dan 14% Mesir. Survey ini tidak menanyakan norma-norma apa menurut para responden yang membuat para wanita itu memilih memakai jilbab yang lebih konservatif atau kurang konservatif di depan umum. Norma-norma sosial, budaya atau agama. Informasi demografis, termasuk jenis kelamin dari para responden dapat dilihat pada (hal. 15) disini

Tanpa maksud menggurui, membaca tulisan tentang hasil survey secara sekilas mudah menyesatkan dan mengundang pertanyaan.  Survey jilbab yang dimuat di Huffington Post dan Pew Reseach Center ini telah mengundang masing-masing 386 dan 462 komentar yang sangat beragam termasuk yang meragukan validitasnya, sampai seperti yang disampaikan oleh seorang wanita bernama Ayesha ini: “Saya adalah pemakai jilbab no. 2 dalam gambar. Saya selalu memakainya setiap keluar rumah. Kebetulan keluarga saya perempuan semua.Tak ada laki-laki manapun yang mengatur apa yang harus saya lakukan. Sayalah perempuan berjilbab sukarela . Saya suka jilbab, saya merasa aman dan terhormat memakainya. Saya tidak merasa diawasi orang. Memakai jilbab tak menghalangi saya mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi atau dari mendapatkan nilai A . Mengapa anda tidak percaya bahwa pemakai jilbab sejati merasa senang dengan jilbab mereka? Saya tak merasa diperintah oleh siapapun, saya hanya merasa diperintah oleh Allah …. Jilbab justru mengingatkan saya bahwa orang 'didalamnya' penting . Kita begitu terpaku oleh wajah, materi, dan citra permukaan – melupakan yang penting dan yang tidak. Hanya Allah yang tahu mana yang terbaik….”

23/03/14

TINGKAT PENDAPATAN DAN GANGGUAN JIWA


TINGKAT PENDAPATAN DAN GANGGUAN JIWA
Oleh: Jum’an

Dalam Deret Volta unsur-unsur logam disusun menurut reaktifitas atau kemudahannya mengalami oksidasi. Yang lebih reaktif ditempatkan disebelah kiri, yang kurang reaktif disebelah kanan. Diujung kiri unsur Lithium dilanjutkan dengan unsur-unsur lain yang lebih mulia (noble) yang tidak mudah teroksidasi sampai ke ujung kanan yaitu platina, perak dan emas yang terkenal sebagai logam mulia yang tahan karat. Bila dua logam yang berbeda dihubungkan (pipa air dari besi dan kran dari tembaga misalnya) maka besi itu akan termakan (berkarat), karena besi terletak jauh disebelah kiri dari tembaga dalam deret Volta. Makin jauh jarak (kemuliaan) antara dua logam dalam deret Volta, makin parah korosi yang terjadi bila berhubungan. Korosi akan merusak dan mengurangi kekuatan logam….. Sementara itu dalam ranah yang berbeda Richard Wilkinson dari think-tank Equality Trust  menyatakan bahwa ketidak-merataan pendapatan dalam masyarakat bukan saja menyebabkan korosi sosial dan memecah-belah, tetapi juga merusak jiwa perseorangan.  Banyak gejala sosial yang sejalan dengan fenomena alam seperti hierarki masyarakat dan susunan unsur-unsur dalam deret Volta ini.

Kesenjangan pendapatan yang jauh antara kelas menengah dan kelas atas di AS bukanlah sesuatu yang khas, tapi merupakan bagian dari fenomena global. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) menyimpulkan bahwa ketimpangan pendapatan memang meningkat di sebagian besar negara maju. Menurut prediksi, seharusnya ketika suatu bangsa menjadi lebih kaya, ketimpangan pendapatan awalnya akan naik dan kemudian menurun. Ketidakseimbangan akan meningkat ketika buruh tani yang berpenghasilan rendah beralih ke pekerjaan industri dengan pembayaran lebih tinggi. Tetapi kenyataan tidak demikian. Dalam 25 tahun terakhir, ketidakmerataan pendapatan terus meningkat tanpa alasan yang jelas. Menurut OECD mungkin karena makin banyaknya orang yang bekerja sambilan, orang-orang kaya yang menanam modal, dan bahkan pernikahan antar orang kaya sehingga melipat duakan kekayaan mereka. Menurut Kentaro Toyama dari Universitas California, alasan yang dominan adalah terjadinya transisi lanjutan dari pekerjaan industri dengan keterampilan rendah ke pekerjaan pengetahuan dengan keterampilan dan pembayaran yang lebih tinggi lagi. Celakanya transisi ini terjebak - krena biaya pendidikan naik, keluarga berpendapatan rendah tidak dapat memperoleh pendidikan yang dibutuhkan untuk meningkatkan keterampilan. Ketidakmerataan itu asli tumbuh dari kapitalisme yang tak terkekang. Menurut Kentaro, ketimpangan pendapatan di seluruh dunia adalah bukti kegagalan Kapitalisme.

Kecenderungan kita untuk mensejajarkan kekayaan harta dengan kenyamanan batin, mempengaruhi cara kita melihat dan memperlakukan satu sama lain. Perasaan menang dan kalah, siapa yang unggul siapa dibawah. Bukti menunjukkan bahwa di negara maju, penyakit mental berat dan ringan, tiga kali lebih umum di masyarakat dimana ketidakmerataan pendapatan antara kaya dan miskin lebih besar. Kajian juga menunjukkan bahwa depresi lebih umum di negara-negara bagian Amerika dengan ketimpangan pendapatan yang lebih besar. Data dari 100 lebih survei di 26 negara, menemukan bahwa gangguan skizofrenia tiga kali lebih umum di masyarakat yang lebih tidak merata pendapatannya dibanding yang lebih merata.

Penelitian Sheri L. Johnson (2012) psikolog di Univ. Berkeley menyimpulkan bahwa gangguan jiwa seperti mania dan narsisme terkait dengan perjuangan kita demi status dan dominasi, sementara gangguan seperti kecemasan dan depresi merupakan reaksi terhadap pengalaman ketergantungan. Narsisme dan mania akan lebih umum di bagian atas hirarki sosial, depresi dan kecemasan akan terjadi lebih sering di bagian bawah. Salah satu akibat utama dari perbedaan pendapatan antara kaya dan miskin yang terlalu besar adalah makin intensifnya isu dominasi dan ketergantungan, dan perasaan tinggi diri dan rendah diri. Ketidakmerataan tak hanya memperparah tetapi juga memperluas masalah. Studi baru para peneliti menunjukkan, dari 34.000 orang di 31 negara menunjukkan bahwa di negara-negara dengan perbedaan pendapatan yang lebih besar, kecemasan akan status adalah lebih umum pada semua tingkatan dalam hierarki sosial. Studi internasional lain (2011) menemukan khusus bahwa kebiasaan meninggikan atau membesarkan diri – kecenderungan untuk membesar-besarkan pandangan sendiri - terjadi jauh lebih sering pada masyarakat yang lebih tidak merata pendapatannya.


Penelitian psikolog di AS menunjukkan, tingkat narsisme naik pesat dari 1980-an akhir, yang nampaknya mengacu kepada peningkatan ketidaksetaraan. Ketika perbedaan materiil yang lebih besar meningkatkan kesenjangan sosial, perasaan superioritas dan inferioritas meningkat. Singkatnya, naiknya ketidak-merataan pendapatan membuat kita  gelisah tentang citra dan bagaimana kita dilihat oleh orang lain. Kita terpaksa menjadi orang yang kurang baik dan kurang bahagia dalam masyarakat yang terlalu taksetara karena ketidaksetaraan yang lebih besar melipat duakan kecemasan kita akan status, merusak kesehatan mental dan mengaburkan kepribadian kita - di manapun kedudukan sosial kita.

11/03/14

WANITA BERNAS: NOOR INAYAT KHAN


WANITA BERNAS: NOOR INAYAT KHAN
OLeh: Jum’an

Pada 8 Nov. 2012, Princess Anne dari Inggris meresmikan patung Noor Inayat Khan, seorang wanita Islam asal India di Gordon Square dipusat kota London. Almarhumah tewas dieksekusi di kamp konsentrasi Dachau-Jerman oleh Gestapo, bulan September 1944 pada usia 30 tahun. Perdana Menteri Inggris David Cameron memuji Noor sebagai wanita penuh keberanian, ketabahan tak tertaklukkan dan pengorbanan diri yang inspirasional. Noor Inayat Khan mendapat Penghargaan George Cross secara anumerta dari Pemerintah Inggris dan Croix de Guerre dari Perancis atas pengorbanannya untuk kedua negeri itu pada Perang Dunia II. Noor-un-nisa binti Inayat Khan (1914 - 1944) adalah anak sulung 4 bersaudara; ketiga adiknya Vilayat, Hidayat dan Khair-un-Nisa. Ayahnya, Hazrat Inayat Khan seorang keturunan Sultan Tippu, penguasa Muslim abad ke-18 dari India Selatan yang terkenal sebagai "Tiger of Mysore". Hazrat Inayat Khan berprofesi sebagai musisi (Ia adalah cucu dari Maula Bakhsh, seorang darwis dan dikenal sebagai Beethoven dari Idia) dan guru Tasawuf Suni. Ibu Noor, Ora Ray Baker (Begum Sharada Ameena Begum), adalah wanita Amerika berdarah Inggris yang bertemu dan menikah dengan Inayat Khan selama perjalanannya di Amerika. Inayat Khan lahir tahun 1882, datang ke Amerika pada 1910 dengan misi meyebarkan ajaran tasawuf.  Ia mengadakan pagelaran musik dan ceramah tasawuf diberbagai tempat selama 4 tahun, kemudian tinggal di London, Inggris sampai 1920. Noour-un-nisa lahir di Moskow ketika Inayat Khan dan isterinya diundang oleh Tsar Nicholas II ke Rusia, tetapi tidak tinggal lama karena berkobarnya revolusi Bolshevik. Pemerintah Inggris mencurigai Inayat Khan, yang merupakan teman dari Nehru dan Gandhi dan seorang nasionalis yang kuat, sehingga keluarga itu pindah ke Prancis. Mereka menetap di Suresnes, pinggiran kota Paris di rumah pemberian seorang dermawan. Rumah itu disebut Fazal Manzil atau Rumah Berkah. Disinilah Noor-un-nisa menghabiskan sebagian besar hidupnya. Inayat Khan meninggal di India 1927 pada usia 45 tahun.

Dengan warisan genetik Timur dan Barat, darah ningrat, jiwa seniman dan sufi, Noor adalah anak ‘pilihan’. Dia sangat berkesan dihati semua orang yang ditemuinya, dari pertemuan masa kecilnya dengan murid-murid ayahnya, sampai kepada interogator Nazi yang menghancurkan tubuhnya, tapi tidak bisa mematahkan semangatnya. Pir Vilayat adiknya, pimpinan Sufi Order International (meninggal 2004) mengisahkan: Noor begitu disayang oleh teman-teman sekolahnya sehingga mereka memilihnya untuk menerima penghargaan "sahabat yang baik." Ia adalah anak perempuan yang tenang, pemalu, perasa dan pelamun. Orang hampir tak percaya bahwa ibunya adalah seorang Amerika berambut pirang dengan mata biru. Ketika berusia 12 tahun, setelah kematian ayahnya, ia mengambil tanggung jawab merawat ibunya yang jatuh sakit karena duka dan ketiga adiknya. Semua yang mengenalnya menaruh hormat yang mendalam mungkin karena ia sangat peduli.

Noor masuk ke Unversitas Sorbonne mendalami ilmu psikologi anak dan belajar musik di Conservatory Paris, mencipta untuk harpa dan piano. Ia menjadi penulis puisi dan buku serta majalah anak-anak yang sukses dan memimpin program anak-anak di Radio Paris. Ketika Jerman menduduki Perancis pada 1940, keluarganya berpindah ke Inggris. Noor dan adiknya Vilayat sepakat bahwa adalah jahat untuk sekedar berdiri dan menonton kekejaman Nazi, meskipun sebagai penganut Sufi dan pengikut Mahatma Gandhi mereka percaya pada anti-kekerasan. Kata Noor “Saya harus melakukan sesuatu tapi saya tidak ingin membunuh siapa pun”. Noor menjadi relawan Angkatan Udara Cadangan sebagai operator radio wireless dan direkrut oleh Special Operations Executive (SOE) dan diterjunkan di belakang garis musuh di Paris. Prestasinya dimasa damai, bahasa Perancis yg sempurna dan keakrabannya dengan Paris, bersama dengan telinga yang baik dan jari-jari yang cekatan, menjadi aset penting dimasa perang. Selama beberapa bulan, pemain harpa yg lembut Noor dilatih sebagai agen rahasia termasuk pelatihan senjata. Para instruktur meragukan kemampuannya; Noor terbukti lemah, terlalu kaku, emosional dan takut memegang senjata. Lagi pula kepribadiannya tidak stabil dan kurang cerdas disamping parasnya yang eksotis membuatnya lebih rentan untuk ditangkap Gestapo. Kemampuannya untuk kerja lapangan diragukan.

Tapi keberanian dan tekad Noor melebihi kekurangannya, dan mereka mengirimnya ke Prancis dengan bekal paspor palsu, satu set radio, sedikit uang franc dan sebuah pistol, bahkan sebelum masa trainingnya selesai. Disana ia bekerja dalam bahaya setiap saat  sebagai satu-satunya operator radio wanita, memata-matai dan melaporkan gerakan Jerman. Meskipun jaringan mata-mata itu berantakan, Noor tetap di Perancis selama tiga bulan, terus mengirimkan informasi ke markas SOE di Inggris. Luar biasa, gadis itu berhasil menghindari kejaran Gestapo selama berbulan-bulan, bersepeda, dengan pemancar di belakangnya, dari satu persembunyian ke persembunyian lainnya. Selama PD II ia dikenal dengan keberaniannya sebagai salah satu pahlawan Perlawanan Perancis. Noor tertangkap Gestapo pada Oktobber 1943, setelah diduga dikhianati oleh adik dari rekannya. Ia beberapa kali mencoba melarikan diri tetapi gagal. Selama 10 bulan dia ditahan dibelenggu tangan dan kaki, disiksa dan kelaparan tanpa sedikitpun membocorkan misinya; iapun dikirim ke kamp konsentrasi Dachau, ditembak mati pada 13 September 1944. Direktur penjara Pforzheim bersaksi setelah perang bahwa Noor tetap tidak kooperatif dan terus menolak untuk memberikan informasi apapun tetang pekerjaan atau siapa rekan-rekannya, meskipun tahanan lain sering mendengarnya menangis di malam hari. Josef Kieffer komandan Gestapo di Paris, ketika diadili mengakui sangat terkesan oleh keberanian Noor. Sambil menagis  ia mengatakan: "Jerman tidak memperoleh apa-apa dari dia. Bahkan namanya yang sebenarnya pun tidak". Pada hari naas itu, Noor ditelanjangi, dipukuli dengan kejam sekujur tubuhnya. Dia tidak menangis, tidak mengatakan apa-apa. Ketika penyiksanya bosan dan gadis itu  berlumuran darah, disuruhnya Noor berlutut dan ditembak kepalanya dari belakang.

Rahasia di balik keberanian Noor adalah kekuatan spiritual terinspirasi oleh ajaran sufi ayahnya, Hazrat Inayat Khan. Idealisme spiritual dalam tindakan, bukan hanya dalam kata-kata. Namun, di tengah tindakan terbesarnya ia merasa takut, yang menjadikan keberanian ekstrimnya lebih luar biasa. Ini seharusnya memberi semangat kepada mereka yang takut menjadi pengecut saat diuji. Menurut Sufi Journal, Hazrat Noor-un-nisa Inayat Khan adalah salah seorang pengamal futuwwah (semangat ksatria) yang paling diterangi. Dikalangan sufi, futuwwah berarti tingkah laku terpuji yang mengikuti teladan nabi, wali, orang-orang bijak serta para shahabat nabi dan kekasih Allah SWT. Kepada almarhumah diberikan kehormatan yg jarang diberikan kepada seorang sufi yang belum pernah memimpin sebuah tarekat. Ia menyandang sebutan Putri Tasawuf (Daughter of Sufism). Kesyahidan Noor terukir pada salah satu dinding museum yang sekarang didirikan di Dachau. Sebuah Balai Sufi juga dibangun di Suresnes dengan nama  Khankah Noor Inayat untuk menghormatinya. Setiap tanggal 14 Juli (Hari Revolusi Perancis) band militer Perancis selalu memainkan lagu-lagu kepahlawanan di Fazal Manzil – “Rumah Berkah” Noor di Suresnes . Allah yarhamha…